Kesehatan Tubuh
Angiosarcoma - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Angiosarcoma adalah jenis kanker langka yang berasal dari sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Jenis kanker ini bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, namun paling sering di kulit kepala dan leher. Meski jarang terjadi, angiosarcoma juga bisa tumbuh di payudara. Untuk memahami lebih jauh tentang angiosarcoma, mari simak ulasan di bawah ini.
Apa itu Angiosarcoma?
Angiosarcoma adalah tumor ganas yang berasal dari sel endotelial yang menyusun lapisan paling dalam dari dinding pembuluh darah dan pembuluh getah bening (limfatik). Meski bisa tumbuh di bagian pembuluh darah mana saja, namun tumor ini paling sering ditemukan di kulit kepala dan leher, hati, limpa, atau payudara.
Angiosarcoma adalah tumor agresif yang cenderung tumbuh dengan cepat, menyebar (metastasis), dan sering muncul kembali (recurrence) setelah dilakukan pengangkatan sel tumor. Tidak seperti kebanyakan jenis sarkoma lainnya, sarkoma ini dapat menyebar ke berbagai lokasi di dalam tubuh, termasuk otak.
Tumor jenis ini mencakup hingga 2% dari semua tumor jaringan lunak (soft tissue tumor). Angiosarcoma memiliki distribusi yang sama antara jenis kelamin. Namun, kondisi ini lebih umum terjadi pada pria kulit putih lanjut usia. Angiosarcoma dapat berkembang di organ tubuh mana pun, tetapi lebih sering terjadi di daerah kepala dan leher, terutama di kulit kepala.
Penyebab Angiosarcoma
Angiosarcoma terjadi ketika sel-sel dalam lapisan pembuluh darah atau pembuluh getah bening mengalami perubahan atau mutasi asam deoksiribonukleat (DNA). Perubahan tersebut dapat menyebabkan DNA sel yang berisikan instruksi memerintahkan sel untuk membelah dengan cepat dan tanpa terkendali. Hal ini membuat sel abnormal tersebut terus hidup, sementara sel yang sehat akan mati.
Sebagian besar penyebab angiosarcoma tidak diketahui secara pasti. Namun, para ahli telah mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini. Beberapa faktor yang diketahui bisa meningkatkan risiko angiosarcoma adalah:
-
Terapi radiasi (radioterapi). Angiosarcoma merupakan efek samping akibat radioterapi yang jarang terjadi.
-
Limfedema. Kondisi ini terjadi ketika terdapat penyumbatan atau kerusakan pada sistem limfatik. Kondisi ini dapat dipicu karena operasi pengangkatan kelenjar getah bening atau adanya infeksi.
-
Sindrom genetik, perubahan gen tertentu yang dibawa sejak lahir, misalnya sindrom Maffucci (kelainan langka yang memengaruhi tulang dan kulit), neurofibromatosis, atau sindrom Klippel-Trenaunay (kelainan pembuluh darah bawaan yang muncul sejak lahir).
-
Paparan bahan kimia, seperti vinil klorida dan arsenik.
-
Faktor genetik, anak dengan orang tua yang mewariskan mutasi gen POT1 berisiko terkena angiosarcoma.
Gejala Angiosarcoma
Tanda dan gejala angiosarcoma beragam, tergantung dari lokasi terjadinya kanker. Angiosarcoma yang menyerang kulit kepala dan leher biasanya menimbulkan gejala berupa memar, lesi yang semakin membesar seiring waktu, perdarahan pada lesi saat tergores atau terluka, serta pembengkakan pada kulit di sekitar lesi.
Sementara itu, bila angiosarcoma memengaruhi organ, seperti hati dan jantung, kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa nyeri. Letak nyerinya tergantung pada lokasi terjadinya angiosarcoma.
Diagnosis Angiosarcoma
Untuk mendiagnosis angiosarcoma, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh untuk memahami kondisi pasien. Dokter juga akan meminta pasien menjalani pemeriksaan penunjang, seperti:
-
Biopsi. Pengambilan sampel jaringan yang kemudian diuji di laboratorium untuk mendeteksi sel kanker.
-
Tes pencitraan, seperti MRI, CT scan, dan PET scan, untuk melihat tingkat penyebaran kanker.
Pengobatan Angiosarcoma
Pengobatan utama untuk angiosarcoma adalah pembedahan. Namun, dokter juga dapat menyarankan perawatan lainnya, hal ini tergantung dari lokasi tumor, usia pasien dan kesehatan secara keseluruhan, serta penyebaran kanker. Selain operasi untuk mengangkat tumor, dokter juga bisa merekomendasikan:
-
Terapi radiasi (radioterapi): Terapi ini bertujuan untuk membunuh kanker menggunakan sinar berenergi tinggi, seperti sinar-X atau proton.
-
Kemoterapi: Terapi ini menggunakan obat-obatan untuk mematikan sel kanker di dalam tubuh.
-
Terapi target: Terapi yang spesifik menargetkan sel-sel kanker sehingga sel tersebut tidak bisa berkembang dan mati.
-
Imunoterapi: Terapi ini bertujuan untuk mendorong sistem kekebalan tubuh melawan sel kanker.
Perlu diketahui bahwa penyebab dan gejala yang telah disebutkan di atas tidak semerta-merta merepresentasikan angiosarcoma. Artinya, tanda serta gejala tersebut mungkin mirip dengan kondisi medis lainnya. Itulah sebabnya, bila Anda mengalami sejumlah keluhan yang mengarah pada kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat agar memperoleh diagnosis sekaligus pengobatan yang tepat.
Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter atau tenaga medis lainnya terkait dengan kondisi ini juga bisa berbeda-beda setiap rumah sakit, tergantung dari fasilitas yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Apabila ingin mendapatkan perawatan yang efektif, tepercaya, serta berkualitas prima terhadap kanker, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Sebagai salah satu pusat unggulan kanker, MRCCC menyediakan beragam layanan kesehatan untuk menangani kanker, mulai dari deteksi dini, onkologi bedah, kemoterapi, radioterapi, dan lain sebagainya.




