Kesehatan Tubuh
Pilihan Pengobatan Plantar Fasciitis untuk Mengurangi Nyeri

Table of Contents
Plantar fasciitis adalah salah satu penyebab paling umum nyeri tumit yang menyebabkan penderitanya merasa sakit setiap pagi atau setelah lama berdiri. Kondisi ini terjadi ketika jaringan penghubung di telapak kaki (plantar fascia) mengalami peradangan atau iritasi. Beruntung, ada berbagai metode pengobatan yang bisa membantu meredakan nyeri dan mempercepat pemulihan. Simak lebih lanjut mengenai pengobatan plantar fasciitis di bawah ini.
Pengobatan Plantar Fasciitis
Jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, plantar fasciitis (PF) bisa berubah menjadi nyeri kronis yang berpotensi memengaruhi cara berjalan dan berisiko menyebabkan cedera pada bagian tubuh lain, misalnya lutut. Pilihan pengobatan plantar fasciitis dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Secara umum, beberapa opsi pengobatan yang digunakan untuk membantu meredakan nyeri dan mempercepat pemulihan antara lain:
1. Modifikasi Sepatu
Penggunaan alas kaki berperan penting dalam mengurangi tekanan berulang pada telapak kaki. Sepatu yang sudah aus atau hak tinggi yang tidak menopang lengkungan kaki dengan baik dapat meningkatkan beban pada plantar fascia.
Oleh karena itu, penderita PF disarankan mengganti sepatu yang sudah aus dan sudah tidak mampu meredam benturan. Sepatu dengan midsole tebal dan bantalan memadai untuk mengurangi rasa nyeri, terutama bagi yang sering berjalan dan berdiri. Pastikan sepatu yang digunakan sesuai dengan bentuk gerakan kaki saat berjalan atau lari.
2. Orthotics
Orthotics adalah bantalan atau sol sepatu khusus yang dapat dipasang di dalam sepatu untuk mendistribusikan tekanan pada kaki secara merata. Untuk mengurangi gejala PF, sebaiknya penderita membuat custom orthotics yang disesuaikan dengan gerakan kaki. Hal ini bertujuan untuk membantu memperbaiki pola tumpuan kaki saat berjalan, sehingga ketegangan pada plantar fascia berkurang dan keluhan nyeri menjadi lebih ringan.
3. Night Splints
Night splints adalah alat penyangga kaki yang dipakai saat tidur untuk mengurangi nyeri saat bangun pagi dan mencegah kekakuan akibat plantar fasciitis. Night splints bekerja dengan menjaga pergelangan kaki dalam posisi teregang ringan. Posisi ini mengurangi kontraktur, yakni kondisi ketika otot atau jaringan menjadi kaku atau memendek, sehingga plantar fascia tidak menegang saat pertama kali digunakan di pagi hari.
4. Fisioterapi
Pilihan pengobatan plantar fasciitis berikutnya adalah fisioterapi (terapi fisik). Menurut studi dalam Medicine International (2021), fisioterapi untuk plantar fasciitis meliputi:
-
Terapi es: Penggunaan es batu dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada tumit, biasanya dilakukan selama 10–20 menit yang digulungkan pada telapak kaki
-
Latihan peregangan: Fisioterapi dalam pengobatan plantar fasciitis juga mencakup latihan sederhana di rumah yang melibatkan plantar fascia dan otot betis (Achilles complex). Latihan untuk plantar fasciitis biasanya dilakukan 2–3 kali seminggu selama 6–12 minggu dengan bantuan terapis.
-
Iontophoresis: Terapi yang menggunakan arus listrik kecil untuk memasukkan obat melalui kulit hingga sekitar 20 mm ke dalam jaringan. Jenis obat yang umumnya digunakan adalah kortikosteroid atau asam asetat.
-
Shockwave therapy (ESWT): Prosedur yang menggunakan gelombang energi untuk merangsang respons perbaikan pada jaringan yang mengalami iritasi kronis.
-
Terapi ultrasound: Metode ini memanfaatkan energi gelombang suara untuk meningkatkan aliran darah, mengurangi iritasi jaringan, serta merangsang proses penyembuhan.
5. Injeksi Kortikosteroid
Plantar fasciitis disebabkan oleh adanya peradangan pada plantar fascia sehingga obat antiinflamasi seperti kortikosteroid dinilai efektif untuk mengatasi masalah ini, terutama di tahap awal. Obat ini bisa diberikan melalui suntikan di area tumit yang nyeri.
6. Obat-obatan
Untuk mengurangi nyeri pada penderita plantar fasciitis, dokter dapat meresepkan obat-obatan nonsteroidal antiinflammatory (NSAID), seperti ibuprofen, naproxen sodium, diclofenac sodium, dan celecoxib. Obat ini bekerja dengan menghambat zat pemicu nyeri dan peradangan di dalam tubuh. Namun, NSAID hanya membantu meredakan gejala dan tidak menyembuhkan penyebab utama plantar fasciitis.
7. Proloterapi
Proloterapi merupakan metode injeksi yang bertujuan menstimulasi respons perbaikan jaringan. Terapi ini biasanya menggunakan larutan glukosa (dextrose) dengan konsentrasi tinggi yang disuntikkan ke jaringan plantar fascia. Larutan ini memicu peradangan ringan yang merangsang pelepasan faktor pertumbuhan sehingga membantu proses penyembuhan jaringan.
8. Operasi
Operasi adalah pilihan terakhir pengobatan plantar fasciitis dan sangat jarang dilakukan, kecuali jika penderita mengalami nyeri hebat selama lebih dari 6–12 bulan. Tindakan ini biasanya dipilih ketika berbagai metode pengobatan lainnya tidak bisa membuat keluhan plantar fasciitis membaik.
Itulah penjelasan mengenai pengobatan plantar fasciitis perlu dipahami. Penting untuk dipahami bahwa informasi di atas sekadar bertujuan sebagai edukasi dan tidak bisa menggantikan saran dari tim medis profesional. Manfaat dan risikonya dapat berbeda-beda, tergantung kondisi kesehatan masing-masing orang.
Apabila ingin melakukan konsultasi lebih lanjut mengenai pengobatan yang sesuai untuk penderita plantar fasciitis, jangan ragu mengunjungi Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Kaki dan Pergelangan Kaki di Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat memperoleh saran kesehatan lebih lanjut sesuai dengan kondisi tubuh.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.
Sumber
Annals of Medicine. The efficacy of ultrasound for plantar fasciitis, a systematic review and meta-analysis. Diakses pada 2026 | Mayo Clinic. Plantar fasciitis. Diakses pada 2026 | Johns Hopkins Medicine. Plantar Fasciitis. Diakses pada 2026 | StatPearls. Plantar Fasciitis. Diakses pada 2026 | Medicine International. Therapeutic considerations for patients with chronic plantar fasciitis (Review). Diakses pada 2026 | European Journal of case Reports in Internal Medicine. Night Splints in Plantar Fasciitis: A Systematic Review. Diakses pada 2026 | Life. Molecular Mechanisms Underlying the Pain-Relieving Effects of Extracorporeal Shock Wave Therapy: A Focus on Fascia Nociceptors. Diakses pada 2026 | Foot & Ankle International. Autologous Blood Injection With Dry-Needling vs Dry-Needling Alone Treatment for Chronic Plantar Fasciitis: A Randomized Controlled Trial. Diakses pada 2026 | Dr. Oracle. Do Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs) have any benefits for plantar fasciitis beyond pain relief?. Diakses pada 2026 | Cureus. Efficacy of Autologous Platelet-Rich Plasma Injections for Treating Plantar Fasciitis. Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini






