Degenerasi Makula - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Degenerasi Makula - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

13 November 2025 4 menit waktu baca
degenerasi makula

Table of Contents

Degenerasi makula atau age-related macular degeneration (AMD) adalah gangguan penglihatan yang biasa terjadi pada orang lanjut usia akibat degenerasi atau penurunan fungsi salah satu bagian pada mata. Kondisi ini ditandai dengan perubahan pandangan menjadi buram, dimulai dari tengah penglihatan.

 

Mari simak informasi mengenai degenerasi makula selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Degenerasi Makula?

 

Age-related macular degeneration atau degenerasi makula adalah gangguan penglihatan akibat menurunnya fungsi makula, yaitu bagian kecil di tengah retina. Retina merupakan bagian belakang mata yang berfungsi menerima cahaya masuk ke mata dan meneruskannya ke saraf penglihatan. Area makula sendiri adalah area yang sensitif terhadap cahaya dan bertanggung jawab untuk memastikan tajamnya penglihatan.

 

Kondisi ini tidak menyebabkan kebutaan total, namun berdampak pada penurunan penglihatan sentral, yaitu pandangan daerah sentral saat seseorang sedang melihat lurus ke depan. Degenerasi makula umumnya dialami oleh lansia di atas 50 tahun dan dapat memburuk seiring berjalannya waktu (progresif).

 

Kondisi ini terbagi menjadi dua tipe, yaitu tipe kering dan basah. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

Tipe Kering

 

Pada kondisi ini, makula mengalami penipisan dan memunculkan drusen (gumpalan protein kecil kekuningan). Apabila ukuran drusen membesar dan jumlahnya bertambah, kondisi tersebut dapat menyebabkan pandangan menjadi buram.

 

Makula yang terus menipis pun akhirnya akan mati (atrofi) dan menimbulkan bintik kehitaman di tengah-tengah penglihatan. Seiring berjalannya waktu, kondisi ini menyebabkan penglihatan sentral menghilang atau disebut juga dengan degenerasi makula atrofik.

 

Tipe Basah

 

Degenerasi makula tipe basah menimbulkan gejala yang lebih berat, namun kasus ini tergolong jarang terjadi. Tipe basah dipicu oleh pertumbuhan abnormal pembuluh darah di bawah retina. Pembuluh darah tersebut dapat mengalami kebocoran yang dapat melukai makula.

 

Kondisi ini membuat penderitanya memiliki pandangan kabur, garis lurus tampak bergelombang, bintik hitam di tengah penglihatan, hingga hilangnya penglihatan sentral secara permanen.

 

Penyebab dan Faktor Risiko

 

Tidak diketahui secara pasti apa penyebab degenerasi makula, namun kondisi ini diduga berkaitan dengan beberapa faktor, seperti:

 

  • Usia, di mana sebagian besar penderita degenerasi makula adalah lansia berusia 50 tahun ke atas.
  • Obesitas.
  • Menderita hipertensi.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat degenerasi makula.
  • Sering terpapar sinar matahari.

 

Gejala Degenerasi Makula

 

Gejala awal degenerasi makula sering kali tidak disadari karena sifatnya progresif. Kemunculan gejalanya pun bisa berbeda-beda, tergantung dari jenisnya.

 

Gejala degenerasi makula kering:

 

  • Pandangan buram.
  • Penurunan kemampuan penglihatan sentral.
  • Kesulitan melihat dalam gelap atau membutuhkan cahaya lebih terang untuk melihat.
  • Garis yang lurus terlihat bergelombang (distorsi penglihatan).
  • Sulit mengenali wajah.

 

Gejala degenerasi makula basah:

 

  • Distorsi penglihatan.
  • Pandangan tampak berkabut.
  • Terdapat bintik hitam di tengah penglihatan.
  • Penurunan penglihatan sentral.
  • Gejala memburuk dengan cepat.

 

Diagnosis Degenerasi Makula

 

Kondisi ini biasanya terdeteksi ketika penderitanya menjalani pemeriksaan mata rutin. Apabila terdapat dugaan degenerasi makula, dokter akan melakukan tes garis Amsler dengan meminta pasien melihat beberapa gambar garis vertikal dan horizontal.

 

Jika ditemukan kelainan pada mata, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang di bagian belakang mata menggunakan oftalmoskopi. Kemudian dilanjutkan dengan pemotretan bagian belakang mata untuk mengecek perubahan pada makula melalui:

 

  • Optical coherence tomography (OCT), yaitu pemeriksaan menggunakan sinar khusus untuk melihat penipisan, penebalan, atau pembengkakan pada retina secara lebih jelas.
  • Fluorescein angiography, untuk melihat kebocoran di pembuluh darah mata dengan menyuntikkan zat pewarna khusus ke pembuluh darah di lengan.

 

Pengobatan Degenerasi Makula

 

Apabila gejalanya belum parah, dokter hanya akan menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan rutin setiap tahun sembari menerapkan beberapa hal berikut guna memperlambat perburukan, yaitu:

 

  • Menghentikan kebiasaan merokok.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Rutin berolahraga.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan (seperti sayuran hijau dan kacang-kacangan) dan zinc (seperti daging sapi, susu, dan roti gandum).
  • Mengonsumsi suplemen vitamin C, E, dan zinc sesuai anjuran dokter.

 

Jika gejala yang dialami pasien sudah memasuki tahap lanjut, dokter akan merekomendasikan pasien untuk menjalani beberapa pengobatan, seperti:

 

  • Pemasangan lensa buatan agar penglihatan pasien menjadi lebih jelas.
  • Pemberian obat anti-angiogenik untuk mencegah pembentukan pembuluh darah baru.
  • Terapi laser untuk menghentikan kebocoran pembuluh darah.
  • Operasi submakula, mengangkat jaringan parut, pembuluh darah, atau darah abnormal dari mata pasien.
  • Translokasi retina, dengan pemindahan pusat makula menjauhi pembuluh darah abnormal untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada retina. Kemudian cahaya laser akan digunakan untuk menghancurkan pembuluh darah abnormal di bawah makula.

 

Pencegahan Degenerasi Makula

 

Belum ada cara khusus untuk mencegah terjadinya age-related macular degeneration. Meski begitu, beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko degenerasi makula adalah:

 

  • Menghentikan kebiasaan merokok.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan mata, seperti sayuran hijau dan wortel.
  • Olahraga secara rutin, setidaknya 30 menit per hari.

 

Selain menerapkan beberapa kebiasaan sehat di atas, Anda juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata secara berkala. Anda dapat melakukan pemeriksaan mata di Siloam Hospitals untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata terkait kondisi kesehatan mata Anda.


Untuk membuat janji temu, Anda dapat menghubungi call center kami di 1-500-181 atau menggunakan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 1

Dokter Kami
dr-anastasia-vanny-launardo-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anastasia Vanny Launardo, M.Kes, SpM

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-boyke-kuhurima-spm

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Boyke Kuhurima, SpM (K)

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-nursyamsi-spm-m-kes

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Nursyamsi, SpM, M.Kes

Oftalmologi (Mata)

Spesialis Mata


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail