Kesehatan Mental
Mengenal Claustrophobia, Ketakutan pada Ruang Sempit

Table of Contents
Claustrophobia adalah kondisi di mana seseorang memiliki rasa cemas berlebihan terhadap ruangan sempit dan tertutup, seperti lift, gudang bawah tanah, terowongan, atau alat scan MRI. Tak jarang fobia ruangan sempit ini membuat penderitanya kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari sehingga perlu ditangani secara tepat. Lantas, bagaimana cara mengatasi claustrophobia? Ketahui selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Claustrophobia?
Claustrophobia adalah jenis fobia yang membuat penderitanya memiliki rasa takut berlebihan saat berada di ruangan sempit dan tertutup. Pada dasarnya, merasa takut ketika terperangkap di ruang tertutup dan merasa terancam merupakan hal yang normal. Akan tetapi, pengidap claustrophobia akan merasa ketakutan setiap berada di ruang sempit meski tanpa ancaman berbahaya.
Claustrophobia dapat dipicu oleh berbagai situasi, seperti berada di dalam ruangan tertutup dan banyak orang, naik pesawat terbang atau mobil kecil, menjalani MRI atau CT Scan, melewati terowongan, dan lain sebagainya. Ketika berada di situasi tersebut, pengidapnya akan mengalami gangguan cemas hingga serangan panik.
Penyebab Claustrophobia
Belum diketahui secara pasti apa penyebab claustrophobia. Namun, kondisi ini diduga kuat berkaitan dengan faktor lingkungan. Sebagian besar penderita claustrophobia adalah pengalaman traumatis di masa lalu, seperti:
- Pernah terjebak di ruangan tertutup dalam waktu yang lama.
- Pernah dihukum dan dikurung dalam ruangan yang sempit saat kecil.
- Pernah mengalami turbulensi saat berada di pesawat.
- Pernah ditinggalkan di ruangan sempit sendirian, misalnya lemari.
- Pernah menjadi korban perundungan atau penculikan.
Faktor Risiko Claustrophobia
Selain sejumlah penyebab di atas, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami claustrophobia adalah sebagai berikut:
- Berjenis kelamin perempuan.
- Pernah mengalami kejadian traumatis, seperti pelecehan.
- Memiliki keluarga dengan riwayat fobia yang sama.
- Mengidap jenis fobia lain.
Gejala Claustrophobia
Gejala utama claustrophobia adalah rasa takut atau serangan panik yang tiba-tiba muncul ketika berada di ruangan sempit dan tertutup. Pada kondisi tersebut, pengidap akan merasa ketakutan dan frustasi karena tidak mampu melakukan apapun agar bisa keluar dari situasi tersebut.
Selain rasa takut dan cemas, beberapa gejala fisik yang biasanya dialami oleh pengidap claustrophobia adalah sebagai berikut:
- Sesak napas atau kesulitan bernapas.
- Gemetar dan berkeringat dingin.
- Kesemutan atau mati rasa.
- Telinga berdengung.
- Merasa ingin pingsan.
- Kepanasan atau kedinginan.
- Mual dan mulut kering.
- Merasa kebingungan atau disorientasi.
- Nyeri kepala dan pusing.
- Denyut jantung meningkat.
Apabila claustrophobia yang dialami sudah tergolong parah, maka beberapa kondisi yang akan muncul di antaranya:
- Ketakutan hingga mengalami pingsan.
- Kehilangan kontrol.
- Timbul rasa ngeri.
- Ketakutan akan kematian.
- Histeris atau panik.
Diagnosis Claustrophobia
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan tanya jawab mengenai gejala dan riwayat kesehatan serta traumatis yang dialami pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.
Dalam menegakkan diagnosis, dokter akan menjalankan pemeriksaan penunjang menggunakan kriteria DSM-5 (The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition). Menurut kriteria tersebut, seseorang dikatakan mengalami claustrophobia jika mengalami beberapa kondisi berikut:
- Mengalami gejala-gejala claustrophobia yang sudah berlangsung selama enam bulan atau lebih.
- Mengalami rasa takut dan cemas hingga mengganggu penderitanya dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
- Selalu menghindari ruangan sempit dan tertutup, misalnya lebih memilih menggunakan tangga daripada lift.
- Merasakan cemas meskipun hanya membayangkan berada di ruangan sempit dan tertutup.
- Tidak mengalami kondisi lain yang menyebabkan rasa takut dan cemas.
Cara Mengatasi Claustrophobia
Pada dasarnya, semua jenis fobia dapat disembuhkan, tergantung dari kemauan pasien serta metode yang digunakan dalam mengatasinya. Beberapa pilihan penanganan medis untuk mengatasi claustrophobia adalah sebagai berikut:
1. Flooding
Flooding adalah salah satu metode penyembuhan claustrophobia yang dilakukan dengan meminta pasien memasuki ruangan sempit yang menjadi pemicu rasa cemas dan takut. Pasien akan diminta bertahan dalam ruangan tersebut hingga rasa cemasnya menghilang. Metode ini bertujuan menyadarkan pasien bahwa tidak ada hal berbahaya yang akan menyerang atau menyakitinya sekalipun dalam ruangan sempit dan tertutup.
2. Modelling
Salah satu metode untuk mengatasi claustrophobia adalah modelling, yaitu memberikan contoh kepada pasien bagaimana cara meningkatkan rasa percaya diri serta menghadapi rasa takut ketika sedang berada di situasi yang membuatnya trauma. Kemudian, pasien akan diminta untuk menirukan cara-cara tersebut.
3. Counter-conditioning
Metode counter-conditioning dilakukan dengan mengajarkan teknik relaksasi dan visualisasi kepada pasien. Pada metode ini, pasien akan diberikan rangsangan situasi yang membuatnya trauma. Di saat bersamaan, pasien diminta tetap berkonsentrasi dan melakukan teknik relaksasi yang sudah diajarkan.
4. Cognitive Behavioral Therapy (CBT)
Metode CBT bertujuan untuk mengubah pola pikir pasien dan cara pasien dalam merespon situasi ketika berada di ruangan sempit yang memicu rasa cemas berlebihan. Akhir-akhir ini, metode terapi CBT lebih banyak dipilih.
5. Penggunaan Obat-obatan
Jika dibutuhkan, dokter juga akan memberikan obat anti-anxiety hingga antidepresan yang digunakan untuk meredakan gejala cemas ketika pasien berada di situasi ini.
Claustrophobia adalah masalah kesehatan mental yang dapat mengganggu keseharian penderitanya. Apabila Anda mengalami beberapa gejala yang menyerupai claustrophobia, Anda dapat mengonsultasikannya kepada dokter spesialis kedokteran jiwa di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis dan penanganan secara tepat.
Gunakan fitur Telekonsultasi untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung secara virtual dengan dokter terkait. Temukan fiturnya dalam aplikasi MySiloam yang dapat diunduh secara gratis. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini







