Leukemia Limfoblastik Akut - Penyebab, Gejala, & Pengobatan
Kesehatan Tubuh

Leukemia Limfoblastik Akut - Penyebab, Gejala, & Pengobatan

28 Mei 2025 6 menit waktu baca
leukemia limfoblastik akut

Leukemia limfoblastik akut atau acute lymphoblastic leukemia (ALL) adalah jenis kanker langka yang memengaruhi sel darah dan sumsum tulang (jaringan spons di dalam tulang yang merupakan tempat produksi sel darah). 

 

Kondisi ini dikatakan akut karena penyakit dapat muncul dan berkembang dengan cepat, sedangkan limfoblastik mengacu pada sel darah putih limfoblas, yaitu sel limfosit yang belum matang. Mari pahami lebih lanjut tentang ALL melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Leukemia Limfoblastik Akut?

 

Leukemia limfoblastik akut (acute lymphoblastic leukemia/ALL) adalah salah satu jenis kanker darah atau leukemia yang bermula dari limfoblas atau limfosit (salah satu jenis sel darah putih dalam sumsum tulang). Sumsum tulang sendiri merupakan bagian dalam tulang yang lembut dan berfungsi sebagai tempat produksi sel-sel darah baru.

 

ALL cenderung berkembang dengan cepat, yaitu dalam beberapa hari atau minggu. Ini merupakan jenis leukemia pada anak yang paling umum, tetapi juga bisa menyerang orang dewasa. Leukemia limfoblastik akut disebut juga dengan leukemia limfositik akut.

 

Jenis Leukemia Limfoblastik Akut

 

Leukemia limfoblastik akut memiliki beberapa jenis dan subkelompok. Hal ini dibagi berdasarkan struktur dan ciri-ciri sel leukemia, serta apakah sel tersebut memengaruhi limfosit B atau T. Pengobatan antara keduanya pun berbeda. Berikut uraian selengkapnya tentang jenis-jenis ALL.

 

  • B cell acute lymphoblastic leukemia (B cell ALL): Ini adalah jenis ALL yang paling umum pada orang dewasa dan memengaruhi limfosit sel B. Sekitar 75 dari 100 penderita ALL memiliki tipe ini. B cell ALL dibagi menjadi beberapa subkelompok, salah satu yang paling umum adalah precursor B cell ALL.

  • T cell acute lymphoblastic leukemia (T cell ALL): Tipe ini lebih sering terjadi pada orang dewasa muda dan berjenis kelamin pria. Sekitar 25 dari 100 (25%) penderita ALL memiliki T cell ALL

  • Philadelphia positive ALL: Kondisi ini terjadi ketika gen yang disebut ABL1 pada kromosom 9 terputus dan menempel pada gen yang disebut BCR di kromosom 22. Philadelphia positive ALL dapat menyerang B cell maupun T cell.

 

Penyebab Leukemia Limfoblastik Akut

 

Leukemia limfoblastik akut terjadi ketika sel-sel sumsum tulang mengalami mutasi pada DNA-nya. DNA berisi instruksi mengenai apa yang harus dilakukan oleh sel, termasuk kapan sel harus tumbuh dan mati. Namun, mutasi ini menyebabkan sel-sel tersebut menjadi tumbuh dan membelah terus-menerus.

 

Hal ini menyebabkan produksi sel darah menjadi tidak terkendali. Sumsum tulang kemudian menghasilkan sel yang belum matang yang berkembang menjadi sel darah putih leukemia yang disebut limfoblas. Sel-sel tersebut tidak berfungsi dengan baik sehingga menumpuk dan mendesak sel-sel yang sehat.

 

Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan mutasi DNA yang memicu terjadinya leukemia limfoblastik akut tersebut. Kendati demikian, ada beberapa faktor risiko yang diketahui dapat meningkatkan risiko terbentuknya jenis leukemia ini, di antaranya:

 

  • Berjenis kelamin laki-laki.

  • Berusia di bawah 15 tahun.

  • Pernah menjalani kemoterapi atau terapi radiasi sebelumnya.

  • Kelainan genetik, seperti Down syndrome, neurofibromatosis, sindrom Klinefelter, dan sindrom Shwachman-Diamond.

 

Gejala Leukemia Limfoblastik Akut

 

Gejala leukemia limfoblastik akut biasanya tidak begitu signifikan pada tahap awal dan hampir mirip dengan berbagai kondisi medis lain. Namun, gejala tersebut bisa semakin berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu. Secara umum, beberapa gejala leukemia limfoblastik akut adalah sebagai berikut:

 

  • Mudah berdarah, seperti gusi berdarah atau mimisan.

  • Mudah memar.

  • Tampak lebih pucat.

  • Cepat lelah.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

  • Demam.

  • Nyeri pada tulang atau persendian.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening, biasanya di leher, ketiak, atau selangkangan.

  • Pembesaran hati atau limpa.

  • Sesak napas.

 

Diagnosis Leukemia Limfoblastik Akut

 

Dalam proses penegakan diagnosis leukemia limfoblastik akut, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala serta riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk melihat tanda dan gejala yang ditunjukkan pasien.

 

Guna mengonfirmasi diagnosis, dokter biasanya juga meminta pasien menjalani serangkaian pemeriksaan yang meliputi:

 

  • Tes darah. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan kadar sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit, serta sel blast (sel yang yang belum matang yang biasanya ditemukan dalam sumsum tulang).

  • Tes sumsum tulang. Pemeriksaan ini dilakukan melalui prosedur aspirasi dan biopsi sumsum tulang untuk mengambil sampel. Kemudian, sampel tersebut akan diuji di laboratorium. 

  • Tes pencitraan, seperti sinar-X, CT scan, atau USG. Pemeriksaan ini akan membantu dokter melihat apakah kanker sudah mengalami penyebaran (metastasis) ke otak, sumsum tulang belakang, atau bagian tubuh lainnya.



Perlu diketahui bahwa tingkat keparahan atau penyebaran leukemia limfoblastik tidak didasarkan pada stadium, seperti kanker pada umumnya. Pada ALL, tingkat keparahannya ditentukan oleh:

 

  • Usia pasien.

  • Hasil tes laboratorium, salah satunya jumlah sel darah putih yang terdeteksi dalam sampel darah. 

  • Jenis limfosit yang terlibat, sel B atau sel T.

  • Perubahan genetik spesifik yang ada pada sel leukemia.

 

Pengobatan Leukemia Limfoblastik Akut

 

Secara umum, pengobatan acute lymphoblastic leukemia dibagi menjadi beberapa fase, dimulai dari terapi induksi, terapi konsolidasi, terapi pemeliharaan, dan terapi pencegahan. Berikut uraian selengkapnya.

 

  • Terapi induksi: Fase pertama pengobatan ini bertujuan untuk membunuh sebagian besar sel leukemia di dalam darah dan sumsum tulang, serta mengembalikan produksi sel darah normal. Obat-obatan yang biasanya digunakan pada fase ini adalah antrasiklin, vincristine, 1-asparaginase, dan kortikosteroid.

  • Terapi konsolidasi: Tahap ini disebut juga terapi pascaremisi. Tujuannya adalah menghancurkan sel leukemia yang tersisa di dalam tubuh menggunakan obat-obatan kemoterapi.

  • Terapi pemeliharaan (maintenance): Tahap ini bertujuan untuk mencegah sel leukemia tumbuh kembali. Terapi ini menggunakan obat 6-merkaptopurin atau metotreksat yang diberikan seminggu sekali atau sebulan sekali, dengan dosis yang umumnya lebih rendah.

  • Terapi pencegahan pada sumsum tulang: Selama fase terapi berlangsung, pasien bisa menerima pengobatan tambahan untuk membunuh sel kanker yang berada di sistem saraf pusat.

 

Tergantung dari kondisi masing-masing pasien, fase pengobatan untuk ALL dapat berlangsung selama 2–3 tahun. Adapun perawatan yang umumnya digunakan dalam fase pengobatan ALL adalah sebagai berikut:

 

  • Kemoterapi.

  • Terapi radiasi (radioterapi).

  • Terapi target.

  • Transplantasi sumsum tulang.

  • Rekayasa sel kekebalan untuk melawan leukemia. Prosedur ini disebut dengan terapi sel T reseptor antigen chimeric (chimeric antigen receptor (CAR)-T). Prosedur ini mengambil sel T yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Lalu, sel T akan direkayasa, kemudian dimasukkan kembali ke tubuh untuk melawan sel kanker. Terapi ini dapat digunakan selama fase terapi konsolidasi atau untuk mengobati kekambuhan.



Komplikasi Leukemia Limfoblastik Akut

 

Pada saat pasien menjalani kemoterapi, komplikasi sindrom lisis tumor mungkin saja terjadi. Sindrom ini ditandai dengan beberapa gejala yaitu meningkatnya kadar asam urat, kalium, dan fosfat, serta menurunnya kadar kalsium. Terkadang, sindrom ini juga bisa disertai dengan gagal ginjal.

 

Perlu dipahami bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi ALL. Dengan kata lain, tanda dan gejala yang disebutkan mungkin terjadi pada kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak Subspesialis Hemato-Onkologi di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.

 

Penting pula untuk dicatat bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.


Apabila ingin mendapatkan perawatan komprehensif untuk kanker, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. MRCCC Siloam Hospitals menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk penanganan kanker, mulai dari deteksi dini, onkologi, kemoterapi, radioterapi, dan berbagai prosedur lain beserta tim dokter yang berpengalaman.

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anggun-kusumasari-spa-msc

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail