Mengenal CPR untuk Pertolongan Pertama Henti Jantung
Kesehatan Tubuh

Mengenal CPR untuk Pertolongan Pertama Henti Jantung

06 Agustus 2025 4 menit waktu baca
cpr adalah

 

CPR (cardiopulmonary resuscitation) adalah upaya pertolongan pertama bagi seseorang yang mengalami henti jantung dan paru mendadak. CPR terdiri dari beberapa tahapan, salah satunya yaitu dengan menekan dada penderita secara berulang.

 

Aktivitas yang juga dikenal dengan nama resusitasi jantung paru (RJP) ini harus dilakukan dengan tepat mengingat kesalahan dalam tindakan CPR berisiko menyebabkan kegagalan fungsi jantung dan paru-paru lebih lanjut, patah tulang, hingga pneumotoraks. Mari simak penjelasan mengenai apa itu CPR selengkapnya melalui artikel berikut.

 

Apa Itu CPR (Cardiopulmonary Resuscitation)?

 

CPR adalah salah satu upaya pertolongan pertama gawat darurat medis yang dilakukan ketika seseorang mengalami henti jantung dan paru mendadak. Langkah penanganan ini merupakan bagian dari basic life support (BLS) yang dapat dipelajari oleh siapa saja. 

 

Tujuan dari CPR adalah mengembalikan kemampuan bernapas serta sirkulasi darah dalam tubuh. Pasalnya, pernapasan atau aliran darah yang terhenti dapat memicu terjadinya kerusakan otak sehingga berpotensi menyebabkan kematian dalam hitungan 8 sampai 10 menit.

 

Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Melakukan CPR

 

CPR adalah prosedur pertolongan pertama untuk membantu menyelamatkan nyawa seseorang. Oleh karena itu, teknik resusitasi jantung paru harus dilakukan dengan benar dan tepat. Teknik CPR biasa dikenal dengan singkatan D-R-C-A-B, yaitu danger, response, compression, airway, dan breathing. Danger dan response merupakan teknik persiapan sebelum CPR, sementara compression, airway, dan breathing merupakan tahapan melakukan CPR.

 

Agar berjalan efektif, CPR sebaiknya dilakukan minimal oleh dua orang, yakni satu orang bertugas untuk compression dan seorang lainnya melakukan airway dan breathing. Kedua orang tersebut dapat saling bertukar peran setelah lima siklus atau satu menit. Berikut adalah hal-hal yang perlu diterapkan sebelum melakukan CPR:

 

1. Perhatikan Lokasi (Danger)

 

Hal pertama yang perlu diperhatikan sebelum melakukan tindakan CPR adalah memastikan lokasi di sekitar pasien aman atau terhindar dari bahaya. Jika pasien berada di lokasi berbahaya dan bukan korban laka jalan, segera pindahkan ke tempat aman terdekat. Jika tidak memungkinkan untuk dipindahkan, amankan keadaan sekitar dengan memastikan tidak ada benda-benda berbahaya di dekat pasien.

 

2. Periksa Tingkat Kesadaran Pasien (Response)

 

Cobalah untuk memanggil atau menepuk bahu pasien secara perlahan guna memeriksa tingkat kesadaran pasien. Jika pasien tidak memberi respons (baik respons mata, jawaban, erangan, atau batuk), periksa napas serta denyut nadi pasien di bagian pergelangan tangan atau leher. Pemeriksaan napas dan nadi dilakukan bersamaan secara cepat, sebisa mungkin diperiksa selama 3 detik.

 

3. Hubungi Ambulans

 

Segera hubungi ambulans untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, terlebih jika pasien tidak memberikan respons. Penolong juga dapat berteriak meminta bantuan orang sekitar untuk menghubungi ambulans. Hal tersebut bertujuan agar penolong dapat sesegera mungkin memberikan bantuan CPR pada pasien. Dengan catatan, CPR dilakukan apabila pasien sudah tidak responsif.

 

Cara Melakukan CPR

 

Secara umum, cara melakukan CPR terbagi menjadi 3 tahapan, yaitu kompresi dada (compression), membuka jalur napas (airway), dan pemberian napas buatan (breathing). Berikut penjelasan selengkapnya.

 

1. Kompresi Dada (Compression)

 

Compression dalam teknik CPR adalah tindakan berupa penekanan dinding dada pasien sebagai pijat jantung eksternal. Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan compression:

 

  1. Baringkan tubuh pasien pada permukaan datar dan keras.

  2. Posisikan diri di samping bahu dan leher pasien.

  3. Letakkan salah satu telapak tangan pada bagian tengah dada pasien, tepatnya pada ⅓ tulang sternum. Sedangkan, telapak tangan lainnya diletakkan di atas tangan tersebut.

  4. Lakukan metode push fast, yaitu penekanan dada pasien sebanyak 100–120 kali per menit atau 1–2 kali per detik. Pastikan penekanan dada tersebut memiliki kedalaman 5–6 cm (push hard).

 

2. Membuka Jalur Napas (Airway)

 

Langkah berikutnya dari CPR adalah airway atau membuka jalur napas pasien. Cara ini dilakukan setelah tahapan compression. Caranya, dongakkan kepala pasien dan letakkan satu tangan pada dahinya. Kemudian, tangan lainnya digunakan untuk mengangkat dagu secara perlahan sampai saluran napas pasien terbuka.

 

3. Pemberian Napas Buatan (Breathing)

 

Pemberian bantuan napas melalui mulut dapat dilakukan ketika pasien masih belum menunjukkan respons. Pemberian napas buatan ini lakukan untuk mengembalikan pernapasan spontan dari pasien. Selain dari mulut ke mulut, napas buatan juga dapat diberikan dari mulut ke hidung.

 

Dalam CPR, teknik breathing dilakukan secara bergantian dengan compression, yaitu 30 kali kompresi dada diikuti dengan 2 kali bantuan napas. Langkah-langkah untuk memberikan napas buatan dalam CPR adalah sebagai berikut:

 

  1. Letakkan mulut pada mulut atau hidung pasien. Jika memberikan napas bantuan dari mulut ke mulut, jepit hidung korban menggunakan tangan.

  2. Berikan udara dari mulut sebanyak 2 kali ke pasien.

  3. Perhatikan apakah dada pasien terangkat seperti ketika bernapas.

  4. Lakukan kompresi dada kembali sebanyak 30 kali jika pasien tidak menunjukkan tanda pernapasan.

 

Itulah informasi mengenai cara melakukan CPR atau resusitasi jantung paru. Kemampuan memberikan pertolongan pertama, seperti tindakan CPR, bisa sangat menentukan keselamatan seseorang yang mengalami henti jantung dan paru mendadak. Namun, pastikan untuk selalu mengutamakan keselamatan diri sendiri, tetap tenang, dan segera hubungi layanan medis profesional.

 

Apabila orang terdekat mengalami henti jantung mendadak, jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan ke dokter. Anda dapat langsung datang ke IGD Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dan penanganan medis yang tepat.

 

Gunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara virtual. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail