Mengenal Transplantasi Ginjal (Cangkok Ginjal) & Prosedurnya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Transplantasi Ginjal (Cangkok Ginjal) & Prosedurnya

05 Februari 2026 5 menit waktu baca
Yang harus diketahui mengenai transplantasi ginjal (untuk siapa? Orang dengan kondisi seperti apa?)

Transplantasi ginjal adalah tindakan medis berupa penggantian organ ginjal yang telah rusak dengan ginjal yang sehat dari pendonor. Prosedur yang dikenal juga sebagai cangkok ginjal ini umumnya ditujukan bagi pasien gagal ginjal kronis stadium akhir, yaitu kondisi ketika fungsi ginjal sudah tidak mampu lagi menyaring darah dengan optimal.

 

Setelah prosedur transplantasi dilakukan, ginjal baru akan bekerja menggantikan fungsi penyaringan ginjal yang sebelumnya gagal. Dengan demikian, kualitas hidup pasien dapat lebih baik. Mari ketahui lebih lanjut mengenai prosedur transplantasi ginjal dalam artikel berikut.

 

Apa Itu Transplantasi Ginjal (Cangkok Ginjal)?

 

Transplantasi ginjal adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mengganti ginjal yang telah rusak dengan ginjal yang sehat. Transplantasi ginjal dapat menjadi pilihan utama pengobatan gagal ginjal alih-alih harus menjalani dialisis (cuci darah) seumur hidup. Dibandingkan dengan dialisis, transplantasi ginjal pada penderita penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal stadium akhir dikaitkan dengan kualitas hidup yang lebih baik.

 

Pasien yang menjalani transplantasi ginjal umumnya dapat memiliki lebih banyak energi, pola makan lebih fleksibel, dan bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasa. Selain itu, tujuan transplantasi ginjal juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya komplikasi penyakit serius lainnya, seperti gangguan elektrolit, penumpukan cairan berlebih (edema), hingga penyakit jantung dan pembuluh darah.

 

Jenis Transplantasi Ginjal

 

Prosedur transplantasi ginjal berdasarkan kategori donor dapat dibedakan menjadi dua, berikut penjelasannya:

 

  • Living-donor kidney transplant: Prosedur transplantasi dari salah satu organ ginjal pendonor yang masih hidup. Umumnya didapat dari keluarga dengan kecocokan darah dan jaringan.

  • Deceased-donor kidney transplant: Prosedur transplantasi ginjal dari pendonor yang baru saja meninggal dunia. Prosedur ini dilakukan setelah mendapatkan izin dari keluarga atau atas dasar keinginan pendonor ketika masih hidup.

 

Siapa yang Membutuhkan Transplantasi Ginjal?

 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, indikasi utama prosedur transplantasi ginjal adalah pasien dengan gagal ginjal stadium akhir. Kondisi ini biasanya ditandai dengan laju flitrasi glomerulus (glomerular filtration rate/GFR) yang sangat rendah atau ketika pasien sudah memerlukan dialisis. 

 

Namun, tidak semua pasien dengan gagal ginjal dapat langsung menjalani prosedur transplantasi. Dokter akan terlebih dahulu mengevaluasi kondisi kesehatan secara menyeluruh, seperti pada jantung, paru-paru, riwayat infeksi, hingga status imunologi. Panduan global KDIGO 2020 menekankan pentingnya penilaian komprehensif, mulai dari aspek medis hingga dukungan sosial pasien.

 

Hal-hal yang dapat memicu gagal ginjal mencapai stadium akhir adalah sebagai berikut:

 

 

Adapun, gejala yang timbul ketika pasien mengalami gagal ginjal kronis stadium akhir adalah sebagai berikut:

 

  • Kulit terlihat pucat dan kering.

  • Mual dan muntah.

  • Sesak napas.

  • Lengan, leher, kaki, hingga paru-paru membengkak.

  • Sering mengalami penurunan kesadaran.

  • Sekujur tubuh terasa gatal.

  • Hilangnya nafsu makan.

  • Sering mengalami kram otot.

 

manfaat transplantasi ginjal

 

Kontraindikasi Transplantasi Ginjal

 

Tidak semua pasien dapat menjalani prosedur ini. Terdapat beberapa kondisi yang membuat pasien tidak dapat menjalani transplantasi ginjal, di antaranya sebagai berikut:

 

A. Kontraindikasi absolut:

 

  • Penyakit jantung-paru berat yang tidak dapat ditoleransi.

  • Infeksi aktif.

  • Penyakit kanker aktif.

  • Gangguan jiwa berat atau penyalahgunaan obat.

 

B. Kontraindikasi relatif (perlu pertimbangan khusus):

 

  • Obesitas (BMI ≥ 40 kg/m²).

  • Riwayat ketidakpatuhan terhadap pengobatan atau dialisis.

  • Keterbatasan harapan hidup (kurang dari waktu tunggu transplantasi).

 

Prosedur Transplantasi Ginjal

 

Sebelum operasi, pasien dan pendonor menjalani evaluasi medis dan psikososial. Berikut proses transplantasi ginjal dijelaskan secara sederhana:

 

A. Pemeriksaan pada penerima donor ginjal

 

  • Fungsi jantung, paru, dan hati.

  • Status infeksi.

  • Nutrisi.

  • Skrining kanker.

  • Penanganan komorbid (diabetes, obesitas, hipertensi, dan lain-lain).

 

B. Pemeriksaan pada pendonor ginjal

 

  • Golongan darah (ABO).

  • Human leukocyte antigen (HLA) matching.

  • Crossmatch test.

  • Fungsi ginjal dan pencitraan (imaging).

  • Pemeriksaan kesehatan umum.

 

C. Proses operasi transplantasi ginjal

 

Secara sederhana, prosedur pembedahan transplantasi ginjal dilakukan dengan proses berikut:

 

  • Ginjal donor tidak menggantikan ginjal lama, tetapi ditanam di daerah fossa iliaka (bawah perut bagian kanan/kiri).

  • Arteri dan vena ginjal donor disambungkan ke arteri iliaka dan vena iliaka penerima.

  • Ureter donor disambungkan ke kandung kemih pasien. 

  • Durasi operasi umumnya sekitar 3–4 jam. 

 

D. Pascaprosedur transplantasi ginjal

 

Setelah prosedur selesai dilakukan, pasien akan dianalisa dan dilakukan pemantauan secara intensif terlebih dahulu untuk memastikan fungsi ginjal seperti kreatinin, aliran urine berfungsi dengan baik, dan tidak ada tanda penolakan serta komplikasi bedah.

 

Pasien akan diwajibkan untuk mengonsumsi obat imunosupresif seumur hidup untuk mencegah penolakan ginjal baru pada sistem imun penerima. Selain itu, pasien juga dianjurkan untuk menjaga diet rendah garam, olahraga teratur, kontrol berat badan, dan kontrol rutin dengan dokter.

 

Risiko Komplikasi dan Efek Samping Transplantasi Ginjal

 

Terdapat risiko dan efek samping dari transplantasi ginjal yang perlu diketahui. Sebagai prosedur medis yang tergolong berat, transplantasi ginjal perlu dipertimbangkan sebaik mungkin oleh dokter maupun pasien itu sendiri. Salah satu efek transplantasi ginjal yang perlu diketahui adalah risiko ketidakcocokan ginjal donor terhadap tubuh pasien. Ketika pasien tidak cocok dengan ginjal donor yang dicangkok, maka akan mengalami beberapa komplikasi, seperti:

 

  • Penggumpalan darah.

  • Infeksi.

  • Gangguan sistem urinaria.

 

Selain itu, terdapat risiko berupa efek samping dari penggunaan obat imunosupresan yang diperlukan untuk mencegah tubuh menolak ginjal yang didonorkan. Obat-obatan ini dapat menyebabkan berbagai efek samping, seperti:

 

  • Penipisan dan kerusakan tulang.

  • Diabetes.

  • Pertumbuhan rambut berlebih atau kerontokan rambut.

  • Tekanan darah tinggi.

  • Kolesterol tinggi.

 

Demikian pembahasan seputar transplantasi ginjal yang penting untuk diketahui. Perlu diingat bahwa prosedur transplantasi ginjal hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis dikonfirmasi. Dokter akan terlebih dahulu mendiskusikan dan mempertimbangkan dengan seluruh tim medis terkait kondisi pasien untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani tindakan ini.

 

Penanganan medis yang efektif dapat membuka jalan menuju kualitas hidup yang lebih baik. Karenanya, pertimbangkan referensi terpercaya, layanan berstandar internasional, dan rekam jejak unggul saat memilih rumah sakit ginjal terbaik. Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri, di Siloam Internasional Hospitals telah tersedia teknologi medis modern dan lengkap, serta dokter berpengalaman untuk memberikan second opinion maupun penanganan yang optimal.

 

Oleh karena itu, jika memiliki gejala atau keluhan kondisi medis yang berkaitan dengan penyakit ginjal, Anda dapat langsung mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal dan Hipertensi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, serta saran perawatan yang tepat sesuai kondisi Anda.

 

Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 1

Sumber

NCBI. Kidney Transplantation. Diakses pada 2025 | Wolters Kluwer Health. KDIGO Clinical Practice Guideline on the Evaluation and Management of Candidates for Kidney Transplantation. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Kidney Transplant. Diakses pada 2025 | Mayoclinic. Kidney Transplant. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail