Flat Foot (Kaki Datar) - Penyebab, Gejala, dan Penanganannya
Kesehatan Tubuh

Flat Foot (Kaki Datar) - Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

09 Oktober 2025 4 menit waktu baca
mengenal flat foot

Kaki datar, flat feet, atau flat foot adalah kondisi yang ditandai dengan salah satu atau kedua telapak kaki hanya memiliki sedikit lengkungan atau bahkan tidak ada lengkungan sama sekali (rata). Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah pes planus.

 

Flat feet biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, jika kondisi ini menimbulkan rasa nyeri yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, dokter akan menyarankan penderitanya untuk melakukan sejumlah metode pengobatan.

 

Mari simak informasi lengkap mengenai penyebab, gejala, hingga penanganan flat feet melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Flat Foot (Kaki Datar)?

 

Flat foot atau pes planus adalah kondisi yang terjadi ketika telapak kaki berbentuk datar atau rata. Normalnya, bentuk telapak kaki cenderung melengkung, yang berfungsi untuk menyalurkan berat badan secara merata ke seluruh kaki guna menjaga keseimbangan tubuh saat berdiri, berjalan, dan melompat.

 

Kondisi ini umumnya terjadi karena lengkungan kaki tidak dapat berkembang secara optimal selama masa kanak-kanak. Selain itu, flat foot juga dapat disebabkan oleh cedera atau tekanan berlebih pada kaki.

 

Penyebab Flat Foot

 

Kaki datar adalah kondisi yang umum terjadi pada bayi dan balita karena lengkungan kaki masih belum berkembang dengan sempurna. Namun, jika terjadi dalam jangka waktu lama, flat foot pada anak bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, di antaranya sebagai berikut.

 

  • Kelainan bentuk tulang kering kaki.

  • Kelainan bawaan.

  • Dispraksia atau gangguan koordinasi gerak tubuh.

  • Cerebral palsy.

  • Hipermobilitas sendi, yaitu kondisi yang ditandai dengan sendi terlalu elastis.

  • Sindrom Ehlers-Danlos.

 

Sementara itu, flat foot yang terjadi pada orang dewasa dapat dipicu oleh sejumlah kondisi medis, yaitu:

 

  • Distrofi otot.

  • Penyakit Parkinson.

  • Peradangan atau ruptur pada tendon di sekitar kaki.

  • Rheumatoid arthritis.

  • Cedera pada ligamen di sekitar kaki.

  • Patah tulang.

  • Dislokasi atau perubahan posisi sendi di sekitar kaki.

  • Penggunaan sepatu hak tinggi dalam jangka waktu yang lama.

 

Faktor Risiko Flat Foot

 

Terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami flat feet, di antaranya sebagai berikut.

 

  • Lanjut usia.

  • Menderita obesitas, tekanan darah tinggi (hipertensi), atau diabetes.

  • Sedang hamil.

  • Sering berolahraga dengan intensitas tinggi, misalnya seperti bermain sepak bola atau tenis.

  • Memiliki ukuran kaki yang cenderung lebih besar.

 

Gejala Flat Foot

 

Dalam sebagian kasus, flat foot biasanya tidak menimbulkan gejala tertentu. Kendati demikian, beberapa penderita flat foot juga dapat mengalami sejumlah gejala, seperti:

 

  • Nyeri otot di sekitar kaki atau tungkai.

  • Nyeri tumit atau pergelangan kaki.

  • Munculnya benjolan di bagian atas kaki.

  • Kaki kram, kesemutan, atau bahkan mati rasa.

  • Pergelangan kaki membengkak.

  • Perubahan cara berjalan.

  • Nyeri punggung.

  • Rasa nyeri yang semakin memburuk saat beraktivitas, seperti berdiri atau berjalan.

 

Komplikasi Flat Foot

 

Jika tidak segera ditangani dengan tepat, kaki datar dapat memicu terjadinya sejumlah komplikasi, yaitu:

 

  • Bunion, yaitu benjolan yang muncul di sendi ibu jari atau jari kelingking kaki.

  • Osteoarthritis.

  • Nyeri lutut.

  • Kapalan.

  • Nyeri pinggul.

  • Tendonitis Achilles, yaitu peradangan yang terjadi pada tendon yang terletak di bagian belakang pergelangan kaki.

  • Nyeri di sekitar tulang kering atau tulang tibia.

 

Diagnosis Flat Foot

 

Langkah awal yang dapat dilakukan dokter untuk mendiagnosis flat feet adalah melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan pasien untuk mengetahui gejala dan riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik pada telapak kaki, memeriksa sol sepatu pasien, dan melakukan tes jinjit untuk mendeteksi gejala atau tanda flat feet yang muncul secara fisik.

 

Selain itu, bila flat feet disertai dengan rasa nyeri, pasien akan direkomendasikan untuk menjalani pemeriksaan penunjang, seperti:

 

 

Cara Mengatasi Flat Foot

 

Apakah flat foot bisa sembuh? Perlu diketahui, kaki datar adalah kondisi yang cenderung tidak bisa disembuhkan. Kendati demikian, pengobatan tetap perlu dilakukan untuk membantu meredakan gejala dan meminimalkan risiko terjadinya komplikasi. Adapun sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menangani kaki datar adalah:

 

  • Meletakkan kompres dingin dan mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk membantu meredakan peradangan dan rasa nyeri pada kaki.

  • Menggunakan penyangga lengkungan (foot orthotic) untuk membantu mengurangi tekanan berlebih dan meringankan rasa nyeri pada kaki.

  • Terapi fisik (fisioterapi) untuk meregangkan dan menguatkan otot serta tendon yang tegang di sekitar kaki. Selain itu, terapi ini juga dapat membantu meningkatkan fleksibilitas tubuh pasien flat foot agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal.

  • Menjalani prosedur pembedahan untuk membentuk lengkungan pada telapak kaki, memperbaiki tendon, serta menggabungkan tulang dan sendi.

 

Pencegahan Flat Foot

 

Pada dasarnya, flat foot adalah kondisi yang cenderung sulit dicegah, terutama jika terjadi karena kelainan bawaan. Namun, kaki datar yang terjadi saat dewasa dapat dicegah dengan melakukan perawatan kaki sebaik mungkin. Adapun sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk merawat dan menjaga kesehatan kaki adalah sebagai berikut.

 

  • Memeriksakan diri ke dokter apabila menderita gangguan kesehatan tertentu, seperti obesitas, hipertensi, atau diabetes.

  • Menerapkan gaya hidup sehat.

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Menghindari aktivitas fisik yang dapat memberikan beban berlebih pada kaki.

  • Menggunakan alas kaki yang sesuai dengan bentuk kaki.

  • Berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui jenis latihan fisik dan olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh.

 

Apabila flat foot menimbulkan rasa nyeri yang menyebabkan aktivitas menjadi terganggu, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda untuk mendapatkan penanganan dan saran perawatan yang tepat dari dokter kami.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan paket Fisioterapi melalui layanan Siloam at Home yang praktis dan mudah tanpa perlu keluar rumah. Fisioterapi adalah tindakan rehabilitasi untuk menghindari atau meminimalkan keterbatasan fisik akibat cedera atau penyakit. Fisioterapi di rumah tersedia untuk semua kalangan usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia.

 

Manfaatkan fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda dalam mengakses berbagai layanan kesehatan dari Siloam Hospitals. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Siloam at Home (1)

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail