Mengenal Jenis-Jenis Leukemia Berdasarkan Asal Sel Kankernya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Jenis-Jenis Leukemia Berdasarkan Asal Sel Kankernya

30 Mei 2025 5 menit waktu baca
Jenis leukemia

Leukemia adalah salah satu jenis kanker darah yang disebabkan oleh terganggunya fungsi sumsum tulang, sehingga produksi sel darah putih menjadi tidak terkendali dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Terdapat beberapa jenis leukemia yang dibedakan berdasarkan sel yang terlibat dan kecepatan perkembangannya.

 

Mari simak informasi berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai jenis-jenis leukemia.

 

Mengenal Jenis-Jenis Leukemia

 

Berdasarkan sifat dan jenis sel darah putih yang terlibat, leukemia dapat terbagi menjadi empat jenis utama, dan beberapa jenis lain yang juga dapat ditemui namun dengan jumlah kejadian yang lebih rendah. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Leukemia Limfoblastik Akut

 

Leukemia limfoblastik akut atau acute lymphoblastic/lymphocytic leukemia (ALL) adalah jenis kanker leukemia yang terjadi ketika limfoblas (sel darah putih jenis limfosit yang belum matang) yang diproduksi oleh sumsum tulang memperbanyak diri terlalu cepat, agresif, dan tidak terkontrol.

 

Sel kanker tersebut kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti limpa, hati, kelenjar getah bening, testis (pada pria), hingga sistem saraf pusat. Itulah alasannya mengapa penderita leukemia limfoblastik akut perlu mendapatkan perawatan dengan cepat dan tepat agar tidak terjadi komplikasi yang fatal.

 

Beberapa gejala dari leukemia limfoblastik akut adalah sebagai berikut:

 

  • Sering mimisan.

  • Gusi berdarah.

  • Nyeri pada sendi dan tulang.

  • Anemia.

  • Penurunan berat badan.

  • Nyeri perut.

  • Demam tinggi.

  • Mudah memar.

  • Kulit pucat.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

 

Jenis leukemia ini paling sering terjadi pada anak-anak usia 3–4 tahun. Penyakit ini juga dapat terjadi pada orang dewasa, terutama yang telah berusia 65 tahun atau lebih. Adapun pengobatan medis utama untuk penyakit ini adalah kemoterapi. Namun, pengobatan kemoterapi bisa juga disertai atau dikombinasikan dengan pengobatan lain, seperti radioterapi, terapi target, atau transplantasi stem cell.

 

2. Leukemia Limfositik Kronis

 

Leukemia limfositik kronis atau chronic lymphocytic leukemia (CLL) adalah jenis leukemia yang terjadi ketika sumsum tulang memproduksi limfosit yang tidak normal secara berlebihan, sehingga secara perlahan dan dalam jangka panjang berkembang menjadi kanker.

 

Leukemia limfositik kronis dimulai di sumsum tulang dan memengaruhi sel limfosit B dan juga sel yang sudah matang. Jenis leukemia ini berkembang dengan lambat, bahkan gejalanya terkadang baru bisa muncul setelah beberapa tahun.

 

Meski begitu, seiring berjalannya waktu, perkembangan sel abnormal tersebut dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti limpa, hati, dan kelenjar getah bening. Ketika sudah menyebar, maka beberapa gejala yang bisa muncul pada penderita adalah:

 

  • Penurunan nafsu makan.

  • Penurunan berat badan.

  • Kelelahan.

  • Sering atau mudah mengalami infeksi.

  • Demam dan menggigil.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

  • Sesak napas.

  • Keringat berlebih pada malam hari.

  • Nyeri perut.

 

Jenis leukemia ini paling sering terjadi pada orang dewasa, terutama yang usianya sudah menginjak 65 tahun ke atas. Leukemia limfositik kronis tidak memerlukan pengobatan jika masih tergolong ringan dan tidak menimbulkan gejala, namun penderitanya disarankan untuk melakukan tes darah secara rutin untuk melihat perkembangan kanker. Penanganan intensif seperti kemoterapi, terapi target, atau transplantasi sumsum tulang tentunya harus diberikan apabila kondisi pasien memburuk.

 

3. Leukemia Mieloblastik Akut

 

Leukemia mieloblastik/mieloid akut atau acute myeloblastic/myeloid leukemia (AML) adalah jenis leukemia yang disebabkan oleh banyaknya produksi sel mieloid yang tidak matang (myeloblast) pada sumsum tulang.

 

Jenis leukemia ini bermula dari sumsum tulang dan memengaruhi sel mieloid, di mana perkembangan dari sel darah putih yang belum matang ini terganggu. Namun, kondisi ini terkadang juga dapat menyebabkan produksi sel darah merah menjadi abnormal.

 

AML adalah tipe leukemia yang banyak terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak, namun lebih sering dialami oleh lansia dengan usia 65 tahun ke atas. Sel leukemia AML memiliki ciri khas agresif, berkembang dengan cepat, dan berpotensi tinggi untuk menyebar ke bagian tubuh lainnya.

 

Adapun beberapa gejala yang ditimbulkan oleh leukemia mieloblastik akut, antara lain:

 

  • Keringat berlebih di malam hari.

  • Nyeri kepala.

  • Kelelahan.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Demam.

  • Nyeri sendi dan tulang.

  • Mimisan.

  • Sesak napas.

  • Keseimbangan tubuh terganggu.

  • Kulit pucat.

  • Mudah mengalami memar.

  • Kejang.

  • Gusi bengkak dan berdarah.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

 

4. Leukemia Mielositik Kronis

 

Penyebab leukemia mielositik kronis atau chronic myelogenous/myeloid leukemia (CML) adalah jenis leukemia di mana sumsum tulang memproduksi sel mieloid dalam jumlah berlebihan dan tidak terkendali yang berkembang secara perlahan dan dalam jangka waktu lama (bahkan hingga tahunan).

 

Jenis leukemia ini juga diketahui dipicu karena adanya perubahan pada kromosom 9 dan 22, sehingga membentuk kromosom Philadelphia. Kromosom itulah yang membuat sel menghasilkan tirosin kinase, yaitu protein yang mendorong perkembangan sel kanker leukemia.

 

Sama dengan jenis leukemia kronik lainnya, leukemia mielositik kronis pada awalnya tidak menunjukkan gejala apa pun atau hanya memunculkan beberapa gejala ringan selama bertahun-tahun, seperti:

 

  • Perdarahan.

  • Telinga berdengung.

  • Perut begah.

  • Keringat berlebih di malam hari.

  • Demam.

  • Penurunan berat badan

  • Nyeri sendi.

  • Biduran.

 

Ketika kanker sudah menyebar ke organ lain, maka akan muncul beberapa gejala yang berat, seperti memburuknya nyeri sendi dan gejala anemia. Pada tahap ini, penderita umumnya sudah mengalami kelainan yang dapat dilihat dari hasil tes darah, seperti penurunan jumlah sel darah merah, peningkatan jumlah sel darah putih, dan munculnya sel blas (sel yang tidak matang).

 

5. Hairy Cell Leukemia

 

Hairy cell leukemia adalah jenis leukemia kronis yang jarang terjadi, namun biasanya dapat ditemukan pada orang dewasa. Tipe leukemia ini disebut dengan hairy cell karena memiliki bentuk sel seperti rambut saat dilihat di bawah mikroskop. Penyakit leukemia ini berkembang secara lambat dan memengaruhi sel limfosit B. 

 

Hairy cell leukemia terkadang tidak menimbulkan gejala apa pun, sehingga penyakit ini sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Namun seiring berjalannya waktu, gejala akan mulai muncul sehingga dibutuhkan pengobatan yang tepat secara medis.

 

6. Jenis Leukemia Lainnya

 

Selain empat jenis utama dari leukemia tersebut, ada pula beberapa jenis leukemia yang jarang terjadi, antara lain:

 

  • Leukemia limfositik granular besar.

  • Leukemia promielositik akut.

  • Leukemia mielonositik kronis.

  • Leukemia mielomonositik yang menyerang anak-anak berusia di bawah 6 tahun. 

 

Itulah penjelasan mengenai beberapa jenis leukemia yang perlu diketahui. Apabila mengalami sejumlah gejala yang dicurigai sebagai leukemia, Anda bisa langsung mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk segera mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter. 

 

Sebelumnya, Anda dapat membuat janji temu terlebih dahulu melalui aplikasi MySiloam atau fitur Cari Dokter untuk mendapatkan akses layanan yang lebih cepat. Mari jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Radiologi

message

ArticleDetail