Hipokalemia - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Hipokalemia - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

22 Agustus 2024 3 menit waktu baca
Hipokalemia adalah

Hipokalemia adalah kondisi saat tubuh mengalami kekurangan zat kalium atau potassium, suatu elektrolit yang berperan penting dalam mengirim sinyal listrik ke sel tubuh. Hipokalemia atau penyakit kekurangan kalium ini dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali penyebab, gejala, serta cara mengatasi hipokalemia guna menghindari komplikasi atau kondisi yang lebih berbahaya. 

 

Apa itu Hipokalemia?

 

Hipokalemia adalah kondisi tubuh ketika kadar kalium dalam darah berada di bawah batas normal, yaitu kurang dari 3,0 mmol/L. Sedangkan, batas normal kadar kalium dalam darah adalah 3,5-5,1 mmol/L.

 

Tubuh yang kekurangan zat kalium dapat berakibat fatal dan dapat terjadi kelainan aritmia. Hal ini dikarenakan kalium adalah salah satu zat mineral yang berperan sebagai elektrolit dalam tubuh untuk membawa sinyal listrik ke sel-sel tubuh lain, terutama otot jantung dan saraf. 

 

Selain itu, kalium juga berperan dalam menstabilkan tekanan darah. Karena itulah, penderita hipokalemia perlu ditangani sesegera mungkin agar tidak berdampak pada kinerja organ-organ tubuh lainnya.

 

Penyebab Hipokalemia

 

Hipokalemia adalah kondisi yang diakibatkan dari pembuangan zat kalium berlebih dari dalam tubuh. Pembuangan zat kalium berlebih ini bisa disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti gangguan diare, muntah-muntah, dan lain sebagainya. Di samping itu, terdapat beberapa penyebab kalium rendah, di antaranya:

 

  • Gangguan makan, seperti anoreksia (makan lebih sedikit dari yang dibutuhkan tubuh) dan bulimia nervosa (memuntahkan makanan yang telah dimakan).

  • Hiperhidrosis atau gangguan metabolisme yang menyebabkan tubuh mengeluarkan keringat secara berlebihan.

  • Efek samping obat diuretik.

  • Efek samping obat asma tertentu, seperti bronkodilator, teofilin, dan steroid.

  • Efek samping antibiotik tertentu, seperti aminoglikosida.

  • Gagal ginjal.

  • Diabetic ketoacidosis, yaitu komplikasi dari penyakit diabetes yang menyebabkan tingginya kadar keton dalam darah.

  • Kekurangan vitamin B9 (asam folat).

  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

  • Mengonsumsi obat pencahar secara berlebihan dan dalam jangka panjang.

  • Operasi bariatrik, yaitu tindakan medis untuk penderita obesitas atau berat badan berlebih dengan mengecilkan kapasitas lambung.

 

Gejala Hipokalemia

 

Penyakit hipokalemia ringan mungkin tidak akan menimbulkan gejala tertentu pada penderitanya. Namun, mereka biasanya mengalami beberapa kondisi berikut ini:

 

  • Nafsu makan menurun.

  • Konstipasi atau sembelit.

  • Jantung berdebar.

  • Kram pada otot.

  • Mual hingga muntah-muntah.

  • Meningkatnya frekuensi buang air kecil.

  • Sering merasa haus.

  • Lemas seluruh tubuh.

 

Penyakit hipokalemia yang sudah tergolong berat (kadar kalium dalam darah kurang dari 2,5 mmol/L) akan menimbulkan gejala lebih parah. Adapun gejala dari hipokalemia berat adalah sebagai berikut:

 

  • Kelumpuhan pada otot.

  • Halusinasi atau bahkan depresi.

  • Aritmia atau gangguan detak jantung.

  • Gagal napas.

  • Ileus paralitik, yaitu terganggunya pergerakan usus karena otot mengalami kelumpuhan.

 

Cara Mengatasi Hipokalemia

 

Cara mengobati kekurangan kalium pada tahap awal adalah pemeriksaan fisik, tes darah, serta tes urine untuk mendeteksi kadar kalium di dalam darah. Setelah pasien telah dipastikan menderita hipokalemia, dokter akan melakukan terapi pemberian kalium tambahan. 

 

Apabila hipokalemia masih tergolong ringan hingga sedang, dokter akan memberikan kalium kepada pasien dalam bentuk tablet atau cairan yang dikonsumsi melalui mulut. Namun, pasien yang menderita hipokalemia berat akan mendapatkan kalium tambahan melalui infus intravena.

 

Dokter juga akan memantau beberapa organ tubuh pasien yang berpotensi terdampak karena penyakit hipokalemia, seperti skrining jantung dan ginjal. Di samping itu, dokter akan menangani hipokalemia melalui beberapa tindakan berikut:

 

  • Mengurangi atau bahkan menghentikan konsumsi obat diuretik, asma, serta antibiotik yang menyebabkan hipokalemia pada pasien.

  • Memberikan minuman elektrolit.

  • Menyarankan pasien hipokalemia untuk mengonsumsi makanan tinggi kalium, seperti pisang, kentang, ubi, alpukat, kacang merah, dan lain sebagainya.

 

Hipokalemia adalah gangguan kesehatan serius yang tidak boleh diabaikan karena dapat menyebabkan komplikasi berbahaya. Jika mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada kondisi ini, seperti menurunnya nafsu makan dan jantung berdebar, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

 

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 5

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail