Leukemia pada Anak, Gejala, & Penyebabnya
Kesehatan Tubuh

Leukemia pada Anak, Gejala, & Penyebabnya

28 April 2026 5 menit waktu baca
leukemia pada anak

Leukemia adalah salah satu jenis kanker yang sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini menyerang jaringan pembentuk darah di sumsum tulang, sehingga produksi sel darah normal terganggu. Gejala leukemia pada anak dapat beragam, mulai dari mudah sakit, pucat, demam berulang, hingga mudah memar. Lantas, apakah leukemia pada anak bisa disembuhkan? Simak penjelasannya melalui artikel berikut ini.

 

Apa Itu Leukemia pada Anak?

 

Leukemia adalah jenis kanker darah yang terdiri atas beberapa jenis. Jenis yang paling sering menyerang anak-anak adalah leukemia limfoblastik akut (LLA) dan leukemia mieloid akut (LMA). Leukemia disebabkan oleh pertumbuhan sel darah putih (leukosit) yang tidak normal di dalam sumsum tulang. Sel tersebut kemudian menyebar dalam peredaran darah.

 

Pertumbuhan sel abnormal tersebut berlangsung sangat cepat sehingga menekan jumlah sel darah yang sehat. Akibatnya, sel darah putih yang berperan penting dalam sistem imun, menimbulkan risiko lebih tinggi pada anak.

 

Lantas, apakah leukemia pada anak bisa disembuhkan? Sebagian besar kasus leukemia yang menyerang anak dan remaja dapat disembuhkan melalui penanganan secara tepat dan sedini mungkin.

 

Menurut American Cancer Society, tingkat kelangsungan hidup 5 tahun leukemia limfoblastik akut pada anak mencapai sekitar 90% dan sekitar 65–70% pada leukemia mieloid akut. Namun, perlu diingat bahwa berbagai faktor dapat memengaruhi angka tersebut, seperti usia, jenis kelamin, perubahan kromosom atau gen, respons terhadap pengobatan, dan sebagainya.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Leukemia pada Anak

 

Penyebab leukemia pada anak belum diketahui secara spesifik. Meski begitu, terdapat dugaan bahwa perubahan atau mutasi genetik menjadi faktor penyebab penyakit ini. Perubahan genetik ini dapat terjadi secara spontan sebelum kelahiran atau pada masa awal kehidupan anak, sehingga tidak selalu bersifat herediter (diturunkan dari orang tua).

 

Meskipun penyebab pastinya masih diteliti, terdapat beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko seorang anak terkena leukemia. Penting untuk dicatat bahwa memiliki satu atau lebih faktor risiko berikut bukan berarti seorang anak pasti akan menderita leukemia. Sebaliknya, sebagian besar anak yang terdiagnosis leukemia justru tidak memiliki faktor risiko yang jelas.

 

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko leukemia pada anak:

 

  • Faktor lingkungan (sering terpapar zat berbahaya seperti radiasi, zat kimia, dan polusi udara).

  • Kembar identik dengan pengidap leukemia.

  • Mengidap kondisi medis tertentu yang disebabkan oleh mutasi genetik, seperti Down syndrome.

  • Sedang atau pernah menjalani perawatan yang menekan sistem kekebalan tubuh setelah transplantasi organ.

  • Memiliki keluarga (saudara kandung) yang menderita penyakit serupa.

  • Terkena paparan radiasi dari kemoterapi atau terapi radiasi lain untuk pengobatan kanker lainnya.

  • Beberapa infeksi virus diduga berkaitan pada kondisi tertentu.

 

Gejala Leukemia pada Anak

 

Gejala leukemia pada anak dapat berbeda-beda, tergantung dari jenis, keparahan, dan penyebarannya. Namun, gejala leukemia pada anak umumnya ditandai dengan tubuh yang mudah terserang infeksi atau penyakit. Hal ini dikarenakan rendahnya sel darah putih sehingga fungsi sistem kekebalan tubuh menurun.

 

Gejala leukemia pada anak juga bisa ditandai dengan anemia karena menurunnya kadar sel darah merah akibat tumbuhnya sel kanker. Lebih lanjut, sejumlah gejala lainnya yang biasa dialami anak-anak dan remaja penderita leukemia adalah:

 

  • Pusing dan nyeri kepala.

  • Penurunan berat badan.

  • Nafsu makan menurun.

  • Demam.

  • Nyeri sendi dan tulang pada anak.

  • Pembengkakan dan nyeri di perut anak.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di beberapa bagian tubuh, seperti leher dan selangkangan.

  • Sesak napas atau masalah pernapasan lainnya.

  • Kelelahan dan lemas.

  • Kulit pucat.

  • Mudah memar dan berdarah.

 

Diagnosis Leukemia pada Anak

 

Dokter akan melakukan anamnesis terlebih dahulu tentang gejala dan riwayat kesehatan anak. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan meminta pasien untuk menjalani rangkaian pemeriksaan medis seperti:

 

  • Tes darah untuk melihat kondisi dan mengukur jumlah sel darah.

  • Biopsi sumsum tulang untuk mengetahui ada tidaknya sel kanker dalam bagian tubuh tersebut dengan mengambil sampel jaringan dari sumsum tulang.

  • Biopsi kelenjar getah bening untuk mengetahui penyebaran sel kanker dengan mengambil sampel jaringan kelenjar getah bening.

  • Tes pungsi lumbal untuk memeriksa penyebaran sel kanker leukemia dalam cairan serebrospinal pada sumsum tulang belakang dan otak.

  • Tes genetik untuk mengetahui ada tidaknya mutasi gen pada pasien.

  • Tes pemindaian seperti rontgen, USG, CT scan, dan MRI bila diperlukan.

 

Pengobatan Leukemia pada Anak

 

Pengobatan leukemia pada anak akan disesuaikan dengan jenis leukemia yang diderita. Sebelum itu, dokter biasanya akan mengobati kondisi yang menyertainya terlebih dahulu. Misalnya, dokter akan meresepkan antibiotik dan melakukan transfusi darah untuk mengatasi infeksi atau perdarahan yang dialami si kecil.

 

Setelah itu, dokter akan memberikan pengobatan leukemia pada anak yang tepat melalui beberapa perawatan, seperti:

 

Kemoterapi adalah terapi utama yang banyak diterapkan pada pasien leukemia. Melalui perawatan ini, anak akan mendapatkan obat antikanker yang dimasukkan melalui mulut, cairan tulang belakang, atau pembuluh darah vena.

  • Terapi obat.

Terapi obat biasanya dibarengi dengan kemoterapi, namun bisa juga dilakukan sebagai pengobatan tunggal. Tujuan terapi ini adalah mengendalikan sel kanker agar tidak semakin berkembang dan menyebar.

Radioterapi adalah perawatan menggunakan sinar berenergi tinggi yang bertujuan menghancurkan sel kanker sekaligus mencegahnya menyebar ke seluruh tubuh. Radioterapi hanya digunakan pada kondisi tertentu.

  • Transplantasi sel punca (stem cell).

Transplantasi sel punca adalah prosedur penanaman sel punca sehat dari pendonor ke tubuh pasien. Sel punca (stem cell) merupakan sel yang mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel lainnya. Transplantasi sel punca untuk pengobatan kanker bertujuan agar sel punca ini dapat menggantikan pertumbuhan sel-sel kanker yang tidak normal. Pengobatan ini biasanya dilakukan apabila perawatan lainnya tidak efektif untuk mengatasi leukemia.

 

Penting untuk diketahui bahwa informasi dalam artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Beberapa gejala yang disebutkan pun tidak secara spesifik mewakili leukemia pada anak mengingat gejala-gejala tersebut juga dapat mengindikasikan kondisi medis lainnya.

 

Mengingat leukimia merupakan kondisi medis yang berat, dapat dipahami jika pasien mempertimbangkan pendapat medis kedua (second opinion) untuk meninjau ulang rencana penanganan yang disarankan. Dalam hal ini, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

 

Dengan adanya teknologi medis canggih dan tim dokter berpengalaman, Anda bisa memperoleh tinjauan medis tambahan di Indonesia, tanpa harus ke luar negeri. Pertimbangkan selalu reputasi serta layanan kesehatan berstandar internasional ketika memilih rumah sakit kanker terbaik untuk berobat atau mencari second opinion guna mendapatkan informasi menyeluruh tentang diagnosis dan rencana terapi Anda.

 

Oleh karena itu, apabila Anda mencurigai adanya tanda-tanda tak biasa pada anak, seperti penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas disertai tubuh mudah mengalami memar, segera kunjungi Dokter Spesialis Anak Subspesialis Hematologi Onkologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat serta penanganan yang tepat. 

 

Untuk kemudahan akses layanan, Anda juga dapat menghubungi Siloam Medical Concierge guna memperoleh informasi jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis yang tersedia. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.

 

second opinion dokter spesialis

Dokter Kami
dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anggun-kusumasari-spa-msc

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail