Kesehatan Tubuh
Kenali Penyebab Plantar Fasciitis, Gejala, & Pengobatannya

Table of Contents
Plantar fasciitis adalah kondisi ketika jaringan bawah kaki (plantar fascia) mengalami peradangan sehingga timbul rasa nyeri pada tumit dan foot arch (lengkungan kaki). Sebetulnya, belum diketahui secara pasti apa penyebab plantar fasciitis. Namun, tekanan berlebih pada kaki sering kali menjadi pemicu peradangan tersebut.
Plantar fasciitis umumnya dialami oleh seseorang berusia 40 tahun ke atas, namun tak menutup kemungkinan juga terjadi pada usia berapa pun. Mari pahami lebih lanjut tentang plantar fasciitis melalui artikel berikut.
Apa Itu Plantar Fasciitis?
Plantar fasciitis, heel spur syndrome, atau policeman’s heel adalah peradangan pada plantar fascia yang merupakan jaringan bawah kaki yang membentang dari tumit hingga jari kaki. Plantar fascia berfungsi sebagai penyangga telapak kaki dan meredam getaran (shock absorber) saat seseorang sedang berjalan. Jaringan ini juga berperan sebagai penghubung tulang-tulang di kaki serta membentuk lengkungan di bagian bawah kaki.
Aktivitas sehari-hari yang berlebihan, seperti berdiri terlalu lama, bisa menyebabkan kaki mendapatkan banyak tekanan dan mudah mengakibatkan cedera atau robekan pada plantar fascia. Hal ini membuat plantar fascia mengalami peradangan hingga timbul rasa nyeri pada kaki.
Penyebab Plantar Fasciitis
Pada sebagian besar kasus, tidak diketahui secara pasti apa penyebab plantar fasciitis. Namun, terdapat dugaan bahwa adanya tegangan dan tekanan secara terus-menerus pada plantar fascia bisa menyebabkan terjadinya robekan kecil yang dapat mengiritasi serta memicu peradangan pada jaringan tersebut.
Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya plantar fasciitis adalah sebagai berikut:
-
Berusia sekitar 40–70 tahun.
-
Melakukan aktivitas fisik yang banyak melibatkan kaki di sepanjang hari.
-
Berolahraga.
-
Bekerja atau berolahraga di atas permukaan yang keras.
-
Tidak melakukan peregangan atau pemanasan sebelum olahraga.
-
Mengenakan sepatu yang tidak menopang kaki dengan baik, misalnya sandal jepit.
-
Berjalan atau berdiri tanpa alas kaki saat di rumah.
-
Mengidap gangguan medis tertentu, seperti high arch feet, flat feet, dan obesitas.
-
Kehamilan.

Gejala Plantar Fasciitis
Gejala utama plantar fasciitis adalah rasa nyeri yang menusuk di bagian bawah kaki dekat tumit hingga ke lengkungan kaki (foot arch). Rasa nyeri dapat dirasakan di salah satu atau kedua kaki. Intensitas nyeri bisa berubah-ubah, tergantung dari aktivitas apa yang sedang dilakukan.
Namun, umumnya nyeri dapat terasa semakin hebat pada beberapa langkah pertama setelah bangun dari tidur atau setelah beristirahat (duduk atau tiduran) dalam jangka waktu yang cukup lama. Seseorang dengan plantar fasciitis juga dapat mengalami kesulitan untuk menaiki tangga karena munculnya kekakuan di kaki.
Setelah beraktivitas lama, rasa nyeri dapat meningkat seiring dengan meningkatnya iritasi dan inflamasi di kaki. Biasanya, nyeri tidak dirasakan saat sedang beraktivitas, namun dapat dirasakan sesaat setelah berhenti beraktivitas. Adapun karakteristik nyeri yang disebabkan oleh plantar fasciitis adalah sebagai berikut:
-
Rasa nyeri tumpul dan konstan.
-
Rasa nyeri tajam dan menusuk ketika sedang menggunakan kaki atau menekan tumit yang terdampak.
-
Rasa nyeri akan mereda saat bergerak atau berolahraga, namun hanya untuk sementara waktu dan justru bertambah parah ketika berhenti beraktivitas.
Di samping itu, beberapa gejala lain yang menyertai plantar fasciitis adalah sebagai berikut:
-
Nyeri tumit.
-
Nyeri pada lengkungan kaki.
-
Kaki terasa kaku.
-
Tendon Achilles menegang.
Diagnosis Plantar Fasciitis
Plantar fasciitis didiagnosis berdasarkan anamnesis (untuk mengetahui riwayat medis pasien) dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Selama melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa area yang terasa nyeri di kaki untuk menemukan penyebabnya. Selain itu, dokter juga akan mengukur kekuatan otot dan kondisi saraf pasien.
Pada kebanyakan kasus, diagnosis plantar fasciitis tidak membutuhkan pemeriksaan penunjang. Namun, bila diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang, seperti MRI atau foto rontgen.
Pengobatan Plantar Fasciitis
Plantar fasciitis apa bisa sembuh? Plantar fasciitis umumnya bisa sembuh dalam waktu beberapa bulan setelah melalui perawatan konservatif, seperti rajin melakukan peregangan, mengompres area yang terasa nyeri, serta menghindari aktivitas yang berisiko menyebabkan kaki terasa lebih nyeri, misalnya berdiri dalam waktu lama.
Sementara itu, cara mengatasi plantar fasciitis yang kondisinya lebih kompleks mungkin juga akan mencakup obat-obatan, terapi, atau pembedahan. Berikut uraian selengkapnya.
-
Pemberian obat-obatan, seperti ibuprofen dan naproxen sodium untuk meredakan nyeri serta peradangan akibat plantar fasciitis.
-
Terapi. Beberapa terapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi plantar fasciitis adalah:
-
Terapi fisik (fisioterapi). Terapi ini dapat membantu penderita melatih peregangan plantar fascia dan tendon Achilles serta memperkuat otot-otot kaki bagian bawah.
-
Bidai malam (night splints). Terapi ini bertujuan untuk menahan plantar fascia dan tendon Achilles dalam posisi memanjang sepanjang malam guna mendorong peregangan saat penderita tidur.
-
Orthotics. Penggunaan orthotics berguna untuk mendistribusikan tekanan pada kaki secara lebih merata.
-
Tongkat atau walking boot. Penderita bisa memilih menggunakan salah satu dari alat tersebut sementara waktu untuk mencegah pergerakan pada kaki yang terdampak dan agar berat badan tidak bertumpu secara penuh ke kaki.
-
Operasi atau metode perawatan lainnya. Prosedur ini biasanya diperlukan ketika metode perawatan konservatif atau terapi tidak bekerja secara efektif. Adapun beberapa metode perawatan lanjutan yang dilakukan adalah:
-
Menyuntikkan steroid pada area yang terasa nyeri. Upaya ini dapat membantu menghilangkan nyeri sementara waktu, namun tidak disarankan untuk dilakukan beberapa kali karena dapat menyebabkan melemahnya atau putusnya jaringan plantar fascia.
-
Extracorporeal shock wave therapy. Prosedur yang dilakukan dengan mengarahkan gelombang suara ke area tumit yang terdampak untuk mengurangi rasa nyeri.
-
Perbaikan jaringan ultrasonik. Prosedur minimal invasif menggunakan alat USG untuk memandu probe, seperti jarum, ke dalam memasuki jaringan plantar fascia yang rusak.
-
Pembedahan (operasi). Prosedur ini jarang dilakukan dan hanya ketika nyeri hebat berlangsung selama lebih dari 6–12 bulan dan ketika metode pengobatan lainnya tidak berhasil menangani rasa nyeri. Selain itu, tindakan pembedahan akan dilakukan apabila dokter perlu melepaskan plantar fascia dari tumit.
Komplikasi Plantar Fasciitis
Bila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, plantar fasciitis dapat berkembang menjadi nyeri kronik. Selain itu, kondisi ini juga berisiko mengubah cara jalan penderitanya serta menyebabkan cedera pada bagian tubuh lain, seperti paha, lutut, pinggul, dan pinggang.
Sebagai informasi, berbagai gejala nyeri pada kaki yang disebutkan di atas tidak dapat menggantikan konfirmasi diagnosis dari tenaga medis profesional. Maka dari itu, bila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada plantar fasciitis, seperti nyeri di area tumit yang cukup mengganggu disertai kekakuan pada kaki, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat agar bisa berkonsultasi secara langsung dengan Dokter Spesialis Orthopaedi (Tulang) dan Traumatologi.
Perlu dipahami bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan setiap langkah pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani pasien sudah sesuai dengan kondisi kesehatannya.
Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal dokter sekaligus membuat janji temu dengan dokter terkait. Setelah hasil pemeriksaan kesehatan keluar, Anda pun dapat mengeceknya secara online melalui aplikasi ini. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







