Apakah Bisa Hidup dengan Satu Ginjal? Pahami Risiko Ini!
Kesehatan Tubuh

Apakah Bisa Hidup dengan Satu Ginjal? Pahami Risiko Ini!

02 Juli 2025 4 menit waktu baca
apakah kita bisa hidup dengan satu ginjal

 

Normalnya, setiap manusia memiliki dua organ ginjal di dalam tubuh. Namun, terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang hidup dengan satu ginjal, seperti kelainan bawaan sejak lahir, pascadonor ginjal, dan lain sebagainya. Perlu diketahui, ginjal merupakan organ tubuh manusia dengan fungsi vital. Salah satu fungsi ginjal pada tubuh yaitu untuk menyaring dan membuang zat sisa metabolisme tubuh.

 

Lantas, apakah bisa hidup dengan satu ginjal? Apa saja risikonya dan bagaimana tips untuk menjalani hidup dengan satu ginjal? Untuk mengetahuinya, mari simak artikel selengkapnya berikut ini.

 

Penyebab Seseorang Hidup dengan Satu Ginjal

 

Setiap orang memang memiliki dua buah ginjal di dalam tubuhnya. Namun, ada beberapa faktor yang dapat mengakibatkan seseorang hidup hanya dengan satu ginjal. Apa saja penyebab tersebut? Berikut penjelasannya:

 

1. Kelainan Bawaan Sejak Lahir

 

Kelainan bawaan sejak lahir yang dapat menyebabkan seseorang hanya memiliki satu ginjal disebut dengan agenesis ginjal. Agenesis ginjal adalah kondisi ketika ginjal janin tidak berkembang secara optimal selama di dalam kandungan. Walaupun jarang terjadi, kondisi ini bahkan dapat mengakibatkan seseorang tidak memiliki ginjal sama sekali.

 

2. Donor Ginjal

 

Donor ginjal merupakan prosedur medis berupa pemberian salah satu ginjal sehat yang dimiliki oleh seseorang untuk pasien transplantasi ginjal. Biasanya, donor ginjal dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup kerabat dekat, seperti keluarga kandung, pasangan, dan lain sebagainya. Namun, tidak menutup kemungkinan donor ginjal juga dilakukan untuk menyelamatkan nyawa orang lain.

 

3. Pengangkatan Ginjal karena Gangguan Kesehatan Tertentu

 

Pengangkatan ginjal bisa terjadi karena adanya gangguan kesehatan pada organ tubuh tertentu, seperti kanker ginjal dan sejenisnya. Jika masih memiliki satu ginjal sehat lain, pasien mungkin akan melanjutkan hidupnya hanya dengan satu ginjal. Namun, apabila kedua ginjal pasien sudah tidak dapat berfungsi dengan baik dan perlu diangkat seluruhnya, dokter akan melakukan transplantasi ginjal untuk pasien.

 

Risiko Hidup dengan Satu Ginjal

 

Jadi, apakah bisa hidup dengan satu ginjal? Secara umum, hidup dengan satu ginjal memang dapat dilakukan. Namun, hal tersebut tentu tidak terlepas dari risiko yang menyertainya. Ketika tubuh hanya memiliki satu ginjal, maka organ tubuh perlu bekerja ekstra untuk menyaring darah. Oleh karena itu, ada beberapa komplikasi yang kerap kali menjadi risiko hidup dengan satu ginjal, antara lain:

 

  • Hipertensi (tekanan darah tinggi).

  • Rendahnya laju filtrasi glomerulus (GFR) dalam menyaring darah.

  • Albuminuria atau ginjal bocor, yaitu adanya protein di dalam urine.

 

Cara Hidup Sehat dengan Satu Ginjal

 

Faktanya, hidup dengan satu ginjal memang tidak memengaruhi masa hidup. Namun, seseorang dengan kondisi ini harus tetap menjaga pola hidup sehat sebaik mungkin. Salah satu hal yang penting untuk diperhatikan apabila hidup hanya dengan satu ginjal yaitu rutin melakukan skrining fungsi ginjal secara menyeluruh dengan dokter terkait. Setidaknya, skrining fungsi ginjal dilakukan sekali setiap satu tahun.

 

Nantinya, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, seperti tes darah dan tes urine. Hal ini bertujuan untuk melihat apakah ginjal berfungsi dengan baik dalam menyaring darah serta membuang racun melalui urine. Selain itu, menjaga kesehatan ginjal dengan menerapkan pola hidup sehat juga penting untuk dilakukan. Ada beberapa langkah pola hidup sehat yang dapat dilakukan dengan mudah untuk menjaga kesehatan ginjal, yaitu:

 

  • Mengonsumsi air putih minimal 2 liter sehari. Hal ini bertujuan untuk membantu ginjal agar tidak bekerja melebihi kapasitasnya.

  • Rutin berolahraga. Pilihlah olahraga yang memiliki intensitas rendah, seperti jalan pagi, berenang, bersepeda.

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Agar lebih optimal, konsultasikan menu makanan sehari-hari dengan ahli gizi.

 

Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Sejumlah kondisi yang disebutkan di dalam artikel ini pun dapat terjadi karena penyebab lainnya, yang mungkin saja tidak secara langsung berkaitan dengan organ ginjal.

 

Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal dan Hipertensi di Siloam Hospitals terdekat apabila Anda mengalami perubahan frekuensi buang air kecil disertai perubahan warna urine.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait kondisi ini akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah disesuaikan dengan kondisi medis pasien.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Kesehatan Ginjal yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, kemudian datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail