Kenali Manfaat Mastektomi: Prosedur Bedah Mengangkat Kanker Payudara
Kesehatan Tubuh

Kenali Manfaat Mastektomi: Prosedur Bedah Mengangkat Kanker Payudara

26 Februari 2026 6 menit waktu baca
Mastektomi adalah

Mastektomi adalah salah satu prosedur medis yang dapat digunakan untuk mengobati kanker payudara. Prosedur ini biasanya dilakukan pada tumor yang sifatnya ganas atau berpotensi menjadi ganas. Selain untuk pengobatan, mastektomi juga dapat bertujuan sebagai pencegahan terhadap kanker payudara. Simak penjelasan mengenai mastektomi dalam ulasan di bawah ini.

 

Apa Itu Mastektomi?

 

Mastektomi adalah prosedur pengangkatan seluruh atau sebagian jaringan payudara sebagai langkah pengobatan kanker payudara. Tidak hanya sebatas mengobati, mastektomi juga bisa digunakan untuk mengurangi risiko kanker payudara pada wanita yang berisiko tinggi mengalami serta mencegah kekambuhan.

 

Beberapa kondisi yang umumnya memerlukan tindakan mastektomi adalah sebagai berikut:

 

  • Ketika seorang wanita tidak dapat diobati dengan operasi konservasi payudara (lumpektomi), yaitu hanya mengangkat sel kanker dan sedikit sel sehat di sekitarnya dengan tetap mempertahankan bentuk (kosmetik) payudara.

  • Pasien memilih mastektomi daripada operasi konservasi payudara (lumpektomi) karena alasan pribadi.

  • Wanita yang berisiko sangat tinggi terkena kanker payudara kedua yang terkadang memilih untuk melakukan mastektomi ganda (pengangkatan kedua payudara).

 

Jenis-Jenis Mastektomi

 

Mastektomi adalah prosedur yang terdiri dari berbagai jenis metode. Dokter akan menentukan jenis metode yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan pasien, ukuran payudara dan tumor, stadium, status menopause, serta penyebaran kanker (metastasis). Adapun beberapa jenis mastektomi adalah sebagai berikut.

 

1. Mastektomi Total

 

Mastektomi total atau yang dikenal juga dengan simple mastectomy adalah prosedur yang bertujuan untuk mengangkat seluruh jaringan payudara, termasuk fascia (pelapis otot), puting, areola, dan kulit, tanpa pengangkatan kelenjar getah bening ketiak atau aksila. 

 

2. Mastektomi Parsial

 

Metode mastektomi parsial hampir sama dengan prosedur lumpektomi, yaitu mengangkat benjolan atau tumor kanker payudara beserta jaringan di sekitarnya. Namun, pada mastektomi parsial, dokter akan mengangkat jaringan payudara dalam jumlah yang lebih banyak.

 

3. Mastektomi Radikal

 

Mastektomi radikal termasuk jenis mastektomi yang sudah cukup jarang digunakan. Pasalnya, prosedur mastektomi radikal mencakup pengangkatan seluruh jaringan payudara, kelenjar getah bening di ketiak, kulit, hingga kedua otot dada pectoralis yang berada di bawah payudara.

 

Dahulu teknik ini sering digunakan, namun seiring dengan perkembangan penelitian, ditemukan bahwa operasi yang tidak seekstensif mastektomi radikal (contoh, mastektomi radikal modifikasi) pun masih efektif dan memiliki efek samping yang lebih sedikit, sehingga teknik ini mulai ditinggalkan.

 

4. Mastektomi Radikal Modifikasi

 

Mastektomi radikal modifikasi adalah prosedur pengangkatan seluruh payudara dan kelenjar getah bening di ketiak (mastektomi total dan pengangkatan kelenjar getah bening). Berbeda dengan mastektomi radikal, prosedur ini tidak mengangkat otot dada di bawah payudara. Pengangkatan kelenjar getah bening bertujuan untuk memeriksa seberapa luas penyebaran (metastasis) kanker.

 

Secara umum, metode yang biasanya digunakan untuk mengangkat kelenjar getah bening adalah sentinel node biopsy (mengangkat beberapa kelenjar getah bening pertama yang menjadi tempat penyebaran kanker) dan axillary node dissection (mengangkat semua kelenjar getah bening di ketiak).

 

5. Skin-sparing Mastectomy

 

Jenis mastektomi berikutnya adalah skin-sparing mastectomy. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat jaringan payudara, areola, dan puting namun tidak menyertakan kulit. Tujuannya agar rekonstruksi payudara dapat dilakukan segera setelah mastektomi.

 

6. Nipple-sparing Mastectomy atau Mastektomi Subkutan

 

Nipple-sparing mastectomy disebut juga dengan areola-sparing mastectomy. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat jaringan payudara secara keseluruhan, namun mengecualikan kulit, puting, dan areola. Dengan begitu, rekonstruksi payudara bisa segera dilakukan setelah prosedur mastektomi.

 

7. Mastektomi Preventif

 

Seperti namanya, mastektomi preventif adalah metode yang bertujuan untuk mencegah kanker payudara dengan mengangkat seluruh jaringan payudara atau menyisakan bagian puting. Prosedur pembedahan ini biasanya dilakukan pada seseorang yang memiliki risiko tinggi mengalami kanker payudara.

 

Tujuan Mastektomi

 

Pada dasarnya, tujuan utama mastektomi adalah untuk mengobati atau mencegah kanker payudara. Sebagai langkah pengobatan, mastektomi biasanya disarankan untuk pasien yang menderita kanker payudara stadium 1, 2, dan 3 (stadium lanjut), serta beberapa jenis kanker payudara berikut ini:

 

  • Kanker payudara yang kambuh.

  • Penyakit Paget payudara.

  • Kanker yang belum menyebar atau ductal carcinoma in situ (DCIS)

  • IBC (inflammatory breast cancer).

 

Sementara itu, sebagai langkah pencegahan, mastektomi biasanya dilakukan pada seseorang yang memiliki risiko tinggi mengalami kanker payudara, misalnya wanita yang sudah pernah menderita kanker payudara sebelumnya atau memiliki mutasi genetik terkait kanker payudara yang terbukti dari hasil pemeriksaan.

 

Dengan mempertimbangkan fakta bahwa mastektomi termasuk prosedur besar dan dapat mengubah penampilan, bisa dimengerti apabila pasien merasa membutuhkan pendapat kedua (second opinion) untuk meninjau berbagai faktor yang berpengaruh pada keberhasilan prosedur. Melalui konsultasi dengan dokter spesialis yang relevan, pasien dapat memperoleh informasi tambahan yang diperlukan untuk menjalani prosedur tersebut.

 

Tata Laksana Mastektomi

 

Sebelum melaksanakan mastektomi, dokter spesialis bedah onkologi perlu mempertimbangkan beberapa hal hingga benar-benar bisa memastikan manfaat dan risiko dari operasi tersebut, kemudian mendiskusikannya dengan pasien. Pasalnya, terdapat beberapa kondisi yang dapat membuat pasien kanker payudara tidak bisa menjalani mastektomi, di antaranya:

 

  • Kanker payudara pada lansia.

  • Locally advanced breast cancer (LABC), kanker yang menyebar dengan cepat ke jaringan payudara, namun belum bermetastasis ke organ lain.

  • Kondisi pasien terlalu lemah.

  • Kanker payudara akibat metastasis dari organ lain.

 

 

A. Sebelum Prosedur

 

Beberapa hal yang umumnya perlu dilakukan oleh pasien sebelum menjalani mastektomi adalah menghentikan konsumsi obat-obatan pengencer darah, puasa selama 8–12 jam, memberi tahu dokter tentang riwayat kesehatan dan obat-obatan yang dikonsumsi, serta mempersiapkan kebutuhan untuk rawat inap.

 

B. Prosedur

 

Mastektomi umumnya memerlukan waktu 2–3 jam. Pertama-tama, dokter akan melakukan anestesi umum terhadap pasien agar pasien tidak merasakan sakit dan tertidur selama prosedur berlangsung. Langkah-langkah dalam prosedur mastektomi adalah sebagai berikut:

 

  • Mensterilkan area yang akan disayat.

  • Membuat sayatan, kemudian memotong dan mengangkat jaringan payudara tergantung tipe mastektomi yang dipilih. Jaringan payudara dan kelenjar getah bening yang diangkat akan dikirim ke laboratorium untuk diuji. Hasil laboratorium akan menunjukkan apakah seluruh kanker telah diangkat dan apakah kanker ditemukan di kelenjar getah bening.

  • Jika pasien juga menjalani rekonstruksi payudara bersamaan dengan mastektomi, dokter bedah plastik akan melakukan rekonstruksi setelah mastektomi selesai.

  • Memasangkan drainase di area yang dioperasi untuk mengalirkan cairan berlebih yang menumpuk di sekitar kanker.

  • Setelah semua tahap dilakukan, dokter akan menjahit sayatan dan menutupnya dengan perban.

 

C. Pascaprosedur

 

Setelah prosedur, dokter akan melakukan pemeriksaan tanda vital pasien. Biasanya, pasien perlu menjalani rawat inap selama 1–3 hari. Namun, jika disertai dengan operasi rekonstruksi payudara, pasien umumnya akan membutuhkan waktu rawat inap lebih lama. 

 

Ketika sudah diperbolehkan pulang, pasien tetap dianjurkan menjalani perawatan mandiri di rumah sesuai anjuran dokter, termasuk merawat luka operasi, mengetahui tanda-tanda infeksi, dan kapan kembali untuk kontrol. Pasien juga akan diberikan resep obat pereda nyeri dan juga antibiotik. Dokter juga akan menganjurkan latihan lengan agar range of movement (pergerakan sendi maksimal) di bahu dan lengan kembali optimal. 

 

Efek Samping Mastektomi

 

Mastektomi adalah prosedur yang umumnya aman dilakukan. Meski begitu, sama halnya dengan tindakan medis lainnya, prosedur ini juga bisa menimbulkan sejumlah risiko atau efek samping. Adapun beberapa efek samping dari mastektomi adalah sebagai berikut:

 

  • Perdarahan.

  • Infeksi.

  • Tertundanya penyembuhan.

  • Nekrosis.

  • Terbentuknya seroma (pengumpulan cairan di subkutis atau bawah kulit) dan hematoma (pengumpulan darah di luar pembuluh darah). 

  • Nyeri.

  • Pembengkakan pada lengan.

  • Limfedema.

  • Pembentukan jaringan parut.

  • Mati rasa pada dada atau di bawah lengan.

  • Kekakuan bahu.

  • Hematoma (penumpukan darah di lokasi pembedahan).

  • Perubahan bentuk payudara. Kondisi ini berpotensi menyebabkan stres dan depresi.

 

Penting untuk diketahui bahwa mastektomi hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis dikonfirmasi. Dokter akan terlebih dahulu mendiskusikan dan mempertimbangkan dengan seluruh tim medis terkait kondisi pasien, untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani tindakan ini.

 

Pasien pun dapat mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk memastikan bahwa keputusan medis yang akan diambil sudah tepat. Karenanya, mencari second opinion mastektomi bisa menjadi salah satu cara bijak yang dilakukan sebelum mengambil keputusan. Ketika memilih rumah sakit onkologi terbaik untuk menjalani pengobatan, pertimbangkan referensi tepercaya serta layanan berstandar internasional.

 

Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Onkologi di  Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh evaluasi, diagnosis, serta saran perawatan yang tepat sesuai kondisi Anda.

 

Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi kanker dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 

  

Untuk menjadwalkan konsultasi dengan dokter secara lebih mudah, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini dilengkapi dengan sejumlah fitur, di antaranya fitur untuk membuat janji temu dengan dokter hingga mengecek hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk memanfaatkan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

second opinion penanganan komprehensif

Dokter Kami
dr-alif-rizqy-soeratman-spb-subsp-onk-k

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Alif R. Soeratman, SpB. Subsp.Onk. (K)

Bedah Onkologi (Kanker)

Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi


Siloam Hospitals Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-widjoyo-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Widjoyo, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-roland-octavianus-karema-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Roland Octavianus Karema, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail