Kesehatan Tubuh
Apa itu Diabetes? Kenali Gejala Awalnya

Table of Contents
Diabetes adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi karena tubuh tidak dapat menggunakannya secara optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti produksi insulin yang tidak mencukupi, resistensi insulin, atau tubuh yang tidak memproduksi insulin.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar apa itu diabetes, mari simak penjelasan dr. Gerald Toreh, Sp.PD dari Siloam Hospitals Agora Cempaka Putih pada kanal Youtube Siloam Hospitals berikut ini.
Apa itu Diabetes?
Diabetes adalah kondisi yang terjadi ketika kadar gula darah (glukosa) terlalu tinggi akibat kekurangan insulin atau ketidakmampuan tubuh merespons insulin dengan baik. Insulin sendiri adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas, berfungsi untuk mengatur kadar gula darah dengan membantu glukosa masuk ke dalam sel otot, lemak, dan hati.
Glukosa ini kemudian digunakan sebagai sumber energi atau disimpan sebagai cadangan energi. Peran penting insulin adalah memindahkan glukosa dari aliran darah ke dalam sel agar tubuh dapat menggunakannya untuk fungsi energi sehari-hari.
Tipe-Tipe Diabetes dan Faktor Risikonya
1. Diabetes Tipe 1
Diabetes tipe 1 adalah gangguan autoimun di mana sistem imun tubuh menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas secara keliru. Kondisi ini menyebabkan tubuh kekurangan insulin, sehingga tidak dapat mengatur kadar gula darah dengan efektif. Tipe diabetes ini umumnya muncul sejak usia anak-anak.
Adapun faktor risiko atau penyebab diabetes tipe 1 dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:
-
Faktor genetik. Riwayat keluarga dengan diabetes tipe 1 dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi serupa.
-
Faktor autoimun. Kondisi di mana sel imun tubuh secara keliru menyerang sel-sel beta pankreas, sehingga tidak ada produksi insulin akibat kerusakan tersebut.
-
Faktor lingkungan. Infeksi virus dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 1. Selain itu, konsumsi bahan-bahan obat tertentu dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 1.
2. Diabetes Tipe 2
Diabetes tipe 2 adalah penyakit kronis yang terjadi akibat penurunan sensitivitas sel tubuh terhadap insulin dan kekurangan produksi insulin, sehingga tubuh tidak mampu menggunakan gula darah dengan efektif.
Berikut faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, antara lain:
-
Faktor gaya hidup (lifestyle). Kurang berolahraga, kurang beraktivitas fisik, kebiasaan ngemil yang berlebihan, konsumsi karbohidrat yang berlebihan, dan konsumsi makanan yang tinggi gula.
-
Faktor keturunan (genetik). Individu dengan riwayat keluarga diabetes tipe 2, diketahui enam kali lebih berisiko dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki faktor keturunan diabetes.
-
Faktor kegemukan (obesitas). Obesitas, terutama obesitas sentral (penumpukan lemak di perut), dapat memicu resistensi leptin, yang pada akhirnya meningkatkan kadar gula darah dan risiko berkembangnya diabetes tipe 2.
-
Faktor usia. Risiko diabetes tipe 2 meningkat pada individu berusia di atas 40 tahun. Namun, gaya hidup yang tidak sehat dapat menyebabkan risiko ini muncul lebih awal pada usia muda.
Gejala Diabetes
Meskipun diagnosis diabetes perlu ditegakkan melalui pemeriksaan medis oleh dokter, terdapat beberapa gejala klinis yang dapat membantu mengenali diabetes tipe 1 dan tipe 2 lebih awal. Deteksi dini gejala kedua tipe diabetes ini memungkinkan penanganan yang lebih efektif, sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Berdasarkan karakteristik trias diabetes, beberapa gejala awal yang perlu diwaspadai, antara lain:
-
Polidipsia, yaitu sering merasa haus terutama di malam hari.
-
Polifagia, yaitu sering merasa lapar disertai peningkatan nafsu makan.
-
Poliuria, yaitu sering buang air kecil.
Selain gejala di atas, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas juga dapat menjadi tanda diabetes, khususnya pada diabetes tipe 1.
Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, penting untuk segera memeriksakan kadar gula darah Anda. Berikut adalah kriteria kadar gula darah untuk menegakkan diagnosis diabetes:
-
Hasil tes gula darah puasa menunjukkan angka di atas 126 mg/dL.
-
Hasil tes gula darah sewaktu lebih dari 200 mg/dL.
Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi diabetes. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.
Perlu diingat bahwa prosedur pemeriksaan dan pengobatan diabetes dapat bervariasi di setiap rumah sakit. Tim medis akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan yang sesuai dengan kondisi medis pasien.
Untuk mengakses layanan kesehatan secara praktis, gunakan aplikasi MySiloam yang memudahkan Anda menemukan jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Agora Cempaka Putih
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, MMR., SpPD.,FINASIM.,AIFO-K
Penyakit Dalam
Spesialis Penyakit Dalam
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini






