Uroflowmetri, Prosedur untuk Deteksi Gangguan Aliran Urine
Kesehatan Tubuh

Uroflowmetri, Prosedur untuk Deteksi Gangguan Aliran Urine

09 September 2025 4 menit waktu baca
uroflowmetri adalah

 

Uroflowmetri adalah pemeriksaan yang digunakan untuk mengukur kecepatan dan volume aliran urine saat buang air kecil. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter dalam menilai fungsi kandung kemih dan saluran kemih, serta mendeteksi adanya gangguan pada sistem perkemihan. Mari simak prosedur uroflowmetri selengkapnya melalui artikel berikut ini.

 

Apa Itu Uroflowmetri?

 

Uroflowmetri adalah pemeriksaan untuk mengukur volume maksimal urine yang dikeluarkan, kecepatan aliran urine, dan durasi pengeluaran urine dari waktu ke waktu. Pemeriksaan ini tergolong sederhana dan noninvasif sehingga tidak melukai kulit. Jurnal dalam Continence (2024) menyebutkan bahwa uroflowmetri adalah tes diagnostik yang paling sering digunakan untuk mengevaluasi orang dewasa dengan keluhan yang berkaitan dengan masalah saluran kemih bagian bawah.

 

Tujuan Uroflowmetri

 

Umumnya, uroflowmetri dilakukan jika pasien mengalami kesulitan buang air kecil, kecepatan aliran buang air kecil yang lambat, adanya dugaan sumbatan pada saluran kemih, atau masalah serupa lainnya. Pemeriksaan uroflowmetri juga bisa digunakan untuk menilai fungsi otot sfingter uretra dan kandung kemih. Otot sfingter adalah otot yang berfungsi menutup area pembukaan kandung kemih agar urine tidak bocor.

 

Selain itu, uroflowmetri juga dapat membantu dokter dalam menemukan sumbatan pada aliran urine dan jumlah urine yang keluar. Pada beberapa kasus, pemeriksaan ini juga direkomendasikan pada orang yang sering mengalami infeksi saluran kemih atau kebocoran urine.

 

Normalnya, saat seseorang buang air kecil, urine awalnya akan mengalir dengan lambat. Selanjutnya, aliran urine akan menjadi lebih cepat hingga kandung kemih hampir kosong. Aliran urine kemudian akan kembali melambat hingga kandung kemih kosong. Pada orang yang mengalami sumbatan pada saluran kemih, pola aliran ini berubah, meningkat dan menurun lebih lambat. Tes uroflowmetri akan mencatat informasi ini.

 

Kondisi yang Dapat Didiagnosis Melalui Uroflowmetri

 

Tujuan utama uroflowmetri adalah mengetahui normal atau tidaknya aliran urine pada pasien. Adapun beberapa kondisi yang dapat memengaruhi aliran urine adalah sebagai berikut:

 

  • Benign prostatic hypertrophy (BPH): Pembesaran kelenjar prostat hingga menghalangi uretra sehingga urine sulit keluar. 

  • Neurogenic bladder dysfunction: Gangguan kandung kemih akibat cedera pada sistem saraf, misalnya karena tumor pada sumsum tulang belakang.

  • Urethral stricture disease: Penyempitan uretra akibat trauma, infeksi, atau peradangan.

 

Prosedur Uroflowmetri

 

Sebelum menjalani uroflowmetri, dokter biasanya meminta pasien untuk menghentikan penggunaan obat-obatan sementara waktu karena dikhawatirkan dapat memengaruhi hasil tes. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan saat kandung kemih penuh sehingga pasien dianjurkan untuk tidak buang air kecil setidaknya 2 jam sebelum tes. Tes paling akurat jika volume urine yang dikeluarkan minimal 150 ml.

 

Pemeriksaan dimulai dengan meminta pasien buang air kecil ke toilet khusus yang dilengkapi dengan alat pengukur. Pasien akan diminta mulai buang air kecil saat mesin aktif. Setelah selesai, mesin akan menampilkan laporan atau hasil pemeriksaan yang dapat diinterpretasikan oleh dokter atau tim medis terkait. 

 

Hasil Uroflowmetri

 

Hasil uroflowmetri dapat dikategorikan menjadi normal dan tidak normal. Nilai normal uroflowmetri bervariasi, tergantung dari usia dan jenis kelamin. Aliran urine pada pria cenderung menurun seiring bertambahnya usia, sedangkan perubahan pada wanita lebih sedikit. 

 

Apabila hasil pemeriksaan tidak normal, dokter akan membandingkannya dengan gejala yang dialami pasien dan melakukan pemeriksaan fisik. Pasalnya, tidak semua hasil yang memerlukan pengobatan pada satu orang juga memerlukan pengobatan pada orang lain.

 

Sebagai informasi, otot berbentuk cincin yang berada di sekitar uretra biasanya berfungsi untuk mengatur aliran urine. Jika otot-otot ini melemah atau tidak berfungsi dengan baik, aliran urine akan meningkat atau terjadi inkontinensia urine. Jika terdapat hambatan pada saluran keluar kandung kemih atau otot kandung kemih lemah, aliran urine dapat menurun. Selanjutnya, sisa urine di kandung kemih setelah buang air kecil dapat diukur dengan USG.

 

Risiko Efek Samping Uroflowmetri

 

Uroflowmetri adalah prosedur yang aman dilakukan. Pemeriksaan ini dilakukan dengan proses buang air kecil seperti biasa sehingga tidak menimbulkan rasa tidak nyaman maupun menyakitkan pada pasien. Uroflowmetri umumnya juga tidak menimbulkan risiko apa pun.

 

Perlu diketahui bahwa pemeriksaan ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya, misalnya untuk mendiagnosis kondisi medis tertentu. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini.

 

Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan ini atau mengalami keluhan yang mengarah pada beberapa kondisi medis yang disebutkan di atas, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Penn Medicine. Uroflowmetry. Diakses pada 2025 | MedlinePlus. Uroflowmetry. Diakses pada 2025 | Urogynaecology. Uroflowmetry and bladder scan. Diakses pada 2025 | WebMD. What to Know About Uroflowmetry. Diakses pada 2025 | Continence. ICS educational module: The practice of uroflowmetry in adults. Diakses pada 2025 | Prof. Dr. Emin OZBEK. Uroflowmetry: What are its normal values, in which diseases is it performed?. Diakses pada 2025 | Hopkins Medicine. Urine Flow Test. Diakses pada 2025 |

message

ArticleDetail