Kesehatan Tubuh
Syarat Pendonor Ginjal yang Harus Dipenuhi di Indonesia

Table of Contents
Transplantasi ginjal merupakan metode pengobatan paling efektif untuk pasien gagal ginjal stadium akhir dibandingkan dialisis jangka panjang. Dalam pelaksanaannya, diperlukan ginjal sehat dari pendonor yang telah memenuhi persyaratan ketat, baik secara medis maupun administratif. Lantas, apa saja syarat donor ginjal yang wajib diketahui? Mari simak persyaratan pendonor ginjal selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Apa Itu Syarat Pendonor Ginjal?
Calon pendonor wajib menjalani serangkaian pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kelayakan. Persyaratan ini mencakup aspek medis dan administratif. Keduanya sama-sama penting untuk menjamin keamanan pendonor maupun penerima. Berikut syarat donor ginjal secara medis dan administratif yang perlu diketahui.
A. Syarat Medis Pendonor Ginjal
Menurut pedoman internasional KDIGO 2020 dan regulasi Kementerian Kesehatan, syarat medis calon pendonor ginjal meliputi:
-
Berusia 18–60 tahun.
-
Sehat secara fisik dan mental.
-
Memiliki golongan darah yang sesuai dengan penerima.
-
Memiliki indeks massa tubuh < 30 kg/m2.
-
Tidak merokok.
-
Tidak menggunakan obat-obatan terlarang atau alkohol.
-
Tidak sedang hamil.
-
Tidak pernah menerima transplantasi sebelumnya.
-
Tekanan darah normal.
-
Tidak mengidap diabetes.
-
Tidak mengidap kanker dan/atau memiliki riwayat penyakit keganasan.
-
Tidak mengidap penyakit autoimun.
-
Tidak memiliki penyakit pembuluh darah.
-
Tidak mengonsumsi obat-obatan rutin.
B. Syarat Administratif
Merujuk pada peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 38 Tahun 2016, persyaratan untuk mendonorkan organ tubuh secara administratif adalah sebagai berikut:
-
Memiliki surat keterangan sehat.
-
Telah berusia 18 tahun dengan identitas resmi seperti KTP, kartu keluarga, dan akta kelahiran.
-
Membuat pernyataan tertulis tentang kesediaan pendonor menyumbangkan organ tubuhnya secara sukarela tanpa meminta upah, hadiah, bayaran, atau imbalan dalam bentuk apa pun.
-
Mendapat persetujuan keluarga (suami/istri, orang tua, atau saudara kandung).
-
Membuat pernyataan memahami indikasi, risiko, dan prosedur transplantasi.
-
Membuat pernyataan bahwa tidak ada unsur jual-beli organ.
Pemeriksaan Kelayakan Medis
Jika syarat dasar terpenuhi, calon pendonor akan menjalani sejumlah pemeriksaan seperti uji histokompatibilitas. Berikut adalah sejumlah pemeriksaan yang harus dilakukan oleh calon pendonor:
-
Pemeriksaan golongan darah untuk memastikan kesamaan golongan darah antara pendonor dan penerima.
-
Pemeriksaan crossmatch, yaitu mencampurkan sampel darah pendonor dan penerima untuk melihat reaksi kecocokan darah agar tidak ada antibodi yang dapat menyebabkan kegagalan pada transplantasi ginjal.
-
HLA typing untuk melihat kecocokan penanda genetik tertentu antara pendonor dan penerima.
-
Pemeriksaan darah lainnya, termasuk fungsi organ dan pemeriksaan serologis.
-
Pemeriksaan urine.
-
Rontgen dada.
-
Pemeriksaan ginjal.
-
EKG.
-
Pemeriksaan fisik secara menyeluruh.
Risiko Komplikasi bagi Pendonor Ginjal
Beberapa risiko komplikasi donor ginjal yang mungkin terjadi setelah prosedur transplantasi ginjal antara lain:
-
Infeksi.
-
Kegagalan operasi.
-
Kegagalan anestesi.
-
Perdarahan.
Sementara itu, sejumlah risiko komplikasi donor ginjal dalam jangka panjang dapat terjadi hipertensi (tekanan darah tinggi), penurunan fungsi ginjal, gagal ginjal pada sebagian kecil kasus.
Meski demikian, pendonor tetap dapat menjalani hidup dengan satu ginjal secara normal sebagaimana orang yang memiliki dua ginjal. Oleh karenanya, setelah melakukan donor ginjal, pendonor diharuskan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, pemeriksaan fungsi ginjal dan tekanan darah, serta menerapkan hidup pola hidup yang lebih sehat.
Apakah Ginjal Bisa Didonorkan Setelah Meninggal?
Pada dasarnya, ada beberapa organ dan jaringan yang dapat didonorkan setelah meninggal, yaitu mata, ginjal, paru-paru, jantung, hati, pankreas, jaringan tulang, katup jantung, dan kulit. Organ yang didonorkan pun harus dalam keadaan sehat dan terhindar dari penyakit infeksi, seperti HIV, hepatitis, Ebola, toxoplasmosis, dan malaria. Namun, di Indonesia, transplantasi ginjal dari pendonor meninggal masih terbatas karena regulasi.
Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Untuk mendapatkan informasi lebih komprehensif terkait transplantasi ginjal, termasuk syarat menjadi pendonor ginjal, Anda dapat langsung berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal dan Hipertensi di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tidak semua rumah sakit mungkin dapat menjalani prosedur transplantasi ginjal. Oleh karena itu, saat memilih rumah sakit, pastikan Anda mempertimbangkan rekomendasi yang tepercaya dan layanan kesehatan unggulan sebagai bagian penting dalam menentukan pilihan.
Anda juga dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Post Transplantasi Ginjal 1 - Homecare
Pasca Operasi Homecare
3 Service/Item
Rp2.150.000
Paket Post Transplantasi Ginjal 2 - Homecare
Pasca Operasi Homecare
6 Service/Item
Rp4.300.000
TERPOPULER
Paket Post Transplantasi Ginjal 4 - Homecare
Pasca Operasi Homecare
4 Service/Item
Rp8.200.000
TERPOPULER
Paket Ginjal Sehat
Skrining Ginjal, Skrining Pria & Wanita
7 Service/Item
Rp3.000.000







