6 Penyebab Ginjal Bocor, Waspadai Juga Gejalanya!
Kesehatan Tubuh

6 Penyebab Ginjal Bocor, Waspadai Juga Gejalanya!

07 Agustus 2025 4 menit waktu baca
penyebab ginjal bocor

 

Ginjal bocor atau sindrom nefrotik dapat terjadi karena rusaknya fungsi penyaringan organ ginjal yang menyebabkan tubuh mengeluarkan protein melalui urine (proteinuria). Lalu, apakah ginjal bocor bisa diobati dan sembuh? Mari simak penjelasan mengenai penyebab ginjal bocor serta pengobatannya melalui artikel berikut ini.

 

Apa Itu Ginjal Bocor (Sindrom Nefrotik)?

 

Ginjal bocor adalah kondisi rusaknya fungsi ginjal dalam menyaring darah. Normalnya, ginjal akan menyaring darah dengan membuang zat sisa melalui urine dan mengembalikan protein, glukosa, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh ke dalam aliran darah. 

 

Ketika organ ginjal mengalami kerusakan atau kebocoran, zat-zat yang diperlukan oleh tubuh tersebut justru akan ikut terbuang melalui urine. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan tingginya kadar protein dalam urine pada penderita sindrom nefrotik.

 

Penyebab Ginjal Bocor

 

Ginjal bocor terjadi karena adanya kerusakan struktur yang menghambat fungsi ginjal dalam menyaring darah. Ada sejumlah kondisi medis yang dapat menyebabkan seseorang mengalami sindrom nefrotik, di antaranya:

 

1. Infeksi Ginjal

 

Infeksi ginjal (pyelonefritis) merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Kondisi ini biasanya terjadi karena perpindahan bakteri atau virus dari saluran kemih bagian bawah menuju ginjal. Infeksi ginjal berisiko menimbulkan luka atau jaringan parut pada glomerulus, yaitu bagian ginjal yang berfungsi untuk menyaring darah. Hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya kebocoran protein dan zat-zat lainnya ketika melewati filter ginjal.

 

2. Preeklamsia

 

Preeklamsia merupakan peningkatan tekanan darah yang disertai dengan tingginya kadar protein dalam urine pada ibu hamil. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti plasenta yang tidak berfungsi dengan baik, kurang gizi, hingga faktor genetik. Preeklamsia biasanya terjadi ketika kehamilan memasuki usia 20 minggu.

 

3. Nefropati Diabetik

 

Kondisi medis yang menjadi penyebab ginjal bocor berikutnya adalah nefropati diabetik. Nefropati diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus karena glomerulus pada ginjal mengalami penebalan. Hal tersebut membuat proses penyaringan darah menjadi terganggu sehingga protein ikut terbuang melalui urine.

 

4. Amiloidosis

 

Amiloidosis merupakan kondisi langka yang terjadi karena adanya penumpukan protein amiloid pada jaringan dan organ-organ tubuh. Penumpukan protein amiloid ini kerap merusak fungsi ginjal dalam menyaring darah. Selain menyebabkan kerusakan ginjal, amiloidosis juga berisiko memengaruhi fungsi organ jantung, sistem pencernaan, hingga sistem saraf.

 

5. Lupus Nefritis

 

Lupus nefritis adalah komplikasi penyakit lupus yang menyebabkan organ ginjal meradang sehingga fungsinya dalam menyaring darah terganggu. Lupus sendiri merupakan penyakit autoimun akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan sel sehat.

 

6. Membranous Nephropathy

 

Kelainan struktur ginjal yang dapat memicu terjadinya ginjal bocor adalah membranous nephropathy. Membranous nephropathy timbul karena glomerulus meradang dan mengalami penebalan. Penebalan glomerulus inilah yang menyebabkan proses filtrasinya terganggu. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti hepatitis B, kanker, atau malaria.

 

Gejala Ginjal Bocor

 

Sindrom nefrotik sering kali tidak menimbulkan gejala spesifik di tahap awal. Pada beberapa kasus, kondisi ini baru terdeteksi setelah penderitanya menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, seperti tes urine, tes darah, dan skrining fungsi ginjal.

 

Kendati demikian, penderita biasanya akan mulai merasakan sejumlah gejala ketika kerusakan yang terjadi sudah cukup parah. Beberapa gejala ginjal bocor tersebut adalah:

 

  • Edema atau tubuh membengkak, terutama pada sekitar mata dan kaki. Hal ini terjadi akibat rendahnya kadar protein tubuh.

  • Mual dan muntah.

  • Sesak napas.

  • Meningkatnya frekuensi buang air kecil.

  • Urine berbuih.

  • Kulit kering dan gatal.

  • Nafsu makan menurun.

 

Cara Mengobati Ginjal Bocor

 

Apakah ginjal bocor bisa sembuh? Peluang kesembuhan penyakit ini tergantung dari penyebab serta tingkat keparahannya. Namun, beberapa pengobatan ginjal bocor berikut ini biasanya dilakukan oleh dokter untuk meredakan gejala serta mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.

 

  • Pemberian obat-obatan tertentu, seperti ACE inhibitor, diuretik, dan antikoagulan. Pemberian obat-obatan tersebut bertujuan untuk menurunkan tekanan darah, mengatasi penumpukan cairan, serta mengencerkan darah.

  • Pemberian imunosupresan, seperti kortikosteroid, guna mengurangi risiko peradangan.

  • Menjalani diet khusus. Penderita sindrom nefrotik disarankan untuk menerapkan pola makan sehat, seperti mengonsumsi makanan rendah garam dan rendah lemak. Adapun beberapa rekomendasi makanan untuk penderita ginjal bocor adalah sayuran hijau, putih telur, zat tinggi protein nabati, bawang putih, dan daging ayam tanpa kulit.

 

Perlu diketahui bahwa artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat dijadikan acuan utama dalam mendiagnosis ginjal bocor. Apabila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada kondisi ini, seperti pembengkakan pada bagian tubuh tertentu dan urine berbuih, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal dan Hipertensi di Siloam Hospitals terdekat agar memperoleh diagnosis sekaligus pengobatan yang tepat.

 

Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter atau tenaga medis lainnya terkait dengan kondisi ini bisa berbeda-beda di setiap rumah sakit, tergantung dari fasilitas yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Ginjal yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, kemudian datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail