Kesehatan Tubuh
Apa itu Takipnea? Ketahui Penyebab, Gejala, & Penanganannya

Table of Contents
Takipnea adalah kondisi di mana seseorang bernapas dengan cepat. Sekilas kondisi ini terlihat mirip dengan sesak napas (dispnea). Takipnea sering kali disebabkan oleh beberapa gangguan kesehatan, seperti sepsis.
Takipnea tidak selalu menjadi tanda suatu penyakit serius. Meski begitu, seseorang yang mengalami kondisi ini pasti akan merasa terganggu. Lantas, apa penyebab takipnea? Ketahui penjelasan selengkapnya di sini.
Apa itu Takipnea?
Takipnea adalah kondisi ketika laju pernapasan terlalu cepat. Normalnya tingkat pernapasan pada orang dewasa adalah 12-20 napas per menit, dan 44 napas per menit pada anak-anak. Apabila kecepatan napas orang dewasa lebih dari 20 napas per menit, maka bisa dikatakan bahwa ia mengalami takipnea.
Takipnea kerap kali disamakan dengan kondisi dispnea, padahal kedua istilah ini memiliki arti yang berbeda. Jadi, apa perbedaan dispnea dan takipnea? Dispnea merupakan istilah medis untuk sesak napas, sedangkan takipnea adalah kondisi napas yang cepat.
Penyebab Takipnea
Penyebab utama takipnea adalah penumpukan karbon dioksida di paru-paru, sehingga volume karbon dioksida dalam darah juga meningkat. Hal ini menyebabkan darah lebih masam dari kondisi normal.
Kondisi tersebut membuat otak memberikan respon berupa sinyal untuk mempercepat pernapasan guna mengembalikan pH darah kembali normal.
Takipnea juga dapat disebabkan oleh beberapa gangguan kesehatan, seperti:
1. Ketoasidosis Diabetik
Ketoasidosis diabetik adalah salah satu komplikasi diabetes yang terjadi ketika tubuh memecah lemak terlalu cepat sehingga pH asam darah meningkat dan menyebabkan napas menjadi cepat.
2. Sepsis
Sepsis merupakan bentuk respon tubuh ketika terjadi infeksi pada seluruh tubuh yang menyebabkan terjadinya respon inflamasi sistemik. Sepsis tidak hanya memicu takipnea, tetapi juga menimbulkan gejala berupa tekanan darah sistolik kurang dari 100 mm Hg.
3. Gangguan Kecemasan
Selain gangguan kesehatan secara fisik, takipnea juga bisa dipicu oleh masalah mental, seperti gangguan kecemasan atau panic attack. Ketika seseorang merasa cemas berlebih, laju pernapasannya pun akan semakin cepat.
4. Paru-Paru yang Belum Berkembang Matang
Takipnea pada bayi atau disebut juga transient tachypnea of the newborn (TTN) umumnya dialami bayi dalam 24 jam pertama kelahiran ketika bayi berusaha mendapatkan oksigen lebih.
Selama berada di dalam kandungan, paru-paru janin mengandung cairan. Ketika bayi sudah dilahirkan, cairan tersebut akan diserap agar paru-paru dapat menghirup udara. Akan tetapi, terkadang cairan tersebut tidak terserap dengan sempurna yang membuat pernapasan bayi menjadi lebih cepat.
5. Penyebab Lainnya
Beberapa kondisi medis lainnya yang dapat menyebabkan takipnea adalah sebagai berikut:
- Tersedak.
- Reaksi alergi.
- Gangguan jantung.
- Penggunaan obat-obatan tertentu.
Gejala Takipnea
Gejala umum yang muncul saat seseorang mengalami takipnea adalah sebagai berikut:
- Sesak napas.
- Jari dan bibir berwarna biru.
- Merasa tidak mendapat cukup udara.
Takipnea pada bayi biasanya akan menunjukkan beberapa gejala seperti:
- Hidung melebar.
- Mengalami kesulitan bernapas.
- Area sekitar mulut berwarna biru.
Diagnosis Takipnea
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terlebih dahulu seputar gejala yang dialami pasien. Kemudian dilakukan pemeriksaan fisik pada beberapa bagian tubuh seperti kepala, leher, jantung, dan perut.
Untuk memastikan penyebabnya, dokter akan merekomendasikan pasien menjalani salah satu atau lebih pemeriksaan penunjang, seperti:
1. Tes Darah
Tujuan tes darah pada pasien takipnea adalah mengetahui pH asam darah, kandungan oksigen dan karbon dioksida dalam darah, dan menentukan kelainan metabolisme.
2. Rontgen Dada
Melalui rontgen dada, dokter dapat melihat gambaran organ secara lebih jelas sehingga dapat mengetahui penyebab napas cepat yang berhubungan dengan paru-paru.
3. CT Scan
CT Scan berfungsi untuk menunjukkan lebih detail gambaran paru-paru atau mendeteksi ada atau tidaknya pertumbuhan jaringan yang tidak normal.
4. Tes Fungsi Paru
Pemeriksaan ini bertujuan untuk menunjukkan penyebab penyakit yang mengakibatkan napas menjadi cepat.
5. Pemindaian VQ
Pemindaian VQ dilakukan apabila terdapat dugaan atau gejala yang mengarah pada emboli paru.
6. EKG
EKG (elektrokardiogram) adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat penyebab napas menjadi lebih cepat yang berhubungan dengan masalah pada jantung.
7. Hitung Darah Lengkap
Tujuan pemeriksaan darah lengkap pada pasien takipnea adalah melihat ada atau tidaknya infeksi yang menyebabkan pernapasan cepat dan dangkal.
8. Toksikologi
Pemeriksaan ini untuk melihat apakah ada efek samping atau alergi dari penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat menyebabkan napas pendek, baik yang diresepkan oleh dokter maupun tidak.
Pengobatan Takipnea
Pengobatan takipnea disesuaikan dengan penyebabnya. Misalnya, jika takipnea disebabkan oleh asma, maka dokter akan memberikan obat hirup untuk memperluas alveoli.
Jika takipnea menyebabkan kadar oksigen dalam darah terlalu rendah, maka pasien akan membutuhkan oksigen tambahan. Apabila takipnea disebabkan oleh pneumonia, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik.
Meski takipnea tidak selalu menandakan adanya penyakit serius, tetapi kondisi ini termasuk dalam darurat medis sehingga perlu dilakukan penanganan yang cepat.
Apabila Anda merasakan gejala-gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter Siloam Hospitals untuk mengetahui penyebab takipnea secara pasti dan mendapatkan pengobatan yang tepat. Buat janji temu dengan menghubungi call center kami di 1-500-181 atau melalui aplikasi MySiloam yang dapat Anda unduh secara gratis di App Store dan Google Play Store.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini








