Kesehatan Tubuh
Apa Itu Tamponade Jantung? Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Tamponade jantung adalah suatu kondisi ketika fungsi jantung terganggu akibat adanya tekanan yang kuat di dalam jantung. Kondisi ini termasuk dalam kegawatdaruratan medis dan perlu mendapatkan penanganan dengan cepat. Mari pahami penyebab, gejala, hingga cara mengatasi tamponade jantung melalui ulasan di bawah ini.
Apa Itu Tamponade Jantung?
Tamponade jantung (cardiac tamponade) adalah kondisi di mana rongga perikardium (ruang antara otot dan selaput yang melindungi jantung) berisi terlalu banyak darah atau cairan sehingga memberikan tekanan berlebih pada jantung. Kondisi ini membuat ventrikel jantung tidak dapat mengembang sepenuhnya dan membuat jantung tidak berfungsi dengan baik dalam memompa darah ke seluruh tubuh.
Selain itu, penumpukan cairan dalam rongga perikardium yang semakin menekan jantung ini juga membuat darah yang mengalir masuk ke jantung semakin lama semakin sedikit. Ketika jantung tidak terisi darah yang cukup, jantung tidak dapat memompa darah secara optimal sehingga menyebabkan tekanan darah menjadi rendah.
Hal ini membuat tubuh secara otomatis berusaha mengompensasi kondisi tersebut dengan membuat jantung berdetak lebih cepat (lebih dari 100 denyut per menit) untuk memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh.
Kanker, infeksi, trauma, dan penyakit tertentu dapat menyebabkan cardiac tamponade. Apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, kondisi ini bisa memicu komplikasi serius bahkan mengancam jiwa.
Penyebab Tamponade Jantung
Ada sejumah penyakit atau kondisi yang dapat mengakibatkan terjadinya penumpukan cairan di dalam rongga perikardium, mulai dari cedera hingga infeksi. Berikut adalah uraian selengkapnya yang penting untuk diketahui.
-
Cedera pada dada.
-
Diseksi aorta (aorta dissection).
-
Komplikasi dari operasi jantung atau operasi pada bagian di sekitar perikardium.
-
Pecahnya aneurisma aorta.
-
Kanker paru-paru stadium lanjut.
-
Perikarditis (infeksi atau peradangan di perikardium).
Di samping itu, pada beberapa kasus yang jarang ditemui, cardiac tamponade juga dapat dipicu oleh masalah kesehatan lainnya, di antaranya sebagai berikut:
-
Tumor jantung.
-
Terapi radiasi di bagian dada.
-
Tuberkulosis.
-
Penyakit imun, seperti lupus, rheumatoid arthritis, atau skleroderma.
Gejala Tamponade Jantung
Tamponade jantung umumnya menimbulkan gejala khas seperti nyeri dada yang tajam menusuk dan dapat menjalar ke bagian tubuh terdekat seperti lengan, punggung, leher, atau bahu. Rasa nyeri mungkin dapat memburuk ketika penderita menarik napas dalam-dalam, berbaring, atau batuk.
Namun, gejala pada setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung dari penyebabnya. Selain kedua gejala di atas, beberapa gejala lain dari tamponade jantung adalah sebagai berikut:
-
Sesak napas.
-
Jantung berdebar.
-
Cemas dan gelisah.
-
Badan lemas.
-
Pusing.
-
Kulit pucat.
-
Kehilangan kesadaran (pingsan).
Beberapa orang mungkin mengalami gejala secara bertahap atau lebih lambat. Pada kondisi ini, sejumlah keluhan lainnya yang biasanya dialami adalah sebagai berikut:
-
Pembengkakan (edema) pada perut atau tungkai.
-
Kelelahan.
-
Ketidaknyamanan pada dada yang membaik ketika penderita mencondongkan tubuh ke depan atau duduk.
Diagnosis Tamponade Jantung
Dokter akan memulai proses penegakkan diagnosis tamponade jantung dengan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu untuk mengetahui tentang gejala yang dialami pasien beserta riwayat kesehatannya secara mendalam. Kemudian, dokter akan melanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik.
Pada pemeriksaan fisik, dokter akan mengukur denyut nadi, memeriksa tekanan darah dan laju pernapasan, mendengarkan suara jantung, serta melihat adanya tanda-tanda pulsus paradoksus (tekanan darah menurun secara abnormal saat seseorang mengambil napas).
Dokter biasanya mengenali tamponade jantung melalui tanda-tanda khas yang disebut sebagai Beck’s triad. Tanda-tanda tersebut, di antaranya:
-
Hipotensi (tekanan darah rendah).
-
Distensi vena jugularis (pelebaran pembuluh darah vena jugularis pada leher).
-
Pada pemeriksaan fisik menggunakan stetoskop, suara detak jantung terdengar jauh atau sangat pelan.
Selain melalui pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang yang umumnya dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis penyebab tamponade jantung, antara lain:
-
Tes darah untuk mendeteksi kemungkinan adanya infeksi, seperti perikarditis.
-
Rontgen dada.
-
CT scan jantung.
-
Kateterisasi jantung.
Cara Mengatasi Tamponade Jantung
Tujuan utama pengobatan tamponade jantung adalah menghilangkan atau membuang cairan di sekitar jantung menggunakan prosedur medis yang disebut dengan pericardiocentesis. Selain melakukan prosedur pericardiocentesis, dokter juga dapat merekomendasikan operasi, apabila:
-
Tamponade jantung disebabkan oleh cedera.
-
Terdapat kerusakan yang perlu diperbaiki.
-
Jarum yang digunakan dalam prosedur pericardiocentesis tidak dapat menjangkau cairan yang menumpuk.
-
Dokter perlu mengangkat perikardium.
Sementara itu, dalam kasus yang sangat parah seperti henti jantung (cardiac arrest) karena tamponade jantung, dokter mungkin perlu melakukan prosedur emergency thoracotomy pada pasien di ruang gawat darurat.
Itulah pembahasan mengenai tamponade jantung yang perlu Anda pahami. Perlu diketahui bahwa informasi ini disajikan sebagai edukasi kesehatan dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional. Setiap individu dapat memiliki kondisi, gejala, serta risiko yang berbeda, tergantung pada keadaan kesehatan masing-masing.
Proses, metode, dan opsi pengobatan di setiap rumah sakit pun dapat berbeda, tergantung kondisi medis pasien serta fasilitas yang dimiliki. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit jantung terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi yang terpercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami keluhan yang mengarah pada tamponade jantung, seperti mudah lelah dan sesak napas, terutama saat beraktivitas atau berbaring, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Setiap detik sangatlah berarti. Manfaatkan layanan Chest Pain Ready Hospital untuk penanganan gawat darurat jantung yang cepat dan tepat. Dengan layanan ini, pasien akan langsung menjalani pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) dalam waktu kurang dari 10 menit sejak tiba, ditangani oleh tim jantung multidisiplin yang siaga 24/7, serta didukung fasilitas cath lab dan perawat bersertifikasi. Hubungi emergensi 1-500-911 untuk selamatkan lebih banyak jantung.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Dewasa Muda (20-40 Tahun)
Skrining Jantung
10 Service/Item
Rp1.600.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Lansia (Di Atas 65 Tahun)
Skrining Jantung
16 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Resiko Metabolik
Skrining Jantung
19 Service/Item
Rp2.200.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Aritmia
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp6.600.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Dewasa (41-64 Tahun)
Skrining Jantung
15 Service/Item
Rp1.700.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Olahraga
Skrining Jantung, Skrining Pelari
13 Service/Item
Rp2.000.000







