Kesehatan Tubuh
Fraktur (Patah Tulang) - Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Table of Contents
Fraktur adalah istilah medis yang digunakan untuk menyebut kondisi patah tulang. Fraktur atau patah tulang merupakan kondisi saat susunan tulang pada tubuh terputus, sehingga tidak lagi utuh. Kondisi ini dapat menyebabkan timbulnya rasa nyeri, terjadinya luka, hingga mengakibatkan perubahan bentuk pada tulang.
Ada berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya fraktur, antara lain usia, kurangnya asupan nutrisi, hingga gaya hidup. Mari simak informasi lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, dan penanganan fraktur di bawah ini.
Apa itu Fraktur (Patah Tulang)?
Patah tulang atau fraktur adalah kondisi ketika keutuhan susunan tulang di dalam tubuh terputus (patah). Kondisi ini bisa terjadi di bagian tulang mana saja, namun lebih sering terjadi pada tulang tangan, pinggul, selangka, lengan atas, dan kaki.
Kondisi ini sering terjadi ketika seseorang mengalami benturan keras akibat kecelakaan. Namun, fraktur tidak selalu disebabkan oleh benturan keras, bisa juga akibat benturan ringan apabila sudah terjadi pengeroposan tulang, seperti pada osteoporosis.
Terdapat beberapa jenis fraktur, di antaranya:
-
Fraktur terbuka: Kondisi ketika bagian ujung dari tulang yang patah menimbulkan robekan pada kulit (menembus kulit), sehingga jaringan di bawah kulit serta tulang yang patah tampak dari luar.
-
Fraktur tertutup: Kondisi ketika bagian ujung dari tulang yang patah tidak sampai menimbulkan robekan pada kulit, sehingga jaringan di bawah kulit serta tulang yang patah tidak tampak dari luar.
-
Fraktur tidak lengkap: Kondisi ketika tulang tidak patah sepenuhnya menjadi dua bagian atau lebih, namun hanya retak.
-
Fraktur lengkap: Kondisi ketika tulang patah menjadi dua bagian atau lebih.
Penyebab Fraktur
Penyebab utama fraktur adalah adanya tekanan atau benturan yang cukup kuat ke tulang, sehingga tulang tidak lagi mampu menahan tekanan tersebut. Hal ini dapat disebabkan oleh cedera akibat kecelakaan, gerakan atau entakan berulang, benturan langsung, dan lain-lain.
Tidak hanya itu, fraktur juga dapat dipicu oleh kondisi tulang yang lemah, sehingga membuat tulang menjadi mudah patah. Adapun penyakit atau gangguan muskuloskeletal yang dapat menyebabkan tulang menjadi lemah adalah tumor tulang, osteogenesis imperfekta, infeksi tulang, atau osteoporosis.
Faktor Risiko Fraktur
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya patah tulang atau fraktur adalah sebagai berikut:
-
Kekurangan asupan kalsium dan vitamin D.
-
Berjenis kelamin wanita, terutama yang sudah berusia 50 tahun ke atas.
-
Berusia lanjut.
-
Kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
-
Pernah mengalami fraktur sebelumnya.
-
Sedentary lifestyle (gaya hidup yang kurang aktif bergerak).
-
Mengonsumsi obat kortikosteroid dalam jangka panjang.
-
Menderita penyakit diabetes melitus, rheumatoid arthritis, serta gangguan sistem pencernaan dan kelenjar endokrin.
Gejala Fraktur
Gejala fraktur pada setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung dari lokasi, jenis, dan derajat keparahannya. Gejala utama fraktur adalah nyeri hebat pada bagian tulang yang patah. Umumnya, ketika bagian tersebut digerakkan, nyeri pun akan terasa semakin hebat.
Selain nyeri hebat, gejala lain yang umumnya dapat timbul akibat fraktur adalah sebagai berikut:
-
Bengkak, kemerahan, memar, dan terasa hangat di area yang mengalami patah tulang.
-
Bagian tubuh yang mengalami fraktur sulit digerakkan.
-
Timbul sensasi kesemutan hingga mati rasa pada area yang mengalami fraktur.
-
Perubahan struktur dan bentuk tulang (deformitas tulang) di area yang mengalami fraktur.
-
Terdapat krepitasi atau bunyi gemeretak pada tulang yang retak ketika diraba atau saat melakukan gerakan tertentu.
-
Pada fraktur terbuka, tulang akan terlihat menembus atau muncul dari permukaan kulit, disertai dengan perdarahan.
Komplikasi Fraktur
Apabila tidak segera mendapatkan penanganan, beberapa komplikasi yang bisa timbul akibat fraktur adalah sebagai berikut:
-
Sindrom kompartemen.
-
Infeksi lokal (selulitis, osteomyelitis) maupun sistemik (sepsis).
-
Rhabdomyolysis.
-
Perdarahan hebat yang bisa memicu syok hipovolemik.
-
Perdarahan ke dalam ruang sendi yang dapat menyebabkan pembengkakan sendi (haemarthrosis).
-
Kematian jaringan (nekrosis avaskular).
-
Malunion (penyatuan tulang tidak tepat).
-
Nonunion (tulang yang patah tidak dapat menyatu).
-
Cacat fisik permanen.
-
Cedera pada organ di sekitarnya.
-
Kerusakan saraf dan pembuluh darah.
-
Gangguan pertumbuhan tulang, terutama pada anak-anak yang mengalami patah tulang di sekitar atau sepanjang lempeng pertumbuhan (lempeng epifisis) tulang.

Penanganan Fraktur
Tujuan utama dari penanganan patah tulang adalah mengembalikan tulang yang patah ke posisinya semula dan menjaganya agar tetap stabil, serta mencegah perburukan kondisi. Adapun beberapa penanganan fraktur adalah sebagai berikut:
-
Imobilisasi, yakni mengistirahatkan tulang yang mengalami cedera untuk menghindari pergerakan berlebihan selama proses penyembuhan dengan cara memasang gips atau alat lainnya.
-
Operasi, untuk membersihkan tulang-tulang yang hancur, melakukan fiksasi internal maupun eksternal, dan menyambung tulang yang patah dengan pen, plat, screw, atau rods khusus.
-
Pemberian obat antinyeri, untuk meredakan nyeri hebat akibat patah tulang.
-
Pemberian obat-obatan untuk mencegah infeksi pada patah tulang terbuka.
-
Fisioterapi, latihan yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi tulang seperti sedia kala.
Pencegahan Fraktur
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah atau mengurangi risiko terjadinya fraktur adalah sebagai berikut:
-
Menghindari risiko cedera akibat kecelakaan dengan menggunakan sabuk pengaman dan perlengkapan keamanan lain saat berkendara.
-
Menggunakan alat pelindung diri saat melakukan olahraga yang mempunyai risiko tinggi terjatuh.
-
Menjaga berat badan ideal.
-
Melakukan latihan secara rutin untuk menjaga keseimbangan tubuh dan memperkuat tulang.
-
Meningkatkan kepadatan dan menjaga kesehatan tulang dengan mengonsumsi vitamin D dan kalsium.
-
Tidak merokok dan hindari mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
-
Menciptakan lingkungan rumah yang aman untuk diri sendiri maupun untuk keluarga.
Itulah informasi mengenai fraktur atau patah tulang yang perlu diketahui. Apabila Anda membutuhkan penanganan atau perawatan untuk patah tulang, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter spesialis ortopedi kami.
Anda juga dapat memesan paket Fisioterapi dari Siloam at Home yang praktis dan mudah karena dilayani langsung di rumah Anda. Fisioterapi adalah tindakan rehabilitasi untuk menghindari atau meminimalkan keterbatasan fisik akibat cedera atau penyakit. Fisioterapi bisa dilakukan untuk semua kalangan usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia.
Gunakan juga aplikasi MySiloam yang memberikan berbagai kemudahan bagi Anda dalam mengakses layanan kesehatan, mulai dari membuat janji temu hingga melihat hasil pemeriksaan. Unduh MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Immune Booster - Homecare
Multivitamin Booster
Rp390.000
TERPOPULER
Multivitamin Booster - Homecare
Multivitamin Booster
Rp750.000
TERPOPULER
Fisioterapi (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp399.000
TERPOPULER
Fisioterapi (6x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp3.300.000
TERPOPULER
Homecare Bugar
4 Service/Item
Rp800.000
TERPOPULER
Homecare Prima
6 Service/Item
Rp1.500.000







