Kesehatan Tubuh
Mengenal Sistem Urinaria & Beberapa Gangguan Kesehatannya

Table of Contents
Sistem urinaria adalah sistem tubuh manusia yang bertanggung jawab untuk memproduksi, menyimpan, dan mengeluarkan urine dari tubuh. Sistem ini terdiri dari organ-organ seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Apabila sistem ini terganggu, limbah dalam tubuh yang seharusnya keluar bersamaan dengan urine akan mengendap dan menyebabkan sejumlah penyakit.
Mari ketahui lebih lanjut seputar cara kerja sistem urinaria melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Sistem Urinaria?
Sistem urinaria adalah struktur organ yang berfungsi untuk menyaring sekaligus membuang zat limbah dengan mengeluarkan urine. Jika fungsi sistem urinaria bermasalah, maka racun dan limbah tidak dapat dikeluarkan dan mengendap di dalam tubuh sehingga menimbulkan berbagai penyakit baik pada sistem urinaria maupun penyakit yang bersifat sistemik.
Sistem urinaria terdiri atas beberapa organ yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Apabila salah satu dari organ tersebut mengalami gangguan, maka proses pembentukan dan pengeluaran urine akan terganggu. Pasalnya, organ-organ tersebut bekerja sama untuk mengeluarkan racun dalam tubuh.
Organ-Organ dalam Sistem Urinaria
Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing fungsi organ dalam struktur sistem urinaria pada proses pembentukan urine.
1. Ginjal
Ginjal merupakan organ yang terletak di bawah tulang rusuk dan di dekat punggung bagian tengah. Fungsi ginjal dalam sistem urinaria adalah sebagai berikut:
- Menyaring zat-zat racun dalam darah.
- Mensekresi atau mengeluarkan cairan berisi limbah dan racun dari tubuh.
- Menjaga keseimbangan kadar air dan elektrolit dalam tubuh.
- Melepaskan hormon yang mengendalikan produksi sel darah merah.
- Membantu menjaga kesehatan tulang karena dapat mengontrol kalsium dan fosfor dalam tubuh.
- Mengatur tekanan darah pada tubuh.
Nantinya, ginjal akan memfiltrasi urea dari darah melalui struktur yang disebut nefron (penyaringan kecil). Masing-masing nefron umumnya terdiri atas bola yang dibentuk dari tubulus ginjal (tabung kecil) dan glomerulus (darah kecil). Kemudian, urea bersamaan dengan cairan dan limbah lainnya akan membentuk urine saat melewati nefron menuju tubulus ginjal.
2. Ureter
Fungsi ureter dalam sistem urinaria adalah menyalurkan urine dari ginjal ke kandung kemih. Pada kondisi ini, otot-otot di dinding ureter biasanya akan mengencang dan mengendur untuk menurunkan urine dari ginjal. Setiap 10–15 detik, sedikit demi sedikit urine akan mengalir dari ureter ke kandung kemih.
Apabila urine tidak terhubung dengan kandung kemih atau justru kembali naik, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan masalah kesehatan, seperti penyakit ginjal, atau infeksi lainnya.
3. Kandung Kemih
Kandung kemih merupakan organ berbentuk seperti piramida terbalik yang terletak di perut bagian bawah. Fungsi kandung kemih dalam sistem urinaria adalah menampung urine, yang mana kandung kemih pada orang dewasa mampu menampung sekitar 300–500 mililiter urine. Ketika organ ini penuh, akan timbul dorongan untuk buang air kecil.
4. Uretra
Uretra merupakan saluran yang menghubungkan kandung kemih dan lubang saluran kemih pada ujung vagina atau penis. Uretra pada wanita cukup pendek, yaitu sekitar 4 cm. Sedangkan, uretra pada pria dapat mencapai 20 cm. Di antara uretra dan kandung kemih terdapat cincin otot yang berfungsi mencegah kebocoran urine.
Macam-Macam Gangguan pada Sistem Urinaria
Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, jika satu saja organ dalam sistem urinaria mengalami gangguan, maka proses pengeluaran urine akan terhambat. Beberapa penyakit pada sistem urinaria adalah sebagai berikut:
1. Sindrom Nefrotik
Sindrom nefrotik adalah kondisi di mana kadar protein dalam urine mengalami peningkatan. Kondisi ini terjadi karena kerusakan di nefron ginjal yang fungsinya menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah. Pasien dengan sindrom nefrotik umumnya mengalami pembengkakan pada bagian-bagian tubuh. Sindrom nefrotik dapat merupakan masalah bawaan akibat kelainan membran, ataupun akibat penyakit auitoimun dan metabolik (SLE, diabetes, amioloidosis, dan lainnya).
2. Inkontinensia Urine
Inkontinensia urine merupakan kondisi yang banyak dialami oleh lansia. Kondisi ini terjadi ketika fungsi saraf atau otot kandung kemih dan saluran kemih mengalami gangguan, sehingga proses buang air kecil tidak terkontrol dan sering menyebabkan penderitanya mengompol.
3. Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih (ISK) infeksi yang umum terjadi di sistem urinaria, infeksi ini dapat terjadi pada saluran kemih hingga ginjal. Pada kasus ini, wanita memiliki risiko lebih besar mengalami ISK daripada pria karena ukuran uretranya yang pendek.
4. Batu Saluran Kemih
Batu saluran kemih terbentuk dari endapan mineral pada urine yang mengkristal pada sistem urinaria, contohnya seperti batu ureter, batu ginjal, atau batu kandung kemih. Makin besar batu yang terbentuk, maka risiko timbulnya penyakit akan semakin tinggi pula.
5. Sindrom nefritik
Sindrom nefritik merupakan peradangan yang menyebabkan ginjal mengalami pembengkakan. Kondisi ini bisa mengakibatkan nyeri panggul, nyeri saat buang air kecil, hingga perubahan warna urine menjadi kemerahan atau keruh, nyeri perut dan pinggang, serta pembengkakan di wajah dan kaki. Sindrom nefritik dapat dipicu oleh riwayat infeksi dan peradangan.
6. Uretritis
Uretritis adalah kondisi ketika uretra mengalami peradangan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri yang berkembang di saluran kemih. Beberapa gejala uretritis di antaranya rasa nyeri serta peningkatan frekuensi buang air kecil.
7. Gagal Ginjal
Gagal ginjal merupakan kondisi di mana ginjal tidak mampu lagi menyaring darah dan membuang cairan serta racun dari tubuh. Kerusakan ginjal ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari dehidrasi berat, penggunaan obat-obatan tertentu, hipertensi, dan diabetes yang tidak mendapatkan penanganan dengan tepat. Kondisi ini ditandai dengan sesak napas, berkurangnya volume urine, pembengkakan di kaki, wajah pucat, dan lemas.
Apabila Anda merasakan gejala yang tidak biasa saat berkemih, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter urologi kami.
Untuk penanganan lebih lanjut terhadap gangguan urologi, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals Asri yang telah dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih untuk memberikan layanan bedah terkait gangguan prostat, tumor urothelium, batu ginjal, ataupun keluhan urologi lainnya.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini







