Infeksi Ginjal (Pielonefritis), Apakah Bisa Sembuh Total?
Kesehatan Tubuh

Infeksi Ginjal (Pielonefritis), Apakah Bisa Sembuh Total?

06 April 2026 5 menit waktu baca
infeksi ginjal adalah

Infeksi ginjal atau pielonefritis adalah kondisi medis saat organ ginjal mengalami infeksi yang umumnya disebabkan oleh bakteri. Kondisi ini lebih rentan dialami oleh wanita dan biasanya ditandai dengan munculnya nanah atau darah dalam urine. Pada umumnya, penderita infeksi ginjal tidak memerlukan rawat inap. Meski begitu, kondisi ini tetap perlu diwaspadai. Mari ketahui apa itu pielonefritis, mulai dari penyebab, gejala, hingga cara mengatasinya melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Infeksi Ginjal (Pielonefritis)?

 

Pielonefritis adalah gangguan pada sistem urinaria yang cukup umum terjadi. Infeksi ini biasanya dimulai dari kandung kemih, lalu naik ke ginjal. Infeksi ini digolongkan menjadi dua jenis, yaitu infeksi akut (muncul secara tiba-tiba dengan gejala berat) dan infeksi kronis (terjadi secara berulang dan berkepanjangan).

 

Sebenarnya, sistem urinaria memiliki cara alami untuk mencegah infeksi, yaitu dengan mengeluarkan urine secara berkala saat buang air kecil. Proses ekskresi urine ini berguna untuk menghilangkan kuman dari ginjal dan kandung kemih. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak atau proses pengeluaran urine terganggu, hal tersebut dapat memicu terjadinya infeksi ginjal.

 

Penyebab Infeksi Ginjal

 

Penyebab pielonefritis yang paling umum adalah serangan dari bakteri. Pada kasus yang jarang terjadi, infeksi ini juga bisa disebabkan oleh virus atau jamur. Bakteri tersebut biasanya berasal dari saluran pencernaan yang keluar bersama feses lalu masuk melalui saluran kemih. Jika jumlahnya sedikit, bakteri akan turut keluar bersama urine. Namun, bakteri tersebut dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan infeksi apabila berkembang biak di saluran kemih.

 

Faktor Risiko Infeksi Ginjal

 

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami pielonefritis adalah sebagai berikut:

 

  • Wanita.

  • Aktif berhubungan seksual sehingga saluran kemih rentan mengalami iritasi dan mempermudah bakteri penyebab infeksi masuk ke kandung kemih.

  • Melakukan hubungan seksual melalui dubur (anal) sehingga mempermudah bakteri dari anus masuk ke dalam saluran kemih.

  • Menderita kelainan bentuk saluran kemih.

  • Kehamilan. Pasalnya, aliran urine pada wanita hamil akan lebih lambat akibat perubahan fisik sehingga bakteri lebih mudah masuk ke ginjal.

  • Menderita prostatitis (infeksi kelenjar prostat).

  • Daya tahan tubuh buruk yang disebabkan oleh penyakit HIV/AIDS atau efek samping kemoterapi.

  • Penyumbatan di saluran kemih.

  • Menderita kerusakan saraf di sekitar kandung kemih.

  • Menderita gangguan kesehatan yang menyebabkan kesulitan buang air kecil (retensi urine).

  • Menjalani prosedur medis yang memasukkan alat khusus ke dalam saluran urine, seperti sistoskopi.

 

Gejala Infeksi Ginjal

 

Secara umum, gejala infeksi ginjal hampir sama dengan infeksi saluran kemih. Sejumlah gejala infeksi ginjal adalah sebagai berikut:

 

  • Sering buang air kecil. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri pielonefritis yang menyebar ke kandung kemih dan menimbulkan iritasi.

  • Terdapat darah dalam urine. Kondisi ini disebut juga dengan hematuria, yang menandakan bahwa tubuh sedang berjuang melawan bakteri penyebab infeksi. Hematuria biasanya menyebabkan urine berwarna kemerahan, merah muda, atau cokelat.

  • Nyeri pada punggung. Pada dasarnya, ginjal berada di belakang rongga perut dan dekat dengan punggung. Ketika mengalami infeksi, maka ginjal akan membengkak dan menekan kapsul yang menutupinya. Tekanan tersebut dapat menimbulkan nyeri pada punggung bagian bawah.

  • Nyeri saat buang air kecil. Bakteri penyebab pielonefritis dapat memengaruhi jaringan saraf di kandung kemih. Akibatnya, muncul rasa tidak nyaman saat penderitanya buang air kecil. Nyeri dapat dirasakan pada bagian pinggang ataupun pada area vagina/penis.

  • Urine terlihat keruh dan bau. Gejala infeksi ginjal, terutama pada wanita, biasanya mengeluarkan urine dengan warna keruh disertai bau yang tidak sedap. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar leukosit dalam urine yang sedang melawan bakteri penyebab infeksi.

  • Demam. Ketika tubuh mengalami infeksi, sistem kekebalan tubuh akan melawan bakteri sehingga suhu tubuh meningkat disertai dengan keringat dingin di malam hari.

  • Nanah dalam urine. Munculnya nanah di dalam urine menandakan bahwa infeksi ginjal sudah cukup parah. Nanah tersebut berasal dari tumpukan sel darah putih dan bakteri yang keluar bersama urine.

 

Diagnosis Infeksi Ginjal

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Lalu, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik pasien untuk mencari tanda-tanda infeksi, seperti suhu tubuh atau bagian pinggang yang nyeri.

 

Jika diperlukan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang lain untuk membantu menegakkan diagnosis, di antaranya:

 

  • Tes urine (urinalisis), untuk mendeteksi keberadaan infeksi pada saluran kemih. Tes ini membantu dokter mengetahui kadar darah, bakteri, dan nanah dalam urine.

  • USG dan CT scan, tujuannya untuk mengetahui apakah ada penyumbatan di dalam saluran kencing.

  • Pencitraan radioaktif, dokter biasanya juga melakukan tes DMSA (dimercaptosuccinic acid) untuk mendeteksi ukuran, bentuk, posisi, dan ada tidaknya jaringan parut akibat infeksi pada ginjal.

  • Kultur darah, pemeriksaan ini dilakukan dengan pengambilan sampel dan kemudian diperiksa di laboratorium. Tujuannya adalah untuk mendeteksi bakteri atau organisme lain dalam darah.

 

Pengobatan Infeksi Ginjal

 

Apakah infeksi ginjal bisa sembuh total? Kondisi ini bisa disembuhkan selama mendapatkan penanganan yang tepat. Beberapa pilihan pengobatan infeksi ginjal adalah sebagai berikut:

 

  • Pemberian antibiotik: Perawatan awal infeksi ginjal adalah dengan memberikan antibiotik. Jenis antibiotik tergantung dari kondisi pasien dan tipe bakteri yang menyerang. Melalui pengobatan ini, infeksi ginjal umumnya akan sembuh dalam waktu satu minggu. Jika kondisi pasien tak kunjung membaik, biasanya dokter akan memberikan pengobatan lanjutan.

  • Rawat inap: Rawat inap di rumah sakit biasanya direkomendasikan untuk penderita infeksi ginjal yang parah. Selama menjalani rawat inap dokter akan memberikan antibiotik dan cairan infus.

 

Pencegahan Infeksi Ginjal

 

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi ginjal adalah sebagai berikut:

 

  • Mencukupi kebutuhan cairan tubuh.

  • Tidak membiasakan menahan buang air kecil.

  • Menjaga kebersihan alat kelamin.

  • Buang air kecil setelah dan sebelum berhubungan seksual.

  • Hindari penggunaan produk pembersih kelamin yang mengandung parfum atau bahan kimia keras lainnya.

 

Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Tidak menutup kemungkinan apabila gejala-gejala yang disebutkan merujuk pada kondisi medis lainnya.

 

Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal Hipertensi di Siloam Hospitals terdekat, terlebih apabila Anda mengalami perubahan frekuensi buang air kecil disertai perubahan warna urine.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait kondisi ini akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah disesuaikan dengan kondisi medis pasien.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Kesehatan Ginjal yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja kemudian datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 5

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail