Kesehatan Tubuh
Atrial Flutter: Gangguan Irama Jantung yang Tak Boleh Diabaikan

Table of Contents
Atrial flutter adalah kondisi ketika ruang bagian atas jantung (serambi jantung) berdetak terlalu cepat, namun tetap teratur. Ini merupakan salah satu jenis gangguan irama jantung (aritmia) yang disebabkan oleh kelainan pada sistem listrik jantung. Gejalanya sering kali mirip dengan atrial fibrilasi. Untuk memahami atrial flutter lebih jauh, baca penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Atrial Flutter?
Atrial flutter adalah gangguan irama jantung yang terjadi di ruang bagian atas jantung (serambi jantung). Kelainan ini membuat jantung berdetak lebih cepat, namun dengan pola yang teratur. Hal inilah yang membedakannya dengan atrial fibrilasi, yakni kondisi yang juga menyebabkan jantung berdetak cepat, namun dengan pola yang tidak beraturan.
Biasanya, jantung manusia berdetak sekitar 60 hingga 100 kali per menit ketika beristirahat. Namun, pada penderita atrial flutter, serambi jantung dapat berdetak 250 hingga 350 kali per menit. Hal ini membuat bilik jantung merespons dengan ikut berdetak cepat, biasanya sekitar 150 kali per menit atau bahkan lebih.
Atrial flutter dapat mengakibatkan permasalahan jantung karena serambi jantung tidak bisa mengalirkan darah ke bilik jantung dengan optimal karena berkontraksi terlalu sering. Alhasil, volume darah yang mengisi bilik jantung lebih sedikit daripada normal. Akibatnya, darah yang dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh pun turut menjadi lebih sedikit dari biasanya.
Tipe-Tipe Atrial Flutter
Sebagai salah satu dari jenis aritmia, atrial flutter terbagi menjadi beberapa tipe. Berikut merupakan tipe-tipe dari atrial flutter:
-
Typical: Tipe ini merupakan tipe atrial flutter yang paling umum. Sinyal listrik yang tidak normal berputar berlawanan arah jarum jam di atrium kanan jantung.
-
Reverse Typical: Sinyal listrik tak normal yang bergerak mengikuti arah jarum jam di atrium kanan jantung.
-
Atypical: Sinyal listrik yang tidak normal dapat terjadi baik di atrium kiri maupun atrium kanan. Kondisi ini jarang ditemukan, kecuali jika penderita pernah menjalani operasi jantung atau ablasi.
Penyebab Atrial Flutter
Sebenarnya, belum diketahui secara pasti apa penyebab dari atrial flutter. Namun, penyakit ini dapat dipicu oleh frekuensi sinyal listrik di jantung yang terlalu sering sehingga menyebabkan terjadinya kontraksi atau pemompaan yang lebih cepat pada serambi jantung.
Berbagai kondisi yang dapat menyebabkan atrial flutter adalah sebagai berikut.
-
Gangguan katup jantung.
-
Kelainan otot jantung (kardiomiopati).
-
Kondisi pascaoperasi jantung.
-
Kelenjar tiroid yang terlalu aktif sehingga melepaskan terlalu banyak hormon tiroid dalam darah.
-
Tekanan darah tinggi.
-
Penyakit jantung rematik.
-
Peradangan pada lapisan jantung (perikarditis).
-
Gangguan elektrolit.
-
Kekurangan oksigen parah (hipoksia).
Selain itu, atrial flutter juga dapat disebabkan oleh gaya hidup seperti:
-
Penyalahgunaan NAPZA.
-
Kecanduan konsumsi minuman beralkohol.
-
Kebiasaan merokok.
-
Efek samping obat-obatan tertentu.
-
Mengonsumsi minuman berkafein secara berlebihan.
Gejala Atrial Flutter
Tidak semua penderita atrial flutter mengalami gejala. Namun, beberapa di antaranya dapat mengalami gejala berikut:
-
Pusing.
-
Merasa kurang energi (lemas).
-
Jantung berdebar (berdenyut terlalu kuat, cepat, atau tidak beraturan).
-
Pingsan.
Cara Mendiagnosis Atrial Flutter
Jika penderita dalam kondisi tidak stabil, maka dokter akan melakukan tindakan darurat sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tindakan darurat yang dilakukan oleh dokter meliputi pemberian oksigen, pemasangan infus untuk jalur masuk obat-obatan, dan melakukan kardioversi, yaitu menghantarkan listrik ke jantung dengan menggunakan alat khusus.
Apabila kondisi pasien sudah mulai stabil, dokter akan melakukan beberapa metode umum yang digunakan untuk mendiagnosis atrial flutter. Hasil dari tes ini akan menjadi dasar bagi dokter dalam menegakkan diagnosis dan merancang rencana pengobatan yang tepat. Simak penjelasannya berikut:
-
Pemeriksaan fisik: Pemeriksaan pertama yang dilakukan untuk membantu mendiagnosis atrial flutter adalah pemeriksaan fisik. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk mendengarkan detak jantung dengan stetoskop untuk memeriksa adanya irama jantung yang tidak normal.
-
Elektrokardiogram (EKG): Ini adalah tes umum yang digunakan untuk mendiagnosis atrial flutter. Tes ini akan merekam aktivitas listrik jantung.
-
Holter Monitor: Merupakan perangkat EKG portabel yang digunakan pasien selama periode waktu tertentu, biasanya 24 hingga 48 jam. Alat ini akan merekam aktivitas listrik jantung pasien sehingga memungkinkan dokter untuk mengevaluasi irama jantung selama periode tertentu.
-
Studi Elektrofisiologi (EPS): Dalam beberapa kasus, EPS dapat dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas listrik jantung pasien. Proses ini melibatkan pemasangan kateter ke dalam jantung pasien untuk merekam aktivitas listriknya.
-
Ekokardiografi: Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk memeriksa bentuk dan katup jantung.
Penanganan Atrial Flutter
Terdapat beberapa metode yang digunakan dokter untuk menangani atrial flutter. Berikut ulasannya.
1. Obat-obatan
Langkah penanganan atrial flutter yang pertama adalah dengan meresepkan obat. Obat-obatan umumnya digunakan untuk mengendalikan detak jantung dan menghentikan irama jantung yang tidak normal. Berikut daftar obat-obatan yang diresepkan dokter untuk penderita atrial flutter:
-
Beta-blocker untuk memperlambat detak jantung dan mengurangi kekuatan kontraksi jantung.
-
Penghambat kanal kalsium (calcium channel blocker) juga digunakan untuk memperlambat denyut jantung dengan mengendalikan laju bilik (ventrikel) jantung.
-
Obat-obatan antiaritmia untuk mengembalikan dan mempertahankan irama jantung normal.
2. Kardioversi
Kardioversi adalah prosedur yang melibatkan pemberian sengatan listrik terkontrol ke jantung untuk mengembalikannya ke irama normal. Tindakan ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat eksternal (defibrillator) di dada. Sengatan listrik tersebut akan membantu mengatur ulang sinyal listrik jantung dan memungkinkannya kembali ke irama normal.
3. Ablasi Jantung
Penanganan selanjutnya untuk atrial flutter adalah ablasi jantung, yaitu tindakan untuk menonaktifkan beberapa sel listrik di jantung guna mengurangi aliran listrik ke jantung sehingga detak jantung dapat kembali normal.
Ablasi jantung merupakan bagian dari tindakan kateterisasi jantung yang bertujuan untuk mengatasi gangguan irama jantung. Prosedur ini biasanya dipertimbangkan ketika pengobatan atrial flutter dengan obat-obatan dan kardioversi tidak memberikan hasil yang efektif atau jika pasien mengalami kekambuhan secara berulang.
Pencegahan Atrial Flutter
Untuk mencegah atrial flutter yang dipicu oleh faktor-faktor tertentu, seperti penggunaan narkotika, konsumsi alkohol, merokok, maupun stres berlebihan, langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan melalui:
-
Melakukan perubahan gaya hidup: Melakukan perubahan gaya hidup tertentu, seperti berhenti mengonsumsi minuman beralkohol dan berkafein, dapat membantu mencegah atrial flutter serta mengurangi frekuensi serangan. Menghentikan kebiasaan merokok juga penting dilakukan karena merokok dapat memperburuk masalah irama jantung. Selain itu, menjaga berat badan yang ideal melalui aktivitas fisik teratur dan pola makan seimbang dapat berdampak positif pada kesehatan jantung.
-
Mengelola stres: Melakukan teknik relaksasi, olahraga, atau konseling dapat mengurangi tingkat stres.
-
Mengendalikan tekanan darah: Atrial flutter adalah salah satu jenis aritmia yang dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Maka dari itu, penderita disarankan untuk menjaga tekanan darah dalam tubuh agar stabil. Jika diperlukan, konsultasikan dengan dokter untuk pengobatan yang tepat guna mengontrol tekanan darah.
Itulah pembahasan lengkap mengenai kondisi atrial flutter, yakni gangguan irama jantung yang perlu Anda pahami. Perlu dicatat bahwa informasi yang disampaikan dalam artikel ini bersifat edukasi dan tidak dapat menggantikan saran atau diagnosis dari dokter.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala atrial flutter, seperti sesak napas, jantung berdebar, dan nyeri dada, segera konsultasi ke Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mencegah komplikasi serius serta meningkatkan kualitas hidup Anda.
Selain itu, Anda dapat melakukan Skrining Jantung untuk mendeteksi risiko gangguan jantung sejak dini. Pemeriksaan ini penting dilakukan sebagai langkah pencegahan dan pemantauan kesehatan jantung, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko tertentu. Dengan skrining yang tepat, penanganan dapat dilakukan lebih awal sebelum gejala yang mengganggu muncul.
Untuk memudahkan proses pengelolaan kesehatan Anda, gunakan aplikasi MySiloam. Dengan aplikasi tersebut, Anda dapat memeriksa jadwal dokter terkait, memesan janji temu, hingga melihat hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Unduh aplikasi MySiloam sekarang juga untuk perawatan kesehatan yang lebih praktis dan efisien.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Premium Kesehatan Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp5.400.000
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Skrining Jantung Advance
Skrining Jantung
9 Service/Item
Rp2.950.000
TERPOPULER
Jantung Kuat
Skrining Jantung
2 Service/Item
Rp499.000
TERPOPULER
Jantung Sehat
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp999.000
TERPOPULER
Jantung Prima
Skrining Jantung
7 Service/Item
Rp1.399.000







