Kesehatan Tubuh
Apa itu Uremia? Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Table of Contents
Uremia adalah kondisi yang ditandai dengan kadar urea dalam darah sangat tinggi sehingga berubah menjadi racun bagi tubuh. Uremia sendiri merupakan salah satu gejala dari penyakit gagal ginjal atau penyakit ginjal kronis tahap akhir. Kondisi ini memerlukan penanganan dengan segera untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berbahaya. Mari simak penjelasan tentang penyebab, gejala, dan cara mengobati uremia melalui ulasan berikut.
Apa itu Uremia?
Uremia adalah kondisi ketika kadar urea meningkat dan menyebabkan penumpukan urea di dalam darah. Uremia termasuk kondisi serius yang menandakan bahwa ginjal tidak dapat bekerja dengan baik dalam menyaring limbah dan membuangnya melalui urin.
Apabila dibiarkan begitu saja, kondisi tersebut dapat menyebabkan urea tetap berada dalam darah dan menjadi racun bagi tubuh. Maka dari itu, uremia perlu ditangani dengan cepat untuk mencegah terjadinya komplikasi yang berujung fatal hingga mengancam nyawa penderitanya.
Penyebab Uremia
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab uremia. Namun, beberapa hal yang diyakini berpotensi menyebabkan uremia adalah sebagai berikut:
- Peningkatan kadar kreatinin, yaitu limbah yang berasal dari otot dan protein makanan.
- Penurunan fungsi ginjal.
- Gagal ginjal kronis stadium akhir.
- Peningkatan kadar urea, yaitu limbah yang terbentuk di hati saat pemecahan protein.
Selain itu, munculnya kondisi ini berkaitan erat dengan beberapa penyakit ginjal kronis, seperti:
- Hipertensi (tekanan darah tinggi).
- Diabetes.
- Penyakit ginjal polikistik.
- Batu ginjal.
- Infeksi ginjal.
- Cedera ginjal.
- Gangguan saluran kemih.
- Kanker kandung kemih.
- Penyakit kardiovaskular.
- Penyakit pembesaran prostat.
- Penyakit autoimun.
- Penggunaan obat-obatan dalam dosis tinggi.
- Cedera traumatis.
- Gangguan pencernaan.
Gejala Uremia
Uremia memiliki gejala yang hampir sama dengan penyakit ginjal kronis. Hal ini membuat penderita penyakit ginjal sering kali tak menyadari munculnya kondisi uremia. Secara umum, beberapa gejala uremia adalah sebagai berikut:
- Dari hasil tes darah ditemukan kadar urea yang tinggi dalam darah.
- Mengalami kondisi neuropati uremik atau sekumpulan gejala kerusakan saraf akibat gagal ginjal, seperti tangan dan kaki sering kesemutan dan mati rasa.
- Apabila urea sudah mencapai saraf pusat, penderita dapat mengalami kebingungan, halusinasi, dan penurunan kesadaran.
- Lemah, lelah, dan bingung yang cenderung memburuk dari waktu ke waktu dan tidak kunjung hilang meski sudah beristirahat atau menerapkan pola makan sehat.
- Mengalami kondisi asidosis metabolik, yaitu kondisi ketika tubuh memproduksi asam berlebihan.
- Tekanan darah tinggi.
- Mual, muntah, dan penurunan nafsu makan. Bahkan, beberapa orang juga mengalami penurunan berat badan drastis.
- Pembengkakan (edema) di kaki dan pergelangan kaki.
- Apabila fungsi ginjal sudah terganggu, penderita akan kesulitan buang air kecil. Namun, jika ginjal masih berfungsi dengan baik, frekuensi buang air kecil akan meningkat karena ginjal bekerja lebih keras untuk membuang limbah melalui urin.
Diagnosis Uremia
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis atau tanya jawab terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Apabila terdapat dugaan gagal ginjal, maka dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani pemeriksaan fungsi ginjal yang meliputi:
- GFR (glomerular filtration rate).
- Uji kreatinin.
- Tes urin albumin.
- Tes urine atau urinalisis.
- Tes pencitraan, seperti USG.
- Biopsi ginjal.
Cara Mengatasi Uremia
Penanganan utama pada penyakit uremia adalah melalui prosedur dialisis atau cuci darah untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme dan racun dari darah. Terdapat dua jenis dialisis, yaitu hemodialisis dan dialisis peritoneal.
Hemodialisis
Hemodialisis adalah proses cuci darah yang menggunakan mesin penyaring dengan dua selang yang terpisah. Hemodialisis bekerja dengan mengalirkan darah dari tubuh melalui selang pertama menuju mesin penyaring, kemudian dialirkan kembali ke dalam tubuh dengan selang kedua.
Dialisis Peritoneal
Sementara itu, dialisis peritoneal adalah proses pencucian darah menggunakan selang kateter yang dimasukkan ke dalam rongga perut secara permanen untuk memasukkan cairan pencuci darah, sehingga tidak memerlukan mesin penyaring. Biasanya, cairan tersebut akan diganti setiap 4–6 kali sehari.
Komplikasi Uremia
Pasien uremia yang menjalani pengobatan dialisis berisiko mengalami komplikasi seperti:
- Serangan jantung.
- Penyakit kardiovaskular.
- Amiloidosis.
- Depresi.
- Kulit gatal akibat ketidakseimbangan mineral.
- Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap (hiperpigmentasi).
Cara Mencegah Uremia
Mengingat bahwa pemicu utama uremia adalah penyakit ginjal stadium akhir, maka kondisi ini dapat dicegah dengan melakukan langkah-langkah pencegahan penyakit ginjal sejak dini, di antaranya:
- Menghentikan kebiasaan merokok.
- Mengontrol gula darah dan tekanan darah.
- Menjaga kesehatan jantung.
- Menjaga berat badan ideal.
- Mencukupi kebutuhan cairan tubuh kurang lebih dua liter per harinya.
- Melakukan olahraga secara rutin.
- Mengonsumsi makanan untuk kesehatan ginjal, seperti ikan salmon, nanas, dan apel.
- Menjalani perawatan dialisis secara teratur bagi penderita gagal ginjal.
Selain menerapkan beberapa langkah pencegahan di atas, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan kesehatan ginjal secara rutin melalui paket Medical Check Up - Skrining Fungsi Ginjal dari Siloam Hospitals sebagai upaya deteksi dini terhadap permasalahan ginjal.
Dan jika Anda memiliki keluhan terkait organ ginjal, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan secara tepat. Atau, gunakan fitur Telekonsultasi untuk memungkinkan Anda berkonsultasi langsung secara virtual dengan dokter terkait. Fitur tersebut dapat ditemukan dalam aplikasi MySiloam yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







