Kanker Ovarium - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Kanker Ovarium - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

01 September 2025 4 menit waktu baca
kanker ovarium adalah

Table of Contents

Kanker ovarium adalah jenis kanker yang terjadi pada ovarium atau indung telur. Kanker ini bisa dialami oleh wanita dari berbagai kalangan usia, namun lebih sering terjadi pada wanita dengan usia lanjut. Maka dari itu, penting untuk mewaspadai penyebab serta gejala kanker ovarium sejak dini. Mari kenali penyebab, gejala, hingga pengobatan kanker ovarium melalui ulasan berikut.

 

Apa itu Kanker Ovarium?

 

Kanker ovarium adalah kondisi medis berupa tumbuhnya sel tak normal dan ganas pada ovarium atau indung telur. Di mana ovarium merupakan organ reproduksi wanita yang berfungsi menghasilkan sel telur, hormon estrogen, dan hormon progesteron.

 

Berdasarkan letak pertumbuhan sel kankernya, kanker ovarium dikelompokkan menjadi beberapa tipe, yaitu:

 

  • Kanker ovarium epitel: merupakan jenis kanker ovarium yang paling sering terjadi. Sesuai dengan namanya, sel kanker ovarium epitel berkembang pada jaringan epitel, yaitu lapisan tipis yang melapisi bagian luar ovarium. Kanker ovarium epitel terbagi menjadi dua jenis, yaitu karsinoma serosa dan karsinoma musin.
  • Tumor sel germinal: jenis kanker ini berasal dari sel yang memproduksi sel telur (ovum). Jenis ini lebih sering terjadi pada wanita di usia muda.
  • Stroma: jenis kanker ovarium ini terjadi pada sel yang berfungsi memproduksi hormon reproduksi, seperti estrogen dan progesteron. Apabila dibandingkan dengan jenis lainnya, stroma termasuk ke dalam jenis kanker ovarium yang jarang terjadi. Namun, stroma biasanya terdiagnosis di stadium awal.

 

Penyebab Kanker Ovarium

 

Penyebab kanker ovarium hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Kendati demikian, terdapat sejumlah faktor risiko kanker ovarium yang perlu diwaspadai, yaitu:

 

  • Kebiasaan merokok.
  • Lanjut usia.
  • Terapi hormon pasca-menopause.
  • Memiliki keluarga kandung dengan riwayat kanker ovarium atau kanker payudara.
  • Mengidap obesitas, endometriosis, atau sindrom Lynch.
  • Menstruasi pertama terjadi pada usia muda, yaitu di bawah 12 tahun.
  • Belum pernah hamil.

 

Di samping itu, meski jarang terjadi, kanker ovarium juga bisa muncul karena berkembangnya kista ovarium yang tidak ditangani dengan tepat.

 

Gejala Kanker Ovarium

 

Kanker ovarium umumnya tidak menimbulkan gejala tertentu pada stadium awal. Penyakit ini sering kali baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut atau telah menyebar ke bagian tubuh lain.

 

Beberapa gejala kanker ovarium yang muncul bila telah memasuki stadium lanjut di antaranya:

 

  • Perut membesar.
  • Nyeri perut.
  • Penurunan berat badan tanpa alasan jelas.
  • Mual.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Perut terasa kembung.
  • Meningkatnya frekuensi buang air kecil.

 

Gejala kanker ovarium

 

Diagnosis Kanker Ovarium

 

Diagnosis kanker ovarium biasanya akan diawali dengan wawancara medis serta pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan keluhan serta memeriksa kondisi fisik pasien untuk mendeteksi gejala-gejala yang dapat terlihat secara kasat mata. Kemudian, dokter akan melanjutkan pemeriksaan penunjang yang meliputi:

 

  • Pemeriksaan panggul, yaitu prosedur medis dengan memasukkan jari ke dalam vagina untuk meraba organ panggul.
  • Tes pencitraan untuk mendapatkan gambaran struktur serta kondisi ovarium di dalam tubuh pasien. Beberapa tes pencitraan yang digunakan untuk mendiagnosis kanker ovarium adalah pemeriksaan MRI, USG, dan CT scan.
  • Tes darah untuk melihat kadar protein CA-125. Kadar protein CA-125 yang tinggi di dalam darah bisa menjadi tanda keberadaan kanker di dalam tubuh.

 

Pengobatan Kanker Ovarium

 

Pengobatan kanker ovarium akan disesuaikan dengan tingkat keparahan serta kondisi pasien. Sejumlah tindakan medis yang dilakukan untuk mengobati kanker ovarium adalah sebagai berikut:

 

1. Tindakan Operasi

 

Salah satu tindakan medis untuk menangani kanker ovarium adalah operasi. Operasi ini bertujuan untuk mengangkat salah satu atau kedua ovarium yang terdapat sel kanker. Bila sel kanker telah menyebar ke rahim, prosedur histerektomi (pengangkatan rahim) juga dapat dilakukan.

 

2. Perawatan Kemoterapi

 

Tindakan medis berikutnya yang dilakukan untuk menangani kanker ovarium adalah perawatan kemoterapi. Melalui tindakan ini, dokter akan memasukkan obat-obatan pembunuh sel kanker tertentu ke dalam tubuh pasien melalui intravena atau oral.

 

3. Perawatan Radioterapi

 

Perawatan radioterapi merupakan prosedur medis yang menggunakan sinar X dan proton untuk membunuh sel kanker pada ovarium. Perawatan ini biasanya dilakukan setelah pasien kanker ovarium stadium awal melakukan tindakan operasi guna membersihkan sel kanker yang tersisa.

 

Cara Mencegah Kanker Ovarium

 

Pencegahan kanker ovarium utamanya dilakukan dengan mengurangi faktor risikonya. Adapun beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker ovarium adalah sebagai berikut:

 

  • Menggunakan pil KB sesuai anjuran dokter.
  • Menjaga berat badan ideal, seperti mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang dan rutin berolahraga.
  • Memeriksakan kesehatan organ reproduksi ke dokter secara rutin.
  • Berdiskusi dengan dokter terkait terapi hormon yang akan dilakukan pasca-menopause.
  • Mengobati gangguan endometrium atau kista ovarium dengan tepat.

 

Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi kanker ovarium. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi sebagai pusat unggulan penanganan penyakit kanker di Siloam Hospitals Group. 

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi kanker ovarium dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 3

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail