Memahami Fungsi Uretra dan Beragam Gangguan Kesehatannya
Kesehatan Tubuh

Memahami Fungsi Uretra dan Beragam Gangguan Kesehatannya

01 Juli 2025 4 menit waktu baca
uretra adalah

Uretra adalah bagian dari sistem perkemihan berupa saluran tipis yang berfungsi untuk mengalirkan urine dari kandung kemih menuju lubang kencing. Uretra terletak di area panggul yang terdiri dari sel otot polos, jaringan epitel, dan jaringan ikat.

 

Mari simak penjelasan lengkap mengenai fungsi uretra beserta macam-macam gangguan kesehatannya melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Uretra?

 

Uretra adalah saluran tipis yang menghubungkan kandung kemih dengan meatus uretra. Di mana, meatus uretra adalah lubang kencing yang terletak di bagian ujung sistem perkemihan. Saluran ini memiliki panjang yang berbeda antara pria dan wanita. Pada pria, saluran uretra memiliki panjang sekitar 20 cm. Di sisi lain, panjang saluran uretra pada wanita adalah sekitar 3–4 cm.

 

Uretra terdiri dari dua jenis sfingter (otot berbentuk cincin yang berperan sebagai katup), yaitu sfingter uretra internal di dekat kandung kemih dan sfingter uretra eksternal yang berada di dasar panggul.

 

Sebagian orang awam menganggap bahwa ureter dan uretra adalah organ yang sama. Meski sama-sama berperan sebagai saluran kemih, ureter dan uretra ternyata memiliki fungsi yang berbeda. Ureter adalah saluran yang mengalirkan urine dari ginjal ke kandung kemih. Sementara itu, saluran uretra berfungsi untuk mengeluarkan urine dari kandung kemih ke luar tubuh.

 

Fungsi Uretra pada Tubuh

 

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, fungsi uretra adalah untuk mengalirkan urine dari kandung kemih menuju lubang kencing. Apabila sudah dipenuhi oleh urine, otot kandung kemih akan berkontraksi untuk mengeluarkan urine. Pada saat yang sama, otak akan mengirimkan sinyal ke otot sfingter untuk relaksasi guna mengeluarkan urine dari tubuh melalui uretra.

 

Macam-Macam Gangguan pada Uretra

 

Terdapat sejumlah masalah kesehatan yang bisa mengganggu fungsi uretra di dalam tubuh, di antaranya divertikulum uretra, uretritis, infeksi saluran kemih, striktur uretra, hingga kanker uretra. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Divertikulum Uretra

 

Divertikulum uretra adalah kondisi langka berupa munculnya kantong tipis di sepanjang uretra. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, namun lebih sering terjadi pada wanita. Adapun sejumlah gejala yang kerap dikeluhkan oleh penderita divertikulum uretra adalah sebagai berikut:

  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Sering mengalami infeksi saluran kemih.
  • Urine berdarah (hematuria).
  • Meningkatnya frekuensi buang air kecil.

 

2. Uretritis

 

Uretritis adalah peradangan pada uretra yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami uretritis adalah:

  • Wanita. Struktur uretra pada wanita cenderung lebih pendek yang membuat bakteri lebih mudah masuk ke dalam saluran kemih.
  • Memiliki riwayat penyakit menular seksual.
  • Praktik hubungan seksual yang tidak sehat, seperti bergonta-ganti pasangan atau tidak menggunakan kondom.

 

3. Infeksi Saluran Kemih

 

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan kondisi medis ketika organ pada saluran kemih mengalami infeksi bakteri. Bakteri yang kerap menyebabkan infeksi saluran kemih di antaranya E. coli, Pseudomonas, Staphylococcus saprophyticus, dan Klebsiella. Beberapa gejala umum dari infeksi saluran kemih antara lain:

  • Sering buang air kecil namun volume urine yang keluar cenderung sedikit.
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil.
  • Perut bagian bawah terasa nyeri dan tertekan.
  • Demam dan menggigil.
  • Urine berbau menyengat.

 

4. Striktur Uretra

 

Striktur uretra adalah gangguan kesehatan berupa menyempitnya saluran uretra. Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya bekas luka operasi di area uretra, batu uretra, tumor di sekitar uretra, penyakit menular seksual, atau penggunaan kateter dalam jangka panjang.

 

5. Kanker Uretra

 

Meski jarang terjadi, kanker uretra adalah salah satu gangguan pada uretra yang perlu diwaspadai. Belum diketahui apa penyebab dari kanker uretra. Namun, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker uretra di antaranya memiliki riwayat kanker kandung kemih, kanker prostat, serta peradangan kronis pada saluran uretra.

 

Cara Menjaga Kesehatan Uretra

 

Agar uretra dapat berfungsi dengan normal, penting bagi setiap individu untuk menerapkan pola hidup sehat serta menjaga kebersihan saluran kemih melalui beberapa cara berikut ini:

  • Menghindari kebiasaan menahan buang air kecil.
  • Memperbanyak minum air putih, yaitu kurang lebih 2 liter sehari.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Berhenti merokok.
  • Rutin berolahraga.
  • Rutin mengganti pakaian dalam, minimal 2 kali sehari.
  • Berkemih dan membasuh organ intim sebelum dan setelah berhubungan seksual.
  • Membersihkan organ intim dengan air bersih. Bagi wanita, membasuh organ intim yang baik dilakukan dari arah depan menuju belakang untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke vagina.

 

Uretra adalah salah satu organ tubuh yang memiliki peran penting dalam sistem perkemihan. Apabila Anda mengeluhkan gangguan kesehatan pada organ sistem perkemihan, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat dari dokter kami.


Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, hingga buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda untuk berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 5

message

ArticleDetail