Sering Diabaikan, Glomerulonefritis Membranosa Dapat Menyebabkan Ginjal Rusak!
Kesehatan Tubuh

Sering Diabaikan, Glomerulonefritis Membranosa Dapat Menyebabkan Ginjal Rusak!

10 Juni 2025 4 menit waktu baca
Glomerulonefritis membranosa

 

Ginjal memiliki penyaring yang bertanggung jawab untuk menyaring produk limbah atau zat sisa metabolisme dari darah. Glomerulonefritis membranosa atau membranous nephropathy (MN) adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang saringan-saringan kecil di dalam ginjal. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal jika tidak ditangani. Mari simak informasi selengkapnya mengenai glomerulonefritis membranosa melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa Itu Glomerulonefritis Membranosa?

 

Glomerulonefritis membranosa atau membranous nephropathy (MN) adalah suatu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang glomerulus, yaitu penyaring kecil di dalam ginjal. Glomerulus berfungsi untuk menyaring produk limbah dan zat sisa metabolisme dari darah. Pada kondisi MN, biasanya glomerulus mengalami peradangan yang menyebabkan penebalan membran basal sehingga ginjal kesulitan untuk melakukan penyaringan darah.

 

MN bisa terjadi secara tiba-tiba atau memburuk secara perlahan dalam waktu yang lama. Sebagian besar penderita MN tidak menyadari kondisi ini selama bertahun-tahun. Kondisi ini termasuk dalam penyakit glomerulus yang perlu mendapatkan penanganan.

 

Jenis-Jenis Glomerulonefritis Membranosa

 

Glomerulonefritis membranosa terbagi menjadi dua jenis. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Primary membranous nephropathy (75%–80%): Kondisi yang secara langsung memengaruhi ginjal tanpa adanya penyebab sekunder. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh masalah autoimun. Sebagian besar penderita MN mengidap mengidap jenis ini. 

  • Secondary membranous nephropathy (20%–25%): Kondisi ini terjadi ketika terdapat masalah kesehatan atau pengobatan lain memengaruhi ginjal. 

 

Penyebab Glomerulonefritis Membranosa

 

Penyebab glomerulonefritis membranosa bisa berbeda-beda, tergantung dari jenisnya. Primary membranous nephropathy biasanya disebabkan oleh penyakit autoimun, artinya imun tubuh menyerang sel-sel sehat di dalam tubuh. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh membuat antibodi terhadap protein yang disebut reseptor fosfolipase A2 (PLA2R/phospholipase A2 receptor).

 

Antibodi yang seharusnya menargetkan infeksi ini justru menyerang sel-sel sehat tertentu di dalam ginjal. Akibatnya, ginjal tidak bisa menyaring protein dalam aliran darah sehingga protein tersebut bocor ke dalam urine. Sementara itu, penyebab secondary membranous nephropathy adalah kondisi medis yang berisiko merusak ginjal, seperti:

 

  • Infeksi, seperti malaria, hepatitis B, hepatitis C, atau sifilis.

  • Kanker, terutama kanker usus besar atau paru-paru.

  • Kondisi autoimun lainnya, seperti lupus atau rheumatoid arthritis.

  • Penggunaan obat-obatan antiinflamasi nonsteroid, anti-tumor necrosis factor-alpha inhibitors, penicillamine, dan lain-lain.

  • Keracunan logam berat, seperti emas, merkuri, dan lain-lain.

 

Gejala Glomerulonefritis Membranosa

 

MN adalah kondisi yang menyebabkan kerusakan glomerulus sehingga protein yang seharusnya tertahan justru bocor ke dalam urine sehingga terjadi proteinuria. Hal ini bisa menyebabkan retensi air dan gejala lainnya. Gejala-gejala ini disebut juga sebagai sindrom nefrotik. Secara umum, gejala glomerulonefritis membranosa meliputi:

 

  • Pembengkakan (edema).

  • Tingginya kadar protein dalam urine.

  • Kolesterol tinggi.

  • Volume urine lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya.

  • Penambahan berat badan, biasanya karena adanya pembengkakan.

  • Kelelahan.

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).

  • Kesulitan bernapas atau sesak napas.

 

Diagnosis Glomerulonefritis Membranosa

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien, termasuk melihat ada atau tidaknya peradangan. Untuk mengonfirmasi diagnosis, dokter dapat melakukan beberapa tes tambahan, seperti:

 

  • Tes darah: Mengambil sampel darah untuk mengukur fungsi ginjal. Tes darah meliputi darah lengkap, tes nitrogen urea darah atau blood urea nitrogen (BUN), kreatinin, dan albumin.

  • Glomerular filtration rate (GFR): Mempelajari kadar kreatinin dalam darah, usia, jenis kelamin, dan ras pasien untuk menilai seberapa baik fungsi ginjal.

  • Tes urine: Mengukur kadar protein dan darah dalam urine.

  • Biopsi ginjal: Mengambil sampel kecil jaringan ginjal untuk diuji di laboratorium. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan apakah ginjal mengandung antibodi yang terkait dengan MN.

  • Tes lainnya: Dokter dapat melakukan tes lain untuk mendiagnosis apakah kondisi medis tertentu dapat menyebabkan MN sekunder. Tes ini bisa meliputi tes untuk infeksi tertentu, tes antibodi nuklear, dan tes DNA untai ganda.

 

Komplikasi Glomerulonefritis Membranosa

 

Jika tidak mendapatkan penanganan dengan tepat, glomerulonefritis membranosa dapat menyebabkan sejumlah komplikasi yang meliputi:

 

 

Pengobatan Glomerulonefritis Membranosa

 

Tujuan utama pengobatan glomerulonefritis membranosa adalah mengurangi gejala dan memperlambat perkembangan penyakit. Dalam hal ini, mengontrol tekanan darah merupakan hal utama yang diperlukan dalam menunda kerusakan ginjal. Penderita MN perlu menjaga tekanan darah tetap berada di bawah 130/80 mmHg. 

 

Kadar kolesterol dan trigliserida darah yang tinggi harus diatasi untuk mengurangi risiko aterosklerosis. Sayangnya, diet rendah lemak dan rendah kolesterol sering kali tidak begitu efektif bagi penderita membranous nephropathy. Obat-obatan yang bisa digunakan untuk mengobati MN adalah sebagai berikut:

 

  • Angiotensin converting enzyme (ACE) inhibitor dan angiotensin receptor blockers (ARB): Untuk menurunkan tekanan darah.

  • Kortikosteroid dan obat-obatan lain: Untuk menekan sistem kekebalan tubuh.

  • Statin: Untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah.

  • Pil diuretik: Untuk mengurangi pembengkakan dan menurunkan tekanan darah.

  • Obat pengencer darah: Untuk mengurangi risiko penggumpalan darah di paru-paru dan kaki.

 

Dokter biasanya juga akan meminta pasien untuk menjalani diet rendah protein dan diet rendah garam. Pasien mungkin memerlukan suplemen vitamin D dan kalsium, terutama jika diobati dengan steroid. 

 

Itulah penjelasan mengenai glomerulonefritis membranosa yang perlu Anda ketahui. Namun, perlu diingat bahwa informasi di atas hanya bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan diagnosis yang akurat secara medis. Oleh sebab itu, bila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada glomerulonefritis membranosa, jangan ragu berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal Hipertensi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Apabila direkomendasikan oleh dokter, Anda juga dapat memesan paket Skrining Kesehatan Ginjal yang berguna untuk mendeteksi adanya risiko kelainan pada ginjal lebih dini. Pemesanan bisa dilakukan secara mudah dan cepat melalui aplikasi MySiloam.

Sumber

StatPearls Publishing. Membranous Nephropathy. Diakses pada 2025 | Mount Sinai. Membranous nephropathy. Diakses pada 2025 | Medscape. Membranous Glomerulonephritis. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Membranous Nephropathy. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail