Kesehatan Tubuh
Mengenal Kanker Uretra, Gejala dan Pengobatannya

Table of Contents
Kanker uretra adalah salah satu jenis kanker langka akibat adanya sel abnormal yang tumbuh secara tidak terkendali di uretra. Seseorang berusia 60 tahun ke atas diketahui memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker uretra. Kondisi ini juga rentan dialami oleh seseorang dengan riwayat atau tengah menderita kanker kandung kemih. Lantas, bagaimana gejala kanker uretra? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui artikel ini.
Apa Itu Kanker Uretra?
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa uretra merupakan saluran yang menghubungkan kandung kemih dan meatus uretra eksterna (lubang kencing yang berada di bagian ujung sistem urinaria). Dengan kata lain, fungsi uretra adalah mengeluarkan urine dari kandung kemih ke luar tubuh. Saluran ini juga membawa air mani dan sperma keluar saat ejakulasi.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kanker uretra (urethral cancer) adalah jenis kanker langka ketika sel kanker atau sel abnormal (ganas) tumbuh di dalam uretra. Terdapat beberapa jenis urethral cancer, yaitu:
-
Transitional (urothelial) cell carcinoma: Jenis kanker uretra ini bermula dari sel urotelial yang melapisi uretra, kandung kemih, ureter, bagian pelvis dari ginjal, dan lain-lain. Sebagian besar kanker kandung kemih merupakan urothelial cell carcinoma.
-
Squamous cell carcinoma: Jenis kanker ini berkembang di ujung uretra pada pria dan di dekat vagina pada wanita. Squamous cell carcinoma juga sering terjadi pada pasien yang juga menderita urothelial cell carcinoma.
-
Adenokarsinoma: Jenis kanker yang terbentuk dari sel glandular, yaitu sel yang berada dalam kelenjar penghasil lendir di kandung kemih. Kanker jenis ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria.
Penyebab Kanker Uretra
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab urethral cancer. Namun, infeksi dan peradangan yang berlangsung dalam jangka waktu lama diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini. Pasalnya, sebagian pria dengan urethral cancer memiliki riwayat penyakit striktur uretra (penyempitan uretra) dan infeksi menular seksual.
Di sisi lain, sebagian wanita dengan kanker uretra pernah memiliki riwayat penyakit divertikulum uretra maupun infeksi saluran kemih (ISK) kronis. Selain itu, infeksi human papilloma virus (HPV) juga sering dikaitkan dengan kanker ini, baik pada pria maupun wanita yang memiliki riwayat infeksi menular seksual. Risiko terjadinya penyakit ini juga dapat meningkat apabila pasien pernah menderita kanker kandung kemih.
Gejala Kanker Uretra
Kanker uretra sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas, terutama pada tahap awal penyakit. Namun, seiring dengan perkembangan penyakit atau jika kanker sudah mengalami penyebaran ke organ lainnya (metastasis), beberapa gejala yang biasanya dirasakan oleh penderita adalah sebagai berikut:
-
Urine berdarah (hematuria).
-
Aliran kencing lemah atau terputus.
-
Sering buang air kecil, namun dengan jumlah urine yang sedikit.
-
Muncul benjolan atau penebalan pada penis atau di ruang antara alat kelamin dan dubur.
-
Keluar cairan jernih atau berwarna putih dari uretra.
-
Pembesaran kelenjar getah bening di area selangkangan.
-
Pembengkakan di kaki (bila kanker sudah menyebar).
-
Inkontinensia urine (kesulitan menahan buang air kecil sehingga penderita sering mengompol).
-
Keluar darah dari kemaluan.
-
Sulit untuk memulai berkemih.
-
Dispareunia (nyeri saat berhubungan seksual).
-
Nyeri pada pinggul.
Diagnosis Kanker Uretra
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) terlebih dahulu untuk mengetahui gejala serta riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik lengkap, seperti pemeriksaan panggul hingga pemeriksaan untuk melihat ada atau tidak adanya benjolan pada daerah di antara kedua selangkangan.
Selain itu, dokter juga dapat melakukan beberapa tes lanjutan untuk mengonfirmasi diagnosis urethral cancer. Tes tersebut, di antaranya:
-
Pemeriksaan rektal digital (rectal toucher).
-
Tes darah.
-
Urinalisis atau tes urine.
-
Sitologi urine (untuk mendeteksi keganasan sel pada urine).
-
Sistoskopi (untuk mendeteksi keganasan pada kandung kemih).
-
Ureteroskopi dan biopsi uretra (alat dimasukkan dari lubang kemaluan untuk mengambil sel-sel pada uretra kemudian diperiksa di laboratorium untuk mendeteksi keberadaan sel-sel ganas pada uretra).
-
CT scan (untuk mendeteksi jika terdapat metastasis atau penyebaran kanker ke organ lain).
Pengobatan Kanker Uretra
Pengobatan terhadap urethral cancer akan disesuaikan dengan kondisi setiap pasien. Dokter biasanya akan mempertimbangkan organ tubuh yang terdampak, penyebaran, jenis kelamin, kondisi kesehatan secara keseluruhan, serta apakah kanker tersebut sudah pernah terjadi sebelumnya atau baru pertama kali muncul.
Setelah mempertimbangkan beberapa hal di atas, dokter dapat menentukan perawatan yang paling tepat bagi pasien. Adapun metode yang umumnya digunakan untuk perawatan urethral cancer adalah sebagai berikut:
-
Operasi untuk mengangkat tumor pada organ yang terdampak.
-
Terapi radiasi (radioterapi) untuk membunuh sel-sel ganas dengan sinar radiasi.
-
Kemoterapi untuk membunuh sel-sel ganas dengan menggunakan obat-obatan.
Penderita disarankan untuk mengubah gaya hidup yang lebih sehat untuk mencegah perkembangan penyakit dan mengurangi efek samping dari terapi urethral cancer, seperti:
-
Menjaga pola makan.
-
Rutin berolahraga.
-
Menjaga berat badan ideal.
-
Membatasi konsumsi minuman beralkohol.
Penting untuk digarisbawahi bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Sejumlah gejala yang disebutkan pada artikel ini pun tidak secara spesifik mewakili kondisi kanker uretra mengingat gejala-gejala tersebut juga dapat mengindikasi kondisi medis lainnya.
Oleh karena itu, apabila Anda mengalami urine berdarah, nyeri saat buang air kecil, disertai perubahan frekuensi buang air kecil, segera kunjungi Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Onkologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait kanker uretra akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis pasien.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Complete Urinalysis (Chem & Sed) / Urine Lengkap
Infeksi, Skrining Ginjal, Urin
1 Service/Item
Rp76.500
TERPOPULER
Routine Test / Urine Rutin (Protein, Glukosa, Sedimen)
Infeksi, Skrining Ginjal, Urin
1 Service/Item
Rp63.000
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300
Ureum Urine
1 Service/Item
Rp70.200







