Apa Itu Ablasi Jantung? Ini Indikasi, Prosedur, dan Risikonya
Kesehatan Tubuh

Apa Itu Ablasi Jantung? Ini Indikasi, Prosedur, dan Risikonya

26 Februari 2026 5 menit waktu baca
Ablasi jantung

 

Ablasi jantung adalah prosedur minimal invasif untuk menangani gangguan irama jantung (aritmia). Prosedur ablasi jantung dilakukan dengan melibatkan penggunaan energi suhu panas atau dingin untuk membuat jaringan parut kecil pada dinding jantung yang dapat menghambat impuls listrik abnormal dan mengembalikan irama jantung. 

 

Lantas, bagaimana prosedur ablasi jantung dan apakah risiko komplikasinya? Untuk mengetahui jawabannya, simak lebih lanjut penjelasan di bawah ini.

 

Apa Itu Ablasi Jantung?

 

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ablasi jantung adalah prosedur minimal invasif yang bermanfaat dalam menangani gangguan irama jantung. Gangguan yang dikenal juga sebagai aritmia ini, adalah kondisi ketika jantung berdetak secara tidak teratur. 

 

Ablasi jantung adalah prosedur yang menggunakan energi frekuensi radio (mirip dengan panas gelombang mikro), atau suhu dingin yang dikenal sebagai krioablasi, untuk menghancurkan area kecil jaringan jantung yang menyebabkan detak jantung cepat dan tidak teratur. 

 

Tindakan menghancurkan jaringan ini bertujuan untuk membantu mengembalikan ritme jantung normal yang teratur. Ablasi jantung dilakukan dengan menghancurkan jaringan abnormal secara terkendali, tanpa merusak bagian jantung lainnya.

 

Umumnya, dokter dapat merekomendasikan ablasi jantung pada beberapa kondisi berikut:

 

  • Aritmia yang tidak teratasi dengan obat-obatan. 

  • Pengobatan aritmia menimbulkan efek samping yang serius.

  • Sindrom Wolff-Parkinson-White atau takikardia supraventrikular.

  • Pasien berisiko tinggi mengalami serangan jantung mendadak atau komplikasi lainnya.

 

Dalam pelaksanaannya, jaringan parut kecil akan dibuat pada dinding jantung untuk menghentikan sinyal listrik yang salah. Hal ini dapat dilakukan dalam dua metode, yakni:

 

  • Radiofrequency ablation, yang menggunakan gelombang radio panas pada area yang terdampak.

  • Cryoablation, yang menggunakan energi dingin untuk mengatasi detak jantung tidak teratur.

 

Selain itu, ablasi jantung juga bisa dilakukan menggunakan denyut listrik untuk menghancurkan jaringan jantung yang bermasalah. Metode ini dikenal sebagai Pulsed Field Ablation (PFA).

 

Perlu diketahui bahwa prosedur ablasi jantung akan melibatkan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah beserta tenaga kesehatan lainnya, untuk memastikan pelaksanaannya aman dan minim risiko. Dokter akan menentukan metode yang digunakan sesuai jenis aritmia yang dialami oleh pasien. 

 

Kondisi yang Dapat Ditangani dengan Ablasi Jantung

 

Aritmia terdiri dari berbagai jenis. Beberapa jenis aritmia yang umumnya dapat diatasi dengan tindakan ablasi jantung adalah sebagai berikut:

 

  • Fibrilasi atrium dan flutter atrium: Kondisi dimana serambi jantung (atrium) berdetak dengan sangat cepat sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke dan gagal jantung.

  • Takikardia supraventrikular (SVT): Detak jantung cepat yang mengurangi efisiensi pengisian darah pada ruang jantung sebelum kontraksi.

  • Takikardia ventrikel (VT): Kondisi saat bilik jantung (ventrikel) berdetak terlalu cepat sehingga dapat menyebabkan henti jantung.

 

Persiapan Ablasi Jantung

 

Sebelum menjalani ablasi jantung, dokter akan melakukan evaluasi medis untuk mengetahui kondisi kesehatan dan riwayat kesehatan pasien. Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) juga akan dilaksanakan untuk mengecek irama jantung pasien beserta kondisi yang mendasarinya. 

 

Beberapa persiapan lain yang perlu dilakukan oleh pasien adalah sebagai berikut:

 

  • Menghentikan konsumsi obat pengencer darah, seperti aspirin atau warfarin (jika diinstruksikan dokter).

  • Tidak makan atau minum beberapa jam sebelum prosedur (arahan lebih lanjut akan diberikan oleh dokter).

  • Berhenti merokok sebelum menjalani prosedur.

  • Mengenakan pakaian yang nyaman dan melepaskan perhiasan atau aksesoris.

  • Pemasangan infus pada lengan untuk mengalirkan obat-obatan seperti anestesi. 


Karena prosedur ini melibatkan organ yang vital, dapat dipahami jika sebagian pasien merasa perlu mendapatkan second opinion untuk mengevaluasi kembali rencana terapinya. Namun, konsultasi second opinion sebaiknya dilakukan dalam kurun waktu yang aman, mengingat penanganan penyakit jantung memiliki sangat bergantung pada kecepatan tindakan.

 Prosedur ablasi jantung

 

Prosedur Ablasi Jantung

 

Prosedur ablasi jantung biasanya berlangsung selama 3–6 jam, tergantung jenis aritmia yang ditangani. Dalam pelaksanaannya, dokter biasanya akan menerapkan langkah-langkah berikut: 

 

  • Membersihkan dan memberikan anestesi untuk menghilangkan rasa sakit.

  • Memasukkan kateter elektroda (tabung tipis dan fleksibel) ke dalam kulit dan pembuluh darah pada lengan, leher, selangkangan, atau tungkai yang kemudian diteruskan atau ke jantung.

  • Pewarna yang disebut kontras akan dialirkan melalui tabung. Pewarna membantu pembuluh darah terlihat lebih jelas pada gambar sinar-X.

  • Dengan bantuan elektroda yang terhubung pada monitor, dokter akan memetakan aktivitas listrik pada jantung untuk menemukan area yang menyebabkan detak jantung tidak teratur dan menentukan bagian yang perlu ditangani.

  • Menggunakan energi panas atau dingin melalui kateter untuk membentuk jaringan parut kecil pada area yang bermasalah.

  • Melepaskan kateter dari pembuluh darah pasien.

 

Pascaprosedur Ablasi Jantung

 

Setelah tindakan ablasi jantung, pasien akan dipindahkan ke ruang pemulihan untuk dipantau secara ketat oleh tim medis selama beberapa jam. Berdasarkan kondisi pasien, dokter akan menentukan apa pasien diperbolehkan untuk pulang atau perlu menjalani rawat inap selama semalam. 

 

Dua hingga tiga hari pasca ablasi jantung, pasien mungkin dapat mengalami gejala kelelahan, rasa nyeri, atau detak jantung cepat. Obat-obatan seperti aspirin atau pengencer darah lainnya pun dapat diberikan oleh dokter untuk mencegah penggumpalan darah. Ikuti saran dokter terkait penggunaannya. Selain itu, bergantung pada jenis aritmia yang dialami, pasien mungkin tetap perlu mengonsumsi obat jantung setelah ablasi jantung.

 

Pasien biasanya dapat pulih sepenuhnya dalam beberapa minggu. Selama masa pemulihan, penting agar pasien tetap menjalani kontrol rutin. Pasien juga dihimbau untuk menghindari aktivitas berat selama beberapa hari atau minggu sesuai instruksi dokter. 

 

Sebagian besar pasien akan merasakan peningkatan kualitas hidup pasca ablasi jantung. Namun, aritmia mungkin dapat terjadi kembali. Jika ini terjadi, prosedur ablasi dapat diulang atau dokter mungkin akan menyarankan perawatan lain. 

 

Risiko Komplikasi Ablasi Jantung

 

Selayaknya prosedur lain, sejumlah komplikasi juga dapat terjadi setelah tindakan ablasi jantung. Beberapa di antaranya:

 

  • Pendarahan atau infeksi pada tempat pemasangan kateter.

  • Gumpalan darah yang menyumbat arteri pada tungkai, jantung, atau otak.

  • Kerusakan pada arteri yang dimasukkan kateter.

  • Kerusakan katup jantung.

  • Kerusakan arteri jantung.

  • Tamponade jantung.

  • Serangan jantung.

  • Kerusakan saraf vagus dan frenikus.

  • Stroke.

  • Penyempitan pembuluh darah vena yang membawa darah antara paru-paru dan jantung yang disebut stenosis vena pulmonalis.

  • Kerusakan ginjal akibat kontras yang digunakan selama prosedur.

 

Segera hubungi dokter atau tim medis apabila mengalami risiko efek samping di atas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

Penting untuk diketahui bahwa prosedur ablasi jantung hanya direkomendasikan oleh dokter setelah diagnosis dikonfirmasi dan pasien dinyatakan dapat menjalani prosedur. Dokter akan terlebih dahulu mendiskusikan dan mempertimbangkan dengan seluruh tim medis terkait kondisi pasien, untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani tindakan ini.

 

Keputusan medis yang tepat membuka jalan untuk pemulihan yang optimal. Karenanya, mencari second opinion sebelum operasi jantung untuk memastikan kembali keakuratan diagnosis dan rencana terapi adalah salah satu langkah bijak yang bisa diambil.

 

Dengan adanya fasilitas lengkap, teknologi medis canggih, beserta dokter berpengalaman, Anda bisa mendapatkan pandangan medis kedua berstandar internasional di dalam negeri. Untuk memperoleh informasi menyeluruh terkait gejala yang mengarah pada kondisi jantung, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Aritmia di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi atau penyakit jantung dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 


Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

second opinion penanganan komprehensif

Sumber

American Heart Association. Ablation for Arrhythmias. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Catheter Ablation. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. SVT (Supraventricular Tachycardia). Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Cardiac Ablation. Diakses pada 2025 | MedlinePlus. Article on Cardiac Ablation. Diakses pada 2025 | National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). Heart Treatments & Procedures. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail