Kesehatan Tubuh
Perbedaan Fibrilasi Atrium & Atrial Flutter, Waspadai Gejalanya

Table of Contents
Meski terdengar serupa, fibrilasi atrium dan atrial flutter adalah dua kondisi yang berbeda. Mengenal perbedaan di antara keduanya bukan hanya penting untuk memahami kondisi kesehatan jantung, tetapi juga untuk membantu dalam memilih penanganan yang tepat. Untuk memahami lebih lanjut mengenai perbedaan fibrilasi atrium dan atrial flutter, mari simak ulasan di bawah ini sampai tuntas.
Perbedaan Fibrilasi Atrium dan Atrial Flutter
Fibrilasi atrium dan atrial flutter adalah jenis umum irama jantung abnormal (aritmia) yang memengaruhi ruang atas (atrium) jantung. Bila berfungsi dengan baik, keempat ruang jantung akan berkontraksi secara teratur. Sinyal listrik akan mengarahkan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang tepat sesuai kebutuhan tubuh seseorang. Sinyal atau sistem konduksi jantung tersebut dimulai di area yang disebut nodus sinoatrial.
Perbedaan fibrilasi atrium dan atrial flutter dapat dilihat dari berbagai aspek, mulai dari pengaruhnya terhadap ritme jantung, penyebab, hingga gejala yang ditimbulkan. Berikut uraian selengkapnya.
1. Pengaruhnya Terhadap Ritme Jantung
Perbedaan fibrilasi atrium dan atrial flutter yang pertama adalah pengaruhnya terhadap ritme jantung. Fibrilasi atrium menghasilkan ritme jantung yang cepat dan sangat tidak teratur. Kondisi ini tidak mengikuti konduksi listrik jantung yang normal sehingga iramanya menjadi tidak teratur.
Alih-alih berkontraksi, serambi jantung atau atrium mengalami fibrilasi (bergetar). Atrium tidak berkontraksi dalam pola yang teratur. Ruang jantung bagian bawah (ventrikel) biasanya akan berkontraksi secara tidak teratur dan seringkali terlalu cepat. Akibatnya, jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Di sisi lain, atrial flutter menghasilkan ritme yang cepat dan teratur. Kondisi ini melibatkan “hubungan pendek” impuls listrik normal atau jalur melingkar, sehingga sinyal terus berputar di area tersebut. Atrial flutter menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dari biasanya dengan pola yang cenderung teratur, berbeda dengan fibrilasi atrium yang memiliki pola tidak teratur.
2. Penyebab
Perbedaan fibrilasi atrium dan atrial flutter selanjutnya bisa dilihat dari penyebabnya. Fibrilasi atrium bisa disebabkan oleh mutasi genetik yang dapat memengaruhi kelistrikan jantung. Seperti yang disebutkan dalam penelitian berjudul Genetic testing in early-onset atrial fibrillation bahwa fibrilasi atrium adalah jenis aritmia dengan dasar genetik yang signifikan.
Fibrilasi atrium dan atrial flutter sama-sama bisa disebabkan oleh berbagai kondisi medis, mulai dari gangguan jantung, sleep apnea, hingga diabetes. Bedanya, fibrilasi atrium bisa disebabkan oleh infeksi serius, sedangkan atrial flutter tidak. Sebagaimana penemuan dalam Journal of Infection and Public Health yang menyebutkan bahwa infeksi sekunder menjadi kontributor utama terjadinya NOAF (new onset atrial fibrillation) pada pasien COVID-19.
Kedua kondisi ini juga memiliki beberapa faktor risiko yang serupa, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, usia lanjut, dan konsumsi alkohol. Namun, terdapat faktor risiko lain untuk kedua kondisi tersebut.
Selain itu, sebuah penelitian berjudul Sleep Apnea and Atrial Fibrillation: Role of the Cardiac Autonomic Nervous System menyebutkan bahwa sleep apnea sangat berkaitan dengan fibrilasi atrium. Dalam hal ini, sistem saraf otonom memiliki peran penting. Menurut penelitian ini, terapi dapat ditargetkan pada berbagai komponen sistem saraf otonom untuk mengurangi risiko fibrilasi atrium pada penderita sleep apnea.
3. Gejala
Fibrilasi atrium dan atrial flutter cenderung menimbulkan gejala yang mirip, seperti pusing, palpitasi, sesak napas, mudah lelah, dan nyeri dada. Perbedaan utama dalam gejala-gejala tersebut terletak pada keteraturan denyut nadi. Secara keseluruhan, gejala atrial flutter biasanya cenderung tidak terlalu parah dibandingkan fibrilasi atrium. Risiko pembentukan bekuan darah dan stroke pada atrial flutter juga lebih kecil.
Apakah Fibrilasi Atrium dan Atrial Flutter dapat Terjadi Bersamaan?
Atrial flutter dianggap sebagai kondisi jantung yang tidak terlalu parah jika dibandingkan dengan fibrilasi atrium. Namun, bila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, atrial flutter dapat berkembang menjadi fibrilasi atrium. Sekitar setengah dari penderita atrial flutter mengalami atrial fibrillation dalam waktu tiga tahun. Tanpa pengobatan, atrial flutter bisa menyebabkan jantung semakin lemah dan stres akibat berdetak terlalu cepat dalam waktu yang lama.
Pada beberapa orang, fibrilasi atrium dan atrial flutter bisa terjadi secara bersamaan (coexist). Penelitian pada tahun 2023 terhadap pasien dewasa dengan atrial flutter dan fibrilasi atrium di Finlandia melaporkan bahwa 80% dari mereka yang didiagnosis atrial flutter memiliki fibrilasi atrium. Sedangkan, 20% lainnya didiagnosis dengan fibrilasi atrium dan memiliki atrial flutter.
Bisa disimpulkan bahwa atrial flutter dan fibrilasi atrium dapat terjadi bersamaan. Artinya, seseorang dapat mengalami kedua kondisi tersebut secara bersamaan. Penanganan kedua kondisi ini memerlukan pendekatan komprehensif dari tim medis untuk mengendalikan ritme dan laju jantung serta mencegah komplikasi, seperti stroke.
Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan di atas hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter. Tanda dan gejala yang dijelaskan di atas pun tidak secara spesifik merepresentasikan fibrilasi atrium maupun atrial flutter.
Apabila Anda atau kerabat Anda mengalami sejumlah gejala, seperti palpitasi, sesak napas, mudah merasa lelah, hingga nyeri pada dada, jangan ragu untuk mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Kesehatan Jantung yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.
Sumber
Very Well Health. Atrial Flutter vs. Atrial Fibrillation: What’s the Link?. Diakses pada 2024 | Health. What's the Difference Between Atrial Flutter and Atrial Fibrillation?. Diakses pada 2024 | Healthline. Atrial Flutter vs. Atrial Fibrillation. Diakses pada 2024 | EP Europace. How often atrial flutter and atrial fibrillation coexist? Results from a large nationwide ECG-based study. Diakses pada 2024 | Medlineplus. Atrial fibrillation and atrial flutter. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Atrial Flutter. Diakses pada 2024 | NCBI. Symptoms and quality of life in patients with coexistent atrial fibrillation and atrial flutter. Diakses pada 2024 | NCBI. How often atrial flutter and atrial fibrillation coexist? Results from a large nationwide ECG-based study. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Jantung Kuat
Skrining Jantung
2 Service/Item
Rp499.000
TERPOPULER
Jantung Sehat
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp999.000
TERPOPULER
Jantung Prima
Skrining Jantung
7 Service/Item
Rp1.399.000
TERPOPULER
Jantung Ultima
Skrining Jantung
8 Service/Item
Rp1.900.000






