Kenali Gagal Ginjal Stadium 5, Gejala hingga Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Kenali Gagal Ginjal Stadium 5, Gejala hingga Pengobatannya

26 Februari 2026 5 menit waktu baca
End Stage Renal Disease

Gagal ginjal stadium 5 adalah kondisi medis ketika fungsi organ ginjal menurun secara menyeluruh pada tahap lebih lanjut. Dalam kondisi ini, ginjal sudah tidak mampu menyaring darah sebagaimana mestinya untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Mari kenali lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, hingga pengobatan gagal ginjal stadium 5 dalam artikel berikut.

 

Apa Itu Gagal Ginjal Stadium 5 (End Stage Renal Disease)?

 

Gagal ginjal stadium 5 atau end stage renal disease adalah stadium akhir dari penyakit ginjal kronis yang membuat ginjal benar-benar tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Sebagai informasi, fungsi ginjal adalah untuk menyaring darah, membuang limbah dan zat sisa metabolisme tubuh, dan menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. 

 

Pada penyakit ginjal kronis tahap akhir, kapasitas fungsi ginjal atau eGFR (estimated glomerular filtration rate) kurang dari 15mL/menit/1,73m2 atau dengan kata lain penderita mengalami gagal ginjal. Ketika ginjal kehilangan kemampuannya untuk menyaring darah, kadar cairan, elektrolit, dan limbah berbahaya bisa menumpuk di dalam tubuh. Karena itu, penderita gagal ginjal stadium 5 memerlukan terapi dialisis (cuci darah) dalam jangka panjang atau transplantasi ginjal.

 

Penyebab Gagal Ginjal Stadium 5

 

Pada dasarnya, penyakit ginjal terjadi ketika terdapat suatu kondisi yang mengganggu fungsi ginjal, membuat kerusakan organ tersebut semakin parah seiring dengan berjalannya waktu, hingga mencapai stadium akhir. Bagi sebagian orang, kerusakan ginjal bisa terus berlanjut bahkan setelah kondisi yang mendasarinya telah sembuh.

 

Adapun beberapa kondisi medis atau penyakit yang secara langsung bisa menyebabkan penyakit ginjal, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Diabetes.

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).

  • Glomerulonefritis, yaitu peradangan pada glomerulus (bagian ginjal yang berfungsi menyaring limbah).

  • Nefritis interstisial, yaitu peradangan pada tubulus ginjal dan struktur di sekitarnya.

  • Penyakit ginjal polikistik atau penyakit ginjal turunan lainnya.

  • Obstruksi saluran kemih berkepanjangan. Kondisi ini dapat terjadi akibat pembesaran prostat, batu ginjal, dan beberapa jenis kanker.

  • Penurunan perfusi ginjal. Kondisi ini terjadi ketika menurunnya aliran darah ke organ ginjal yang disebabkan oleh kekurangan volume darah/hipovolemia (seperti muntah, diare, penggunaan diuretik, perdarahan), hipotensi (adanya kelainan otot atau katup jantung), infeksi (seperti sepsis), dan pemberian obat yang dapat menurunkan eGFR.

  • Refluks vesikoureteral, yaitu kondisi yang menyebabkan urine kembali ke ginjal.

  • Pielonefritis atau infeksi ginjal berulang.

 

Faktor Risiko Gagal Ginjal Stadium 5

 

Terdapat pula beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis berkembang lebih cepat dan masif hingga menjadi gagal ginjal kronis stadium 5. Beberapa faktor tersebut di antaranya sebagai berikut:

 

  • Kontrol gula darah yang buruk pada penderita diabetes.

  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

  • Memiliki keluarga dengan riwayat gagal ginjal.

  • Kebiasaan merokok.

  • Berusia lanjut.

  • Sering mengonsumsi obat-obatan tanpa arahan dari dokter.

 

Gejala Gagal Ginjal Stadium 5

 

Penyakit ginjal kronis pada tahap awal kerap tidak menimbulkan gejala tertentu. Hal ini membuat penderitanya sering kali tidak menyadari kondisinya hingga penyakit tersebut berkembang sampai stadium lanjut. Sejumlah gejala yang dapat muncul ketika gagal ginjal kronis sudah mencapai stadium akhir adalah sebagai berikut:

 

  • Penurunan frekuensi buang air kecil.

  • Mual.

  • Muntah.

  • Kehilangan selera makan.

  • Kelelahan.

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang sulit dikendalikan.

  • Nyeri dada dan sesak napas, terutama ketika gagal ginjal menyebabkan penumpukan cairan di jantung serta paru-paru.

  • Edema.

  • Sakit kepala.

  • Susah tidur.

  • Kram otot.

  • Gatal-gatal pada kulit.

  • Hematuria atau kencing berdarah.

 

Komplikasi Gagal Ginjal Stadium 5

 

Setelah kerusakan sudah mencapai tahap lanjut, gagal ginjal tidak bisa dipulihkan. Akibatnya, ginjal tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya dan mengganggu kerja organ tubuh lain. Adapun sejumlah risiko komplikasi gagal ginjal kronis stadium akhir adalah sebagai berikut:

 

  • Fluid retention, yaitu kondisi ketika tubuh menyimpan cairan berlebih sehingga menyebabkan pembengkakan di area tertentu, seperti kaki, tangan, wajah, hingga paru-paru (edema paru).

  • Hiperkalemia, yaitu kondisi ketika kadar kalium dalam darah berada di atas batas normal.

  • Penyakit jantung. Kondisi ini bisa terjadi karena gagal ginjal kronis stadium akhir mengganggu keseimbangan elektrolit di dalam tubuh yang berperan penting dalam kerja jantung.

  • Osteoporosis.

  • Anemia.

  • Disfungsi ereksi.

  • Kerusakan pada sistem saraf pusat.

  • Kejang.

  • Penurunan sistem imun tubuh.

  • Perikarditis.

  • Komplikasi kehamilan pada ibu hamil.

 

Pengobatan Gagal Ginjal Stadium 5

 

Pengobatan gagal ginjal kronis stadium akhir pada dasarnya dilakukan dengan menggantikan fungsi ginjal yang telah rusak. Dalam hal ini, dokter dapat menyarankan pasien untuk melakukan dialisis, transplantasi ginjal, dan perawatan paliatif. Berikut adalah masing-masing penjelasannya:

 

  • Dialisis (cuci darah), yaitu prosedur yang dilakukan untuk membuang limbah dan cairan berlebih dalam darah. Hal ini dapat membantu menyeimbangkan kadar elektrolit dan tekanan darah pada penderita gagal ginjal.

  • Transplantasi ginjal, yaitu prosedur pembedahan untuk mengganti ginjal yang rusak pada tubuh pasien dengan ginjal yang sehat dari pendonor.

  • Perawatan paliatif, yaitu serangkaian perawatan yang dapat membantu mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

 

Pencegahan Gagal Ginjal Stadium 5

 

Penderita penyakit ginjal dapat memperlambat perkembangan dan meminimalkan risiko terjadinya gagal ginjal stadium 5 dengan menerapkan gaya hidup sehat sebaik mungkin. Adapun beberapa upaya yang bisa dilakukan, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Mempertahankan berat badan ideal.

  • Rutin berolahraga.

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk membatasi asupan protein dan garam.

  • Mengendalikan kadar gula darah.

  • Mengonsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter.

  • Rutin mengontrol kadar kolesterol dan tekanan darah.

  • Tidak merokok.

 

Penting untuk diingat bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Beberapa penyebab serta gejala yang disebutkan juga tidak secara spesifik mewakili kondisi gagal ginjal stadium 5 karena mungkin mengindikasikan kondisi lainnya.

 

Mengingat gagal ginjal stadium 5 merupakan suatu kondisi medis yang serius, dapat dipahami apabila Anda membutuhkan pendapat medis tambahan atau second opinion untuk memperoleh informasi lebih komprehensif terkait diagnosis serta pilihan pengobatannya. Namun, tak perlu ke luar negeri, dengan adanya teknologi medis canggih dan tim dokter berpengalaman, Anda dapat memperoleh tinjauan medis secara menyeluruh di Indonesia.

 

Dalam hal ini, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal Hipertensi di Siloam Hospitals terdekat apabila mengalami gejala yang mengarah pada gagal ginjal stadium akhir, seperti menjadi lebih jarang buang air kecil, pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, disertai kencing berdarah.

 

Proses, metode, dan opsi pengobatan di setiap rumah sakit pun dapat berbeda, tergantung pada kondisi medis pasien serta fasilitas yang dimiliki. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit ginjal terbaik, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi terpercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan pengobatan maupun mendapatkan second opinion.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

second opinion penanganan komprehensif

Sumber

Johns Hopkins Medicine. End Stage Renal Disease (ESRD). Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. End-Stage Renal Disease. Diakses pada 2025 | Penn Medicine. End-Stage Kidney Disease. Diakses pada 2025 | Kemenkes. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Penyakit Ginjal Kronik. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail