Kesehatan Tubuh
Apa itu Memar? Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Table of Contents
Memar adalah perubahan warna kulit yang umumnya muncul akibat trauma berupa benturan benda keras. Memar pada kulit terjadi karena pembuluh darah kecil di bawah kulit pecah atau rusak, sehingga darah merembes ke jaringan di sekitarnya dan membeku.
Memar ditandai dengan kulit tampak berwarna merah, kebiruan, ungu, atau hitam dan disertai dengan nyeri. Lantas, apakah memar selalu disebabkan oleh cedera atau benturan? Ternyata tidak. Memar juga bisa muncul karena faktor lainnya. Mari simak penjelasan selengkapnya di sini.
Apa itu Memar?
Lebam atau memar adalah perubahan yang terjadi pada warna kulit akibat pecahnya pembuluh darah kecil (pembuluh kapiler) di bawah kulit. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya cedera traumatis yang dipicu oleh luka sayatan atau benturan.
Pada kondisi memar, pecahnya pembuluh darah hanya terjadi di bagian dalam kulit, sehingga darah yang keluar dari pembuluh akan menumpuk di bawah permukaan kulit dan menimbulkan bercak warna kemerahan, keunguan, atau kebiruan pada permukaan kulit.
Jenis Memar
Berdasarkan bentuk dan penyebabnya, memar terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:
- Black eye/racoon eyes/periorbital hematoma: Memar di area sekitar mata yang terbentuk akibat trauma hantaman benda keras atau adanya perdarahan pada tulang tengkorak yang menopang bagian bawah otak.
- Senile purpura: Jenis memar ini disebabkan oleh kulit yang kering, menipis, dan rentan terluka karena penuaan.
- Petechiae: Jenis memar yang satu ini ditandai dengan titik-titik merah kecil di permukaan kulit.
- Purpura: Seseorang mengalami jenis memar ini ketika ada perdarahan ringan di bagian bawah kulit. Purpura berukuran lebih besar daripada petechiae.
- Hematoma: Memar jenis ini biasanya disertai dengan pembengkakan dan rasa nyeri. Hematoma disebabkan oleh cedera atau benturan keras di kulit. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi tanpa sebab yang jelas sebelumnya.
Penyebab Memar
Memar dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Namun, beberapa faktor paling umum yang menjadi penyebab memar adalah sebagai berikut:
- Benturan: Sebagian besar kasus memar terjadi atau dipicu oleh cedera akibat benturan, keseleo, atau kecelakaan.
- Faktor usia: Meski dapat terjadi pada siapa saja, memar lebih banyak dialami oleh lansia karena kondisi kulit dan jaringan penyokong pembuluh darahnya semakin tipis. Di samping itu, lansia juga lebih rentan terjatuh.
- Konsumsi obat-obatan pengencer darah.
- Kekurangan vitamin tertentu, salah satunya vitamin K yang berperan penting dalam proses pembekuan darah. Rendahnya kadar vitamin K dapat menyebabkan tubuh lebih rentan lebam.
Selain dipicu oleh beberapa faktor di atas, memar juga bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda-tanda adanya kelainan darah. Beberapa kondisi yang sering kali menjadi penyebab memar tanpa sebab di antaranya:
- Hemofilia.
- Penyakit Von Willebrand (kelainan darah yang menyebabkan darah tidak bisa menggumpal dengan baik).
- Penyakit defisiensi faktor II,V, VII atau X.
- Trombositopenia (kekurangan kadar trombosit).
- Leukemia.
- Idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP).
- Disseminated intravascular coagulation (DIC).
Gejala Memar
Gejala memar umumnya terlihat dari adanya perubahan pada warna kulit menjadi kemerahan, lalu berubah kebiruan atau menjadi ungu gelap setelah beberapa jam. Perubahan warna ini muncul sebagai bercak di bagian tubuh tertentu. Biasanya, memar akan disertai rasa nyeri saat disentuh.
Setelah beberapa hari, bercak memar tersebut akan berubah warna menjadi kekuningan atau kehijauan. Kondisi ini menandakan bahwa memar/lebam tersebut sudah mulai sembuh dan akan memudar dengan sendirinya. Berbeda dengan luka, memar tidak menimbulkan kerusakan kulit, sehingga tidak berisiko infeksi.
Sementara itu, beberapa gejala yang perlu diwaspadai akibat memar adalah sebagai berikut:
- Memar membengkak dan nyeri meski hanya disebabkan oleh cedera ringan.
- Ukuran memar cukup besar.
- Lebam memerlukan waktu lebih lama untuk memudar.
- Memar muncul dalam jumlah banyak namun tanpa penyebab yang jelas.
- Mengalami perdarahan lebih lama setelah cedera atau terluka.
Cara Mengobati Memar
Memar akibat cedera ringan biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2–4 minggu. Namun, terdapat beberapa cara menghilangkan memar yang bisa dilakukan agar luka memar lebih cepat memudar, yaitu:
1. Beristirahat
Apabila mengalami bengkak dan nyeri akibat memar, penderita disarankan untuk mengistirahatkan bagian yang memar. Batasi aktivitas yang melibatkan bagian tubuh tersebut agar bengkak dan nyeri tidak semakin parah.
2. Memberikan Kompres Dingin
Kompres dingin bisa digunakan untuk mengatasi memar yang baru saja terjadi. Caranya yaitu dengan membungkus es batu pada kain atau handuk, kemudian tempelkan pada memar selama 15–20 menit. Mengompres menggunakan air es pada daerah yang memar berguna untuk mengurangi bengkak dan nyeri serta menyempitkan pembuluh darah yang cedera agar memar tidak semakin meluas.
3. Membebat Luka
Cara mengobati memar berikutnya bisa juga dengan membebat bagian yang memar menggunakan perban elastis, namun jangan terlalu kencang. Tujuan membalut memar adalah mencegahnya agar pembengkakan tidak semakin parah serta meringankan rasa nyeri.
4. Mengompres Air Hangat
Salah satu cara alami mengatasi rasa sakit akibat memar adalah memberikan kompres air hangat. Namun, berbeda dengan kompres dingin, cara ini sebaiknya dilakukan dua hari setelah memar dikompres dingin. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan aliran darah, sehingga pembekuan darah dapat diserap lebih cepat dan warna memar akan memudar.
5. Mengonsumsi Obat Anti Nyeri
Apabila berbagai cara di atas dirasa kurang membuahkan hasil, sebaiknya penderita segera berkonsultasi dengan dokter. Biasanya, dokter akan meresepkan obat anti nyeri untuk mengurangi rasa nyeri akibat memar.
Itulah informasi seputar penyebab memar dan cara mengatasinya. Apabila Anda mengalami memar yang tak kunjung membaik, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan diagnosis serta penanganan secara tepat.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Armina Haramaini, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







