Kesehatan Tubuh
Mengenal Penyebab Umum Cedera Mata dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Trauma mata atau cedera mata adalah suatu kondisi yang umum terjadi. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beragam faktor, seperti masuknya benda asing ke mata. Gejala dan tingkat keparahannya juga berbeda-beda, tergantung dari penyebab cedera. Mari ketahui apa saja penyebab cedera mata dan langkah-langkah untuk mengatasinya melalui artikel di bawah ini.
Penyebab Cedera Mata
Cedera mata dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti mata merah, mata sakit atau nyeri, penglihatan kabur, hingga perdarahan pada mata. Gejala yang muncul pun bisa berbeda-beda, tergantung dari penyebabnya. Berikut adalah uraian mengenai sejumlah penyebab umum cedera pada mata yang penting untuk diketahui.
1. Benda Asing yang Masuk ke Mata
Masuknya benda asing ke mata, seperti debu, pasir, serbuk, serpihan logam, kayu, dan serpihan kaca merupakan penyebab paling umum dari cedera mata. Selain itu, lensa kontak atau softlens juga dapat menyebabkan cedera pada mata jika terlalu lama digunakan.
Ketika benda asing masuk atau menancap ke mata secara tidak sengaja, maka akan timbul rasa mengganjal atau sakit di mata yang disertai dengan mata berair, merah, dan lebih sensitif terhadap cahaya.
Masuknya benda asing ke mata bisa mengenai kornea (lapisan transparan yang menutupi bagian berwarna pada bola mata) atau sklera (bagian putih mata) dan mengakibatkan kerusakan pada kornea (ulkus kornea). Jika hal ini terjadi, gejala yang ditimbulkan bisa lebih parah karena kedua bagian tersebut merupakan jalan masuknya cahaya.
2. Paparan Bahan Kimia
Paparan bahan kimia juga dapat menyebabkan cedera pada mata yang disertai sensasi terbakar atau tersengat. Cedera mata akibat bahan kimia atau chemical eye injury (CEI) merupakan keadaan darurat akut yang dapat mengancam penglihatan dan nyawa. Penyakit ini biasanya terjadi di rumah atau di tempat kerja.
Trauma atau cedera mata yang disebabkan oleh bahan yang bersifat basa (alkali), seperti cairan pembersih atau pemutih lebih cepat merusak dan lebih mudah menembus kornea dibandingkan dengan bahan yang asam.
Sedangkan trauma atau cedera mata karena bahan yang bersifat asam akan menyebabkan terbentuknya koagulasi jaringan yang dapat menghambat penetrasi dan membatasi kerusakan mata.
Selain itu, Iritan seperti alkohol dapat menyebabkan kerusakan epitel superfisial mata. Paparan bahan kimia yang parah dapat mengenai seluruh struktur mata bagian depan sehingga bisa menyebabkan kelainan atau kerusakan pada iris, pupil, dan lensa.
Kesimpulannya, kerusakan struktur dan fungsi mata ditentukan oleh jenis kimia, durasi paparan, dan kecepatan penanganan trauma. Pencegahan kerusakan lebih lanjut bisa dilakukan dengan mencuci mata dengan air mengalir yang bersih dan hangat secara terus-menerus sesaat setelah terkena paparan.
3. Mata Terbentur
Benturan pada mata yang cukup keras, misalnya karena terkena bola bisbol, shuttlecock, batu, atau kepalan tangan dapat menyebabkan cedera pada mata, seperti kerusakan kelopak mata, otot-otot mata, dan tulang yang mengelilingi mata. Jika tingkat cedera tergolong ringan, benturan biasanya hanya menyebabkan kelopak mata menjadi bengkak dan memar. Namun, jika tingkat cedera lebih parah, penderita bisa saja mengalami perdarahan di dalam mata.
Benturan yang cukup keras juga dapat menyebabkan tulang-tulang di sekitar mata patah. Kondisi ini terkadang membuat otot-otot mata terperangkap di dalam tulang yang patah, sehingga harus segera dioperasi.
4. Paparan Radiasi
Penyebab cedera mata berikutnya adalah paparan radiasi, salah satunya radiasi sinar ultraviolet (UV). Paparan sinar UV yang berlebihan dapat menyebabkan mata terbakar dan menimbulkan sejumlah keluhan, seperti mata merah, perih, sensitif terhadap cahaya, serta rasa mengganjal di mata.
Dalam jangka panjang, paparan sinar matahari yang berlebihan maupun bentuk radiasi lainnya dapat meningkatkan risiko terjadinya katarak dan degenerasi makula.
5. Perdarahan Subkonjungtiva
Cedera pada mata juga dapat disebabkan oleh perdarahan subkonjungtiva, yaitu kondisi ketika pembuluh darah kecil (kapiler) yang berada di konjungtiva pecah sehingga darahnya akan merembes ke bawah konjungtiva (subkonjungtiva). Secara umum, gejala cedera mata yang satu ini adalah munculnya bercak merah darah di bagian putih mata (sklera).
Meski terlihat menakutkan, kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya dan bisa menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari atau pekan. Segera konsultasikan ke dokter apabila perdarahan menyebabkan penurunan kemampuan penglihatan.
6. Goresan di Mata
Jari tangan atau benda lain yang tidak sengaja menusuk mata dapat menyebabkan cedera mata berupa goresan pada kornea (lapisan bening di atas mata). Goresan tersebut dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti mata berair, merah, nyeri, sensitif terhadap cahaya, serta penglihatan kabur.
Goresan yang kecil biasanya dapat membaik dengan sendirinya. Namun, goresan yang menimbulkan luka lebih dalam berisiko menyebabkan masalah penglihatan jangka panjang.
Cara Mengatasi Cedera Mata
Penanganan cedera pada mata berbeda-beda, tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Kendati demikian, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan saat mengalami cedera pada mata yang penting untuk diketahui, di antaranya adalah sebagai berikut.
A. Hindari Menggosok Mata
Saat mengalami cedera mata, hindari menggosok atau mengucek mata dengan tangan, sekalipun mata terasa nyeri atau mengganjal. Sebab, tindakan ini justru dapat memperburuk kerusakan pada mata. Di samping itu, mengucek mata juga bisa meningkatkan risiko infeksi di dalam mata.
B. Mengompres Mata
Pada kasus cedera mata yang disebabkan oleh benturan atau pukulan, cobalah memberikan kompres dingin di bagian mata yang cedera dan mengonsumsi obat antinyeri sesuai dengan anjuran dokter setelah berkonsultasi.
C. Membasuh Mata
Cedera mata yang disebabkan oleh masuknya benda asing, seperti debu dan pasir biasanya akan sembuh dengan cara mengedipkan mata berulang-ulang. Namun, jika upaya ini tidak berhasil, cobalah membasuh mata dengan air mengalir yang bersih dan hangat.
Membasuh mata dengan air mengalir juga bisa menjadi langkah pertolongan pertama pada cedera mata yang disebabkan oleh bahan kimia. Meski begitu, cedera mata akibat bahan kimia tetap memerlukan pemeriksaan dokter mata sesegera mungkin agar tidak terjadi cedera yang lebih serius.
D. Periksakan ke Dokter
Cedera atau trauma pada mata yang bersifat ringan umumnya dapat ditangani sendiri. Namun, apabila gejala tetap belum membaik setelah melakukan langkah-langkah di atas atau jika Anda mengalami satu atau lebih kondisi di bawah ini, segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata.
-
Penurunan atau kehilangan penglihatan.
-
Kelopak mata robek.
-
Bengkak pada mata.
-
Penglihatan ganda.
-
Nyeri yang sangat berat di sekitar mata dan alis.
-
Sakit kepala.
-
Mata terkena bahan kimia.
-
Terdapat benda tajam di mata seperti potongan logam atau kaca.
Cedera mata dapat dicegah dengan memakai peralatan yang tepat untuk melindungi mata. Gunakanlah kacamata pelindung saat sedang melakukan olahraga atau aktivitas yang memiliki risiko tinggi untuk menyebabkan cedera mata. Kenakan pelindung mata saat Anda sedang menggunakan bahan kimia, menggunakan alat seperti pemotong rumput, atau gergaji kayu.
Pastikan Anda juga menyimpan bahan kimia di tempat yang aman. Simpanlah deterjen, pembersih, pemutih, atau bahan kimia lainnya jauh dari jangkauan anak-anak. Lindungi mata Anda saat menggunakan produk atau bahan tersebut.
Jika mengalami gejala-gejala yang mengarah pada cedera mata, Anda dapat langsung mengunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter spesialis mata.
Selain itu, Anda juga bisa memesan layanan Kunjungan Dokter Umum dan Perawat melalui aplikasi MySiloam yang memungkinkan Anda mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa perlu keluar rumah. Mari unduh MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Hidup Sehat 1 - Homecare
Tes Laboratorium & Medical Check Up Homecare
8 Service/Item
Rp1.025.000
TERPOPULER
Kunjungan Dokter Umum - Homecare
Kunjungan Dokter Umum
Rp650.000
TERPOPULER
Homecare Bugar
4 Service/Item
Rp800.000
TERPOPULER
Homecare Prima
6 Service/Item
Rp1.500.000
TERPOPULER
Kunjungan Dokter Umum dan Perawat - Homecare
Kunjungan Dokter Umum
Rp1.100.000







