Kesehatan Tubuh
Mengenal Penyebab Retensi Urine, Gejala, & Cara Mengatasinya

Table of Contents
Urinary retention atau retensi urine adalah kondisi medis ketika kandung kemih tidak dapat kosong sepenuhnya walaupun telah buang air kecil. Retensi urine dapat menyebabkan penderitanya merasa kesulitan untuk mengeluarkan urine walaupun memiliki keinginan untuk buang air kecil.
Retensi urine bisa disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya yaitu infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih akan menyebabkan saluran kemih membengkak sehingga menghambat jalan keluarnya urine.
Ketahui penyebab lain dari retensi urine beserta gejala dan cara mengatasinya melalui ulasan berikut ini.
Apa itu Retensi Urine?
Sebenarnya, apa itu retensi urine? Retensi urine adalah gangguan perkemihan yang membuat penderitanya kesulitan untuk buang air kecil atau mengeluarkan urine. Kondisi ini membuat kandung kemih tidak dapat kosong sepenuhnya, sehingga mengakibatkan penderitanya merasa tidak lega setelah buang air kecil. Retensi urine dapat dialami oleh siapa saja, namun lebih sering terjadi pada pria lanjut usia.
Berdasarkan lama waktu terjadinya, retensi urine dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
- Retensi urine akut, yaitu jenis retensi urine yang terjadi secara tiba-tiba. Retensi urine akut biasanya terjadi dalam jangka waktu pendek, yaitu selama beberapa hari atau minggu. Retensi urine akut yang tidak ditangani dengan tepat berisiko menyebabkan retensi urine kronis.
- Retensi urine kronis, yaitu jenis retensi urine yang muncul secara bertahap dengan durasi waktu selama beberapa bulan. Retensi urine kronis biasanya dialami oleh seseorang yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti penyakit diabetes, stroke, dan lain sebagainya.
Penyebab Retensi Urine
Penyebab retensi urine sangat beragam, mulai dari infeksi saluran kemih, efek samping obat, hingga gangguan sistem saraf. Penjelasan lengkap dari setiap penyebab retensi urine adalah sebagai berikut:
1. Infeksi Saluran Kemih
Infeksi bakteri pada saluran kemih akan menyebabkan saluran kemih membengkak sehingga jalan keluar urine menjadi terhambat. Hal ini mengakibatkan penderitanya kesulitan untuk buang air kecil.
2. Gangguan Prostat
Serupa dengan infeksi saluran kemih, gangguan prostat pada pria akan membuat prostat membengkak dan menghambat jalan keluar urine sehingga urine tidak dapat keluar dengan sempurna.
3. Gangguan Sistem Saraf
Gangguan pada sistem saraf dapat menghambat proses pengiriman sinyal dari otak yang memerintahkan kandung kemih untuk berkontraksi sehingga berisiko mengakibatkan retensi urine. Beberapa gangguan sistem saraf yang dapat menyebabkan retensi urine adalah penyakit parkinson, multiple sclerosis, stroke, dan lain sebagainya.
4. Efek Samping Obat
Beberapa jenis obat tertentu diketahui dapat menimbulkan efek samping retensi urine. Obat-obatan yang memiliki efek samping retensi urine adalah antidepresan, antihistamin, antikejang, dan lain sebagainya. Risiko retensi urine akan meningkat apabila obat-obatan tersebut dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.
5. Efek Samping Operasi
Tindakan operasi yang dilakukan pada area sekitar saluran kemih memiliki efek samping terbentuknya jaringan parut di saluran kemih. Jaringan parut tersebut dapat menghambat saluran kemih sehingga urine tidak bisa keluar dengan sempurna.
Gejala Retensi Urine
Gejala yang dirasakan oleh penderita retensi urine berbeda-beda tergantung dari jenis retensi urine yang dialami. Berikut ini masing-masing penjelasan gejala retensi urine akut dan kronis.
1. Retensi Urine Akut
Beberapa gejala umum dari retensi urine akut adalah:
- Sering ingin buang air kecil, namun saat BAK volume urine yang keluar berjumlah sedikit.
- Rasa tidak puas setelah buang air kecil.
- Nyeri pada bagian bawah perut.
- Kesulitan buang air kecil yang berlangsung selama beberapa hari atau minggu.
2. Retensi Urine Kronis
Beberapa gejala umum dari retensi urine kronis di antaranya:
- Sering buang air kecil, bahkan lebih dari 8 kali dalam sehari, namun volume urine yang keluar berjumlah sedikit.
- Pancaran urine lemah.
- Kesulitan buang air kecil yang berlangsung selama beberapa bulan.
Cara Mengatasi Retensi Urine
Beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan untuk menangani retensi urine adalah sebagai berikut:
- Memasang kateter urine selama beberapa waktu untuk membantu mengeluarkan urine dari tubuh.
- Meresepkan obat-obatan tertentu sesuai dengan penyebabnya. Contohnya, dokter akan meresepkan antibiotik untuk penderita retensi urine yang disebabkan oleh infeksi saluran kemih.
- Tindakan operasi dilakukan apabila tindakan medis lain tidak efektif untuk menangani hal tersebut.
Apabila mengalami gejala retensi urine seperti ulasan di atas, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau mengunjungi Siloam Hospitals Asri untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Siloam Hospitals Asri telah menjadi pusat unggulan di Indonesia dalam menangani keluhan seputar urologi, seperti batu ginjal, infeksi saluran kemih, gangguan prostat, dan lain sebagainya.
Hubungi call center kami di 1-500-181 atau melalui aplikasi MySiloam untuk membuat janji temu dengan dokter Siloam Hospitals Asri. Anda dapat mengunduh aplikasi MySiloam secara praktis dan gratis pada ponsel Anda. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini







