Leukemia Mieloid Akut - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Leukemia Mieloid Akut - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

28 Mei 2025 3 menit waktu baca
leukemia mieloid akut

Leukemia mieloid akut atau acute myeloid leukemia (AML) adalah jenis kanker darah (leukemia) yang memengaruhi sel-sel mieloid. AML sebagian besar menyerang sel-sel yang belum berkembang sempurna sehingga sel tersebut tidak berkembang seperti normalnya. Simak penjelasan selengkapnya tentang leukemia mieloid akut di bawah ini.

 

Apa itu Leukemia Mieloid Akut?

 

Leukemia mieloid akut (acute myeloid leukemia/AML) adalah jenis leukemia yang berasal dari sel-sel mieloid. Kondisi ini memicu terjadinya peningkatan jumlah sel-sel darah yang belum matang (myeloblast). Myeloblast berkembang dengan sangat cepat hingga menggantikan sel darah sehat di dalam sumsum tulang. Akibatnya, penderita AML menjadi lebih rentan terserang penyakit karena myeloblast tidak mampu melawan infeksi di dalam tubuh.

 

Hal ini juga mengganggu pembentukan sel darah merah dan trombosit, yang seharusnya berfungsi untuk mengangkut oksigen dan mencegah pendarahan. Akibat terganggunya proses tersebut, jumlah sel darah merah yang mengangkut oksigen dan trombosit di dalam tubuh menjadi berkurang dan menyebabkan gangguan seperti anemia dan mudah berdarah atau memar.

 

Penyebab Leukemia Mieloid Akut

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab leukemia mieloid akut. Dalam kebanyakan kasus, tidak ada penyebab yang dapat diidentifikasi. Namun, terdapat beberapa faktor yang diketahui bisa meningkatkan risiko leukemia mieloid akut, di antaranya:

 

  • Perokok.

  • Kerap terpapar bahan kimia berbahaya, seperti benzene.

  • Pernah menjalani kemoterapi atau radioterapi sebelumnya.

  • Memiliki daya tahan tubuh lemah, misalnya baru menjalani transplantasi organ.

  • Mengidap kelainan genetik tertentu, seperti Down syndrome.

  • Memiliki keluarga dengan riwayat AML.

 

Berdasarkan penyebabnya, AML dapat dikategorikan menjadi 3 tipe utama yaitu:

 

  • AML primer atau de novo yang muncul secara spontan.

  • AML sekunder (s-AML), yang berkembang dari kelainan mieloproliferatif sebelumnya.

  • AML terkait terapi, akibat paparan agen kemoterapi, terapi radiasi, atau bahan beracun.

 

Gejala Leukemia Mieloid Akut

 

Gejala leukemia mieloid akut biasanya berkembang dalam beberapa minggu dan semakin memburuk dari waktu ke waktu. Namun, pada tahap awal, AML dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan flu, meliputi demam, mudah lelah, sakit kepala, keringat berlebihan, dan tidak nafsu makan.

 

Ketika sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain, maka beberapa gejala yang bisa muncul adalah sebagai berikut:

 

 

Diagnosis Leukemia Mieloid Akut

 

Untuk mendiagnosis leukemia mieloid akut, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien beserta keluarga. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Dokter umumnya juga meminta pasien untuk menjalani serangkaian pemeriksaan penunjang, di antaranya:

 

  • Pemeriksaan darah.

  • Aspirasi sumsum tulang.

  • Pungsi lumbal.

  • Tes pencitraan dengan rontgen, USG, atau CT scan.




Pengobatan Leukemia Mieloid Akut

 

AML harus diobati sesegera mungkin karena jenis kanker ini bisa berkembang dengan cepat. Pengobatan leukemia mieloid akut akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan pasien. Kendati demikian, secara umum, pengobatan kondisi ini terbagi menjadi dua tahap. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • Terapi induksi remisi: Pada tahap ini, pasien akan menjalani kemoterapi yang bisa berlangsung selama 3–4 minggu, tergantung dari kondisi pasien.

  • Terapi konsolidasi atau pascaremisi: Tahap ini fokus untuk membunuh sisa-sisa sel kanker yang tertinggal selama tahap pertama. Adapun beberapa terapi yang bisa dilakukan pada tahap ini, di antaranya:

    • Kemoterapi lanjutan.

    • Transplantasi sumsum tulang.

    • Terapi target.

 

Sebagai informasi, tanda dan gejala di atas tidak spesifik mewakili kondisi AML. Dengan kata lain, penyebab gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Guna memperoleh perawatan kanker yang efektif, tepercaya, serta berkualitas prima, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Sebagai pusat unggulan kanker di Siloam Hospitals Group, MRCCC menyediakan beragam layanan kesehatan untuk menangani kanker, mulai dari deteksi dini, onkologi bedah, kemoterapi, radioterapi, dan lain sebagainya.

 

Digital Booking Laboratorium

message

ArticleDetail