Sindrom Brugada - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Kesehatan Tubuh

Sindrom Brugada - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

12 Juni 2025 4 menit waktu baca
Sindrom brugada adalah

Sindrom brugada adalah gangguan irama jantung yang disebabkan oleh kelainan genetik. Kondisi ini sering kali tidak menunjukkan gejala apapun, namun bisa sangat berbahaya karena dapat menyebabkan penderitanya mengalami henti jantung secara tiba-tiba.

 

Sindrom brugada adalah kondisi yang bisa diturunkan dari orang tua ke anaknya. Meski bisa terjadi pada siapa saja, kondisi ini lebih sering ditemukan pada pria dibandingkan wanita. Mari ketahui lebih lanjut tentang sindrom brugada dalam ulasan berikut ini.

 

Apa itu Sindrom Brugada (Brugada Syndrome)?

 

Sindrom brugada atau brugada syndrome adalah kelainan genetik yang ditandai dengan irama jantung yang tidak normal. Sindrom brugada termasuk dalam penyakit langka. Namun, kondisi ini bisa mengakibatkan dampak yang serius bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak akibat henti jantung.

 

Sindrom brugada adalah jenis aritmia yang terjadi secara turun-temurun. Gangguan irama jantung ini menyebabkan jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh secara maksimal.

 

Penyebab Sindrom Brugada

 

Penyebab sindrom brugada adalah mutasi atau perubahan pada beberapa gen yang berperan dalam menjaga irama jantung supaya tetap normal. Mutasi gen tersebut memicu gangguan pada kanal ion, sehingga jantung berdetak secara abnormal.

 

Meski begitu, belum diketahui secara pasti apa penyebab mutasi genetik tersebut. Selain diturunkan dari keluarga, terdapat beberapa faktor yang diduga dapat memperburuk gejala dan meningkatkan kemungkinan terjadinya sindrom brugada adalah sebagai berikut:

 

  • Berjenis kelamin pria.
  • Gangguan elektrolit.
  • Efek samping obat-obatan, seperti obat antidepresan, antiaritmia dan obat hipertensi.
  • Mengalami demam tinggi.

 

Perlu diketahui bahwa demam tidak secara langsung menyebabkan sindrom brugada, namun kondisi tersebut dapat memperparah gejala yang dialami penderita sindrom brugada.

 

Gejala Sindrom Brugada

 

Sindrom brugada adalah kondisi yang perlu diwaspadai karena sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun. Meski begitu, pada beberapa kasus, penderita sindrom brugada akan mengalami beberapa gejala menyerupai aritmia, seperti:

 

  • Henti jantung. Kondisi ini bisa menjadi gejala pertama yang dialami penderita karena sebelumnya tidak menunjukkan gejala apa pun.
  • Denyut jantung abnormal, terlalu cepat dan tidak teratur.
  • Kehilangan kesadaran (pingsan).
  • Muncul rasa berdebar-debar pada dada.
  • Gejala lainnya, seperti pusing, sesak napas, dan kejang.

 

Diagnosis Sindrom Brugada

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien serta keluarga untuk mengetahui apakah ada yang mengalami kondisi serupa. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mendengarkan detak dan irama jantung menggunakan stetoskop.

 

Guna membantu menegakkan diagnosis, dokter akan meminta pasien untuk melakukan pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Pemeriksaan EKG (elektrokardiogram).
  • Kateterisasi jantung, untuk memeriksa irama jantung secara lebih jelas dan akurat.
  • Pemeriksaan gen, untuk melihat apakah terdapat mutasi genetik.

 

Komplikasi Sindrom Brugada

 

Salah satu komplikasi yang berbahaya dari sindrom brugada adalah henti jantung yang terjadi mendadak. Kondisi ini juga dapat menyebabkan aliran darah ke otak tidak lancar, sehingga penderitanya bisa pingsan secara tiba-tiba. Komplikasi tersebut cukup serius dan membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin.

 

Pengobatan Sindrom Brugada

 

Pengobatan untuk sindrom brugada cukup beragam. Namun, dokter akan memilih pengobatan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan pasien. Beberapa pilihan pengobatan sindrom brugada adalah sebagai berikut:

 

1. Pemasangan ICD (Implantable Cardioverter Defibrillator)

 

Pemasangan ICD biasanya dilakukan jika penderita sindrom brugada mengalami henti jantung atau pingsan berulang. ICD adalah alat berukuran kecil yang dimasukkan dalam dada untuk membantu memantau ritme jantung.

 

Alat tersebut juga mengirimkan tegangan listrik sesuai yang dibutuhkan pasien untuk mengendalikan detak jantung yang tidak normal. Prosedur ini mengharuskan pasien menjalani rawat inap minimal satu malam di rumah sakit.

 

2. Terapi Obat-obatan

 

Jenis obat-obatan yang diberikan kepada pasien sindrom brugada adalah obat-obatan aritmia seperti quinidine untuk menghambat terjadinya ritme jantung yang abnormal dan berbahaya. Terkadang, dokter akan menyarankan terapi obat ini bersamaan dengan pemasangan ICD.

 

3.  Ablasi Kateter

 

Ablasi kateter adalah alternatif pengobatan sindrom brugada jika pemasangan ICD tidak memberikan hasil yang maksimal. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan kateter ke dalam tubuh pasien melalui pembuluh darah kemudian diarahkan ke jantung.

 

Kateter tersebut berguna untuk mengirimkan energi tinggi agar jaringan jantung yang menyebabkan ritme abnormal pada jantung perlahan rusak dan hancur.

 

Pencegahan Sindrom Brugada

 

Sindrom brugada adalah kondisi yang terjadi karena adanya kelainan genetik, sehingga tidak dapat dicegah. Namun, komplikasi akibat kondisi ini bisa dicegah dengan melakukan pemeriksaan sejak dini ketika penderitanya mengalami gangguan irama jantung.

 

Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi yang serupa juga disarankan melakukan pemeriksaan atau medical check up secara rutin ke dokter. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi dan menangani sindrom brugada sedini mungkin.

 

Agar kondisi tidak semakin memburuk, sejumlah gaya hidup yang disarankan untuk penderita sindrom brugada adalah sebagai berikut:

 

  • Menghindari konsumsi minuman beralkohol.
  • Jika mengalami demam, segera minum obat penurun demam sesuai anjuran dokter.
  • Menghindari aktivitas fisik yang berat.
  • Usahakan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apa pun.

 

Selain menerapkan gaya hidup sehat di atas, Anda bisa melakukan medical check up secara rutin untuk mencegah dan mendeteksi lebih dini gangguan pada jantung lainnya menggunakan paket MCU Skrining Jantung dari Siloam Hospitals.


Apabila Anda memiliki keluhan lain terkait jantung, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter. Gunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, atau buat janji dengan dokter terkait. Anda juga dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk berkonsultasi dengan dokter secara online. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail