Kesehatan Tubuh
Ini Penyebab Gagal Ginjal Kronis, Waspada!

Table of Contents
Gagal ginjal kronis atau penyakit ginjal kronis adalah kondisi di mana fungsi ginjal menurun secara bertahap dalam kurun waktu yang panjang (3 bulan) hingga ginjal kehilangan kemampuannya untuk menyaring limbah dan cairan dari darah dengan efektif. Terdapat gangguan kesehatan tertentu yang diketahui menjadi penyebab gagal ginjal kronis. Simak apa saja penyebab gagal ginjal kronis dalam artikel berikut.
Penyebab Gagal Ginjal Kronis
Penyebab penyakit gagal ginjal kronis dapat diklasifikasikan menjadi pre-renal, renal, dan post-renal. Gagal ginjal kronis paling sering disebabkan oleh diabetes dan hipertensi atau tekanan darah tinggi, yang mana keduanya terjadi di bagian renal.
Pembuluh darah pada ginjal berperan penting dalam menyaring zat sisa metabolisme dan cairan berlebih dari darah. Namun, diabetes dan hipertensi secara langsung dapat menyebabkan kerusakan vaskuler atau pembuluh darah ginjal. Berikut penjelasannya.
1. Diabetes
Jurnal yang dipublikasi di National Library of Medicine (2021) menyebutkan bahwa diabetes tipe 1 dan tipe 2 dapat berujung pada gagal ginjal kronis, yaitu kondisi yang dikenal sebagai nefropati diabetik. Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk di ginjal.
Di tahap awal, ginjal masih dapat memberi kompensasi kerusakan dengan meningkatkan laju filtrasi glomerulus (glomerular filtration rate/GFR), tetapi seiring waktu, kapasitas ginjal untuk mempertahankan fungsi normal semakin menurun dan dapat terjadi gagal ginjal kronis.
2. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Menurut jurnal berjudul Hypertension as Cardiovascular Risk Factor in Chronic Kidney Disease (2023), gagal ginjal bisa menjadi penyebab maupun akibat dari hipertensi. Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di ginjal dan mengurangi kemampuan ginjal untuk menyaring limbah dari darah. Sebaliknya, gagal ginjal juga dapat menyebabkan hipertensi karena peningkatan tekanan darah pada ginjal dapat memengaruhi tekanan darah dalam tubuh secara keseluruhan.
Diagnosis Gagal Ginjal Kronis
Dokter akan memulai proses diagnosis gagal ginjal kronis dengan wawancara medis (anamnesis) untuk memastikan riwayat medis dan gejala pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh guna membantu dalam deteksi dini gagal ginjal kronis, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih awal untuk mencegah komplikasi yang lebih parah.
Dalam mendiagnosis gagal ginjal kronis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan awal pada bagian-bagian berikut:
-
Tekanan darah: Pasien dengan tekanan darah tinggi memiliki risiko lebih tinggi mengalami gagal ginjal kronis. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah dapat membantu dalam skrining awal pasien.
-
Warna di kelopak bawah mata: Pasien dengan gagal ginjal kronis pada umumnya mengalami anemia yang ditunjukkan dengan pucat pada kelopak bawah mata. Pasalnya, ginjal yang tidak sehat tidak dapat memproduksi hormon erythropoietin yang cukup untuk merangsang pembentukan sel darah merah.
-
Perubahan jumlah urine dan berat badan: Kondisi berkurangnya jumlah urine dan penurunan berat badan secara signifikan dapat menjadi tanda awal gagal ginjal kronis. Namun, pada pasien yang sudah mengalami penumpukan cairan, berat badan pasien justru akan bertambah akibat pembengkakan cairan tersebut.
Pengobatan Gagal Ginjal Kronis
Penanganan gagal ginjal kronis dilakukan dengan cara mengatasi faktor risiko terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya komplikasi. Secara umum, penanganan gagal ginjal kronis yang disebabkan oleh diabetes dan hipertensi dapat dilakukan dengan cara:
1. Diet Rendah Garam
Diet rendah garam dapat membantu menurunkan tekanan darah, memperbaiki fungsi ginjal, dan mengurangi risiko komplikasi pada penderita hipertensi dan gagal ginjal kronis. Diet rendah garam mengharuskan seseorang untuk mengurangi asupan garam atau natrium dalam makanan dan minuman sehari-hari.
Diet rendah garam dapat dilakukan dengan cara menghindari makanan yang mengandung banyak garam, seperti makanan olahan, makanan kaleng, makanan siap saji, camilan asin, saus, kecap, dan bumbu-bumbu penyedap.
2. Mengontrol Gula dan Tekanan Darah
Menjaga kadar gula darah dan tekanan darah dalam rentang normal sangat penting untuk mencegah risiko nefropati diabetik, yaitu kerusakan ginjal yang disebabkan oleh diabetes. Periksakan kadar gula darah dan tekanan darah secara rutin serta ikuti pengobatan yang diberikan oleh dokter.
3. Hemodialisis
Hemodialisis adalah prosedur medis yang digunakan sebagai pengobatan gagal ginjal kronis. Pada kondisi gagal ginjal kronis, ginjal tidak lagi dapat mengeluarkan limbah dan kelebihan cairan dari tubuh secara efektif. Hemodialisis dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal dengan menggunakan mesin khusus untuk menggantikan peran ginjal dalam tubuh, yaitu menyaring darah dari limbah, racun dan sisa metabolisme.
4. Pemasangan Kateter CAPD
CAPD (Continuous ambulatory peritoneal dialysis) adalah salah satu bentuk dialisis peritoneal yang dilakukan secara berkelanjutan dan pasien dapat melakukannya sendiri di rumah. Prosedur CAPD dilakukan dengan pemasangan kateter melalui dinding perut ke rongga peritoneum.
Cairan dialisis kemudian dimasukkan melalui kateter ke rongga peritoneum untuk memperbaiki keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh dengan cara menyerap sisa produk metabolisme dan limbah lainnya dari darah melalui membran peritoneum. Setelah cairan dialisis berada dalam rongga peritoneum selama beberapa jam, pasien akan membuang cairan tersebut melalui kateter yang sama.
5. Transplantasi Ginjal
Penanganan gagal ginjal kronis dengan transplantasi ginjal merupakan pilihan penanganan yang paling efektif untuk menggantikan fungsi ginjal yang telah rusak. Transplantasi ginjal dapat meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang harapan hidup penderitanya.
Komplikasi Gagal Ginjal Kronis
Gagal ginjal kronis (GGK) dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang berbahaya bagi kesehatan. Beberapa komplikasi tersebut antara lain:
-
Asidosis (kondisi yang terjadi ketika kadar asam di dalam tubuh sangat tinggi).
-
Ketidakseimbangan elektrolit.
-
Kelebihan cairan.
-
Ensefalopati uremikum (gangguan otak yang terjadi pada pasien gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis).
Oleh karena itu, jika memiliki gejala atau keluhan kondisi medis yang berkaitan dengan penyakit ginjal, Anda dapat langsung mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal dan Hipertensi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, serta saran perawatan yang tepat sesuai kondisi Anda.
Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Mayo Clinic. Chronic Kidney Disease. Diakses pada 2025 | NCBI. Chronic Kidney Disease. Diakses pada 2025 | AHA Journal. Hypertension as Cardiovascular Risk Factor in Chronic Kidney Disease. Diakses pada 2025 | NCBI. Chronic kidney disease in patients with diabetes mellitus. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Dasar Diabetes
5 Service/Item
Rp350.000
TERPOPULER
Skrining Komplikasi Diabetes
6 Service/Item
Rp690.000
TERPOPULER
Paket Pemeriksaan Diabetes Basic
Skrining Lite
4 Service/Item
Rp350.000
TERPOPULER
Paket Pemeriksaan Diabetes Advanced
Skrining Lite
10 Service/Item
Rp700.000
TERPOPULER
Paket Ginjal Sehat
Skrining Ginjal, Skrining Pria & Wanita
7 Service/Item
Rp3.000.000






