Kesehatan Tubuh
Miomektomi, Prosedur yang Dapat Atasi Mioma Uteri

Table of Contents
Myomectomy atau miomektomi adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat massa nonkanker di dalam rahim, yaitu fibroid rahim atau mioma. Secara umum, prosedur ini dapat dilakukan sesuai dengan ukuran, jumlah, dan lokasi fibroid di dalam rahim. Untuk mengetahui apa itu miomektomi selengkapnya, mari simak artikel berikut ini sampai tuntas.
Apa Itu Miomektomi?
Seperti yang telah dijelaskan, miomektomi, dikenal juga sebagai myomectomy, adalah prosedur operasi yang dilakukan dengan mengangkat fibroid rahim. Sebagai informasi, fibroid rahim atau mioma uteri adalah pertumbuhan jaringan abnormal yang bersifat jinak (nonkanker) di area rahim.
Pada dasarnya, prosedur miomektomi hanya akan mengangkat miom dan tetap mempertahankan organ rahim pasien. Dengan begitu, pasien tetap memiliki peluang untuk hamil setelah menjalani prosedur ini.
Tujuan dan Indikasi Miomektomi
Tujuan utama dilakukannya miomektomi adalah untuk mengangkat fibroid rahim yang telah memengaruhi sistem reproduksi pasien. Dalam hal ini, pasien akan disarankan untuk menjalani operasi miom ini apabila mengalami beberapa gejala, di antaranya:
-
Perdarahan menstruasi yang deras dan lama (menorrhagia), sehingga dapat memicu anemia.
-
Kram perut.
-
Nyeri di area panggul, perut, atau punggung bagian bawah.
-
Nyeri saat melakukan hubungan seksual (dispareunia).
-
Nyeri dan susah buang air kecil (disuria).
-
Nyeri di area anus saat buang air besar.
Di samping itu, prosedur miomektomi biasanya juga akan dilakukan pada permasalahan infertilitas karena adanya mioma di dalam rahim. Sebagai informasi, prosedur miomektomi tidak perlu mengangkat organ rahim penderitanya.
Persiapan sebelum Miomektomi
Dalam persiapan sebelum menjalani prosedur miomektomi, dokter biasanya akan melakukan wawancara medis (anamnesis) serta serangkaian pemeriksaan guna mengevaluasi kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Beberapa prosedur pemeriksaan yang perlu dilakukan dalam persiapan miomektomi adalah:
-
Tes darah.
-
Rontgen dada.
-
Tes pencitraan, seperti USG, CT scan, atau MRI area panggul.
Selain itu, sebelum menjalani prosedur ini, dokter mungkin juga akan memberikan suplemen vitamin dan zat besi, terutama jika pasien mengalami anemia defisiensi zat besi akibat perdarahan hebat selama menstruasi.
Dalam beberapa kasus, pasien juga perlu melakukan terapi hormon terlebih dahulu, seperti terapi gonadotropin-releasing hormone (GnRH), untuk membantu mengecilkan ukuran tumor. Dengan begitu, risiko komplikasi miomektomi dapat diminimalkan.
Jika sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat pengencer darah, pasien mungkin juga akan diminta untuk berhenti mengonsumsi obat tersebut terlebih dahulu pada beberapa hari sebelum dilakukannya miomektomi. Selanjutnya, pasien diarahkan untuk berpuasa atau tidak mengonsumsi makanan maupun minuman apa pun pada beberapa jam sebelum menjalani prosedur miomektomi.
Apabila pasien perlu melakukan operasi miomektomi terbuka (laparotomi), dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk menjalani rawat inap selama 1–2 hari sebelum dilakukannya prosedur operasi.
Prosedur Miomektomi
Secara umum, prosedur miomektomi dapat dilakukan melalui 3 metode, yaitu miomektomi abdominal, miomektomi minimal invasif (dengan laparoskopi atau robotik), serta miomektomi histeroskopi. Pemilihan metode tersebut akan didasarkan pada ukuran, jumlah, serta lokasi fibroid di dalam rahim. Adapun penjelasan lengkap mengenai masing-masing metode operasi miomektomi adalah sebagai berikut:
A. Miomektomi Abdominal (Operasi Terbuka/Laparotomi)
Melalui prosedur ini, dokter akan memberikan anestesi umum untuk membuat pasien tertidur selama tindakan operasi berlangsung. Kemudian, dokter akan membuat sayatan besar di area perut untuk mengakses rahim dan mengangkat fibroid pada organ reproduksi tersebut. Jika memungkinkan, dokter biasanya akan membuat sayatan secara horizontal. Namun, sayatan vertikal akan diperlukan apabila pasien memiliki ukuran rahim yang cenderung besar.
B. Miomektomi dengan Laparoskopi atau Robotik
Miomektomi laparoskopi atau robotik merupakan dua prosedur pembedahan minimal invasif yang hanya membutuhkan sayatan kecil kurang lebih 5–25 mm untuk memasukkan alat bedah khusus dan mengangkat fibroid rahim. Berikut masing-masing penjelasannya.
-
Miomektomi laparoskopi: Operasi miom ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil di dalam atau di dekat pusar pasien. Kemudian, dokter akan memasukkan laparoskop (tabung kecil yang dilengkapi kamera) ke dalam sayatan kecil tersebut. Dokter juga dapat membuat sayatan kecil lainnya di area perut untuk memasukkan alat-alat bedah.
-
Miomektomi robotik: Melalui teknik bedah robotik ini, dokter bedah akan mengontrol sistem robotik yang menerjemahkan gerakan tangan dokter pada instrumen bedah guna mengangkat massa nonkanker pada rahim secara real-time dan presisi.
Kini, beberapa ahli bedah juga melakukan miomektomi robotik dengan single-port laparoscopic (jenis laparoskopi yang hanya memerlukan satu sayatan kecil di dekat pusar untuk memasukkan semua instrumen bedah), sehingga pemulihan pasien pun menjadi lebih cepat.
C. Miomektomi Histeroskopi
Miomektomi histeroskopi adalah metode miomektomi yang tidak memerlukan sayatan sama sekali. Jika fibroid berukuran kecil dan berada tepat di dalam rahim, dokter dapat memasukkan alat khusus yang dilengkapi dengan kamera melalui vagina hingga menuju rahim. Kemudian, cairan bening (biasanya larutan garam steril) akan dimasukkan ke dalam rahim untuk memperluas rongga rahim.
Selanjutnya, dokter akan memotong fibroid menggunakan resectoscope atau morcellator menjadi potongan-potongan kecil. Lalu, potongan fibroid tersebut akan dikeluarkan dari rahim. Karena proses miomektomi histeroskopi melibatkan masuknya alat khusus melalui vagina, kram dan perdarahan ringan mungkin saja terjadi setelah prosedur ini.
Perawatan Pascaprosedur Miomektomi
Waktu pemulihan pascaprosedur miomektomi utamanya akan bergantung pada metode operasi yang dilakukan. Biasanya, pasien diperkenankan untuk pulang ke rumah 1–3 hari setelah menjalani operasi miomektomi. Lalu, tergantung jenis miomektomi yang dilakukan, pasien bisa kembali beraktivitas normal sekitar 4–8 minggu pascaprosedur.
Risiko Komplikasi Miomektomi
Miomektomi umumnya merupakan prosedur medis yang aman dilakukan. Namun, serupa dengan tindakan operasi lainnya, prosedur ini juga bisa menimbulkan sejumlah risiko komplikasi. Adapun beberapa risiko komplikasi miomektomi adalah:
-
Infeksi.
-
Perdarahan.
-
Penggumpalan darah.
-
Terbentuknya jaringan parut pada area bekas sayatan.
-
Kerusakan pada organ di sekitar bagian tubuh yang ditindaklanjuti.
-
Reaksi alergi terhadap obat bius.
-
Meningkatkan peluang diperlukannya operasi caesar pada persalinan selanjutnya..
Perlu dipahami bahwa prosedur operasi miomektomi hanya akan dilakukan jika diagnosis fibroid rahim sudah ditegakkan. Keputusan tersebut dibuat berdasarkan pertimbangan dokter serta tim medis terkait mengenai kondisi kesehatan pasien untuk memastikan bahwa pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani tindakan medis ini.
Sebagai informasi, Da Vinci Xi Robotic Surgery, teknologi robotik terbaru yang dapat digunakan dalam prosedur miomektomi, kini telah hadir di Siloam Hospitals. Dilengkapi dengan fitur kamera 3D HD dan sistem tremor-filtration, visualisasi area operasi serta hasil bedah pun menjadi lebih presisi.
Didukung dokter yang terlatih dan berpengalaman, tindakan robotic surgery memiliki keunggulan berupa waktu pemulihan yang lebih singkat dan risiko komplikasi yang minim. Alhasil, pasien pun bisa mendapatkan penanganan dengan lebih nyaman.
Setiap tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait dengan kondisi ini mungkin akan berbeda di setiap rumah sakit, mengingat prosedurnya perlu disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan prosedur medis yang dilakukan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
Maka dari itu, sangat penting untuk memperoleh diagnosis fibroid rahim yang tepat dari Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat apabila Anda atau kerabat Anda mengalami gejala-gejala yang dicurigai sebagai tanda mioma uteri. Lebih lanjut, Anda juga dapat memperoleh informasi mengenai Da Vinci Xi Robotic Surgery di Siloam Hospitals Kebon Jeruk.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Mayo Clinic. Myomectomy. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Myomectomy. Diakses pada 2024 | Medical News Today. Myomectomy. Diakses pada 2024 | Johns Hopkins Medicine. Myomectomy: Hysteroscopic, Laparoscopic, Abdominal. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Rontgen Dada
Rontgen / X-Ray
Rp191.000
TERPOPULER
Rontgen Dada/Thorax PA + Lateral
Rontgen / X-Ray
Rp382.000
TERPOPULER
Pelvis AP / Rontgen Panggul
Rontgen / X-Ray, Tulang/ Ortopedi
Rp226.000
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300
USG PELVIC
USG
Rp780.000






