Apa itu Uremia? Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Uremia? Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

04 Agustus 2025 4 menit waktu baca
uremia adalah

Table of Contents

Uremia adalah kondisi yang ditandai dengan kadar urea dalam darah sangat tinggi sehingga berubah menjadi racun bagi tubuh. Uremia sendiri merupakan salah satu gejala dari penyakit gagal ginjal atau penyakit ginjal kronis tahap akhir. Kondisi ini memerlukan penanganan dengan segera untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berbahaya. Mari simak penjelasan tentang penyebab, gejala, dan cara mengobati uremia melalui ulasan berikut.

 

Apa itu Uremia?

 

Uremia adalah kondisi ketika kadar urea meningkat dan menyebabkan penumpukan urea di dalam darah. Uremia termasuk kondisi serius yang menandakan bahwa ginjal tidak dapat bekerja dengan baik dalam menyaring limbah dan membuangnya melalui urin.

 

Apabila dibiarkan begitu saja, kondisi tersebut dapat menyebabkan urea tetap berada dalam darah dan menjadi racun bagi tubuh. Maka dari itu, uremia perlu ditangani dengan cepat untuk mencegah terjadinya komplikasi yang berujung fatal hingga mengancam nyawa penderitanya.

 

Penyebab Uremia

 

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab uremia. Namun, beberapa hal yang diyakini berpotensi menyebabkan uremia adalah sebagai berikut:

 

  • Peningkatan kadar kreatinin, yaitu limbah yang berasal dari otot dan protein makanan.
  • Penurunan fungsi ginjal.
  • Gagal ginjal kronis stadium akhir.
  • Peningkatan kadar urea, yaitu limbah yang terbentuk di hati saat pemecahan protein.

 

Selain itu, munculnya kondisi ini berkaitan erat dengan beberapa penyakit ginjal kronis, seperti:

 

 

Gejala Uremia

 

Uremia memiliki gejala yang hampir sama dengan penyakit ginjal kronis. Hal ini membuat penderita penyakit ginjal sering kali tak menyadari munculnya kondisi uremia. Secara umum, beberapa gejala uremia adalah sebagai berikut:

 

  • Dari hasil tes darah ditemukan kadar urea yang tinggi dalam darah.
  • Mengalami kondisi neuropati uremik atau sekumpulan gejala kerusakan saraf akibat gagal ginjal, seperti tangan dan kaki sering kesemutan dan mati rasa.
  • Apabila urea sudah mencapai saraf pusat, penderita dapat mengalami kebingungan, halusinasi, dan penurunan kesadaran.
  • Lemah, lelah, dan bingung yang cenderung memburuk dari waktu ke waktu dan tidak kunjung hilang meski sudah beristirahat atau menerapkan pola makan sehat.
  • Mengalami kondisi asidosis metabolik, yaitu kondisi ketika tubuh memproduksi asam berlebihan.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Mual, muntah, dan penurunan nafsu makan. Bahkan, beberapa orang juga mengalami penurunan berat badan drastis.
  • Pembengkakan (edema) di kaki dan pergelangan kaki.
  • Apabila fungsi ginjal sudah terganggu, penderita akan kesulitan buang air kecil. Namun, jika ginjal masih berfungsi dengan baik, frekuensi buang air kecil akan meningkat karena ginjal bekerja lebih keras untuk membuang limbah melalui urin.

 

Diagnosis Uremia

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis atau tanya jawab terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Apabila terdapat dugaan gagal ginjal, maka dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani pemeriksaan fungsi ginjal yang meliputi:

 

  • GFR (glomerular filtration rate).
  • Uji kreatinin.
  • Tes urin albumin.
  • Tes urine atau urinalisis.
  • Tes pencitraan, seperti USG.
  • Biopsi ginjal.

 

Cara Mengatasi Uremia

 

Penanganan utama pada penyakit uremia adalah melalui prosedur dialisis atau cuci darah untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme dan racun dari darah. Terdapat dua jenis dialisis, yaitu hemodialisis dan dialisis peritoneal.

 

Hemodialisis

 

Hemodialisis adalah proses cuci darah yang menggunakan mesin penyaring dengan dua selang yang terpisah. Hemodialisis bekerja dengan mengalirkan darah dari tubuh melalui selang pertama menuju mesin penyaring, kemudian dialirkan kembali ke dalam tubuh dengan selang kedua.

 

Dialisis Peritoneal

 

Sementara itu, dialisis peritoneal adalah proses pencucian darah menggunakan selang kateter yang dimasukkan ke dalam rongga perut secara permanen untuk memasukkan cairan pencuci darah, sehingga tidak memerlukan mesin penyaring. Biasanya, cairan tersebut akan diganti setiap 4–6 kali sehari.

 

Komplikasi Uremia

 

Pasien uremia yang menjalani pengobatan dialisis berisiko mengalami komplikasi seperti:

 

  • Serangan jantung.
  • Penyakit kardiovaskular.
  • Amiloidosis.
  • Depresi.
  • Kulit gatal akibat ketidakseimbangan mineral.
  • Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap (hiperpigmentasi).

 

Cara Mencegah Uremia

 

Mengingat bahwa pemicu utama uremia adalah penyakit ginjal stadium akhir, maka kondisi ini dapat dicegah dengan melakukan langkah-langkah pencegahan penyakit ginjal sejak dini, di antaranya:

 

  • Menghentikan kebiasaan merokok.
  • Mengontrol gula darah dan tekanan darah.
  • Menjaga kesehatan jantung.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Mencukupi kebutuhan cairan tubuh kurang lebih dua liter per harinya.
  • Melakukan olahraga secara rutin.
  • Mengonsumsi makanan untuk kesehatan ginjal, seperti ikan salmon, nanas, dan apel.
  • Menjalani perawatan dialisis secara teratur bagi penderita gagal ginjal.

 

Selain menerapkan beberapa langkah pencegahan di atas, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan kesehatan ginjal secara rutin melalui paket Medical Check Up - Skrining Fungsi Ginjal dari Siloam Hospitals sebagai upaya deteksi dini terhadap permasalahan ginjal.


Dan jika Anda memiliki keluhan terkait organ ginjal, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan secara tepat. Atau, gunakan fitur Telekonsultasi untuk memungkinkan Anda berkonsultasi langsung secara virtual dengan dokter terkait. Fitur tersebut dapat ditemukan dalam aplikasi MySiloam yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 3

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail