Striktur Uretra Ditandai Sulit Buang Air Kecil, Bisa Diobati?
Kesehatan Tubuh

Striktur Uretra Ditandai Sulit Buang Air Kecil, Bisa Diobati?

26 Januari 2026 4 menit waktu baca
striktur uretra

Striktur uretra adalah kondisi penyempitan uretra (saluran kemih) akibat jaringan parut yang dapat menghambat aliran urine sehingga menimbulkan berbagai keluhan, seperti pancaran urine yang melemah, nyeri saat buang air kecil, kesulitan mengosongkan kandung kemih, hingga infeksi saluran kemih berulang. Lantas, bagaimana kondisi ini bisa terjadi? Mari simak ulasan selengkapnya mengenai striktur uretra di bawah ini.

 

Apa Itu Striktur Uretra?

 

Striktur uretra adalah kondisi penyempitan uretra, yaitu saluran yang berfungsi mengalirkan urine dari kandung kemih ke luar tubuh. Penyempitan ini umumnya terjadi akibat terbentuknya jaringan parut pada dinding uretra, sehingga jumlah urine yang dapat keluar dari kandung kemih menjadi lebih sedikit atau alirannya melemah.

 

Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan, seperti buang air kecil, aliran urine yang tidak lancar, termasuk meningkatnya risiko infeksi saluran kemih. Striktur uretra dapat dialami oleh pria maupun wanita.

 

Penyebab Striktur Uretra

 

Penyebab utama striktur uretra adalah peradangan kronis atau cedera yang menimbulkan jaringan parut. Jaringan parut dapat terbentuk secara bertahap karena beberapa faktor berikut ini:

 

  • Cedera pada penis atau skrotum.

  • Infeksi, terutama infeksi menular seksual (IMS), seperti klamidiasis.

  • Pemasangan kateter urine atau penggunaan alat bedah yang dimasukkan ke uretra saat tindakan medis tertentu, misalnya operasi atau endoskopi.

  • Kanker uretra atau kanker prostat.

  • Terapi radiasi, terutama di area panggul.

  • Lichen sclerosus, kelainan kulit kronis pada area genital yang dapat memengaruhi uretra.

 

Gejala Striktur Uretra

 

Gejala utama striktur uretra adalah melemahnya aliran urine saat buang air kecil. Selain itu, kondisi ini juga bisa disertai beberapa keluhan lain, seperti:

 

  • Perlu mengejan untuk memulai atau mempertahankan aliran urine.

  • Nyeri saat buang air kecil.

  • ISK (infeksi saluran kemih) berulang.

 

Pada kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami retensi urine, yaitu kondisi ketika urine tidak dapat keluar sama sekali. Kondisi ini termasuk keadaan darurat medis dan memerlukan penanganan segera.

 

Diagnosis Striktur Uretra

 

Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk menilai apakah terdapat gangguan dalam proses pengosongan kandung kemih, seperti:

 

  • Tes aliran urine (uroflowmetry), pemeriksaan yang digunakan untuk mengukur kecepatan dan kekuatan aliran urine saat buang air kecil.

  • Tes sisa urine setelah berkemih atau PVR (post-void residual), pemeriksaan radiologi untuk melihat seberapa banyak urine yang masih tertinggal di kandung kemih setelah selesai buang air kecil.

 

Dokter dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan, seperti retrograde urethrogram atau cystoscopy, yang memungkinkan dokter melihat struktur uretra secara langsung atau melalui pencitraan. Pada kondisi tertentu, pemeriksaan tambahan seperti USG, CT scan, atau MRI dapat dipertimbangkan untuk membantu mendapatkan gambaran yang lebih detail mengenai uretra dan jaringan di sekitarnya.

 

Pengobatan Striktur Uretra

 

Pengobatan striktur uretra tergantung dari ukuran atau panjang striktur, serta tingkat keparahan gejala yang dialami pasien. Secara umum, beberapa pilihan pengobatan untuk striktur uretra adalah sebagai berikut:

 

  • Kateterisasi, digunakan untuk mengalirkan urine dan biasanya menjadi langkah awal pada pasien yang mengalami penyumbatan urine.

  • Dilatasi (pelebaran uretra), prosedur medis menggunakan alat khusus berupa kawat kecil ke dalam uretra hingga kandung kemih, untuk membuka bagian uretra yang menyempit.

  • Uretrotomi endoskopi, prosedur minimal invasif ini menggunakan alat tipis berbentuk tabung dengan kamera (cystoscope) yang dimasukkan ke dalam uretra untuk memotong striktur.

  • Uretroplasti, tindakan operasi untuk mengangkat bagian uretra yang menyempit sekaligus merekonstruksi jaringan di sekitar uretra. Umumnya, prosedur ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi pada striktur yang panjang dan berulang.

  • Pemasangan stent uretra atau kateter jangka panjang, penanganan ini biasanya ditujukan untuk pasien dengan striktur berat yang tidak dapat atau tidak bersedia menjalani operasi. Stent tersebut berfungsi untuk menjaga uretra tetap terbuka agar urine dapat mengalir dengan lancar.

 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Apabila mengalami gejala yang mengarah pada striktur uretra, disarankan untuk segera menemui dokter. Selain itu, setelah menjalani pengobatan, penting untuk melakukan kontrol secara rutin agar dokter bisa memastikan proses penyembuhan berjalan dengan optimal dan memastikan penyempitan tidak kambuh. Segera temui dokter jika muncul gejala sebagai berikut:

 

  • Tidak bisa buang air kecil sama sekali.

  • Nyeri saat buang air kecil.

  • Terdapat darah di dalam urine (hematuria).

  • Tanda-tanda infeksi, seperti demam.

 

Sebagai informasi, tanda serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi striktur uretra. Dengan kata lain, gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat bila mengalami sejumlah gejala, seperti nyeri saat buang air kecil dan perubahan kebiasaan buang air kecil.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin 

berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.

Sumber

Cleveland Clinic. Urethral Stricture. Diakses pada 2026 | StatPearls. Urethral Strictures. Diakses pada 2026 | Mayo Clinic. Urethral stricture. Diakses pada 2026 |

message

ArticleDetail