Kesehatan Tubuh
Mengenal Ureter, Fungsi hingga Gangguan yang Bisa Terjadi

Table of Contents
Ureter adalah salah satu organ dalam sistem urinaria yang turut berperan dalam proses pembentukan urine. Fungsi ureter pada ginjal adalah menghubungkan ginjal dan kandung kemih. Jika ureter mengalami gangguan, maka urine tidak akan bisa mengalir dengan baik sehingga menimbulkan -masalah kesehatan.
Mari simak ulasan berikut ini untuk mengetahui lebih jauh tentang fungsi ureter dan sejumlah gangguan yang bisa dialami.
Apa itu Ureter?
Ureter adalah suatu saluran berbentuk pipa atau silinder yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih. Saluran ini merupakan sambungan dari pelvis renalis, kemudian berlanjut ke hilus ginjal, lalu menuju distal dan berakhir di kandung kemih.
Ureter terdiri dari dua saluran pipa yang masing-masing berada di sisi ginjal kanan dan kiri, di mana kedua saluran ini menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Panjang ureter adalah sekitar 20–30 cm, sedangkan rata-rata diameternya dimulai dari 0,5 cm dan maksimal 1,7 cm.
Berdasarkan letak anatominya, ureter terbagi menjadi dua jenis, yaitu ureter pars pelvis yang terletak di dalam rongga pelvis dan pars abdominalis yang terletak di dalam rongga abdomen.
Ureter sendiri memiliki tiga lapisan dinding yang tersusun atas sel-sel transisional di lapisan mukosa bagian dalam, otot polos sirkuler dan longitudinal di bagian tengah, dan jaringan fibrosa (jaringan ikat) pada bagian luarnya.
Pada wanita, letak ureter adalah di bagian belakang fossa ovarika lalu menyambung ke bagian medial, kemudian ke depan ke bagian lateral serviks uteri dan berlanjut hingga bagian atas vagina untuk mencapai fundus vesika urinaria.
Sementara itu, ureter pada pria terletak di atas vesikula seminalis yang diselingi oleh duktus deferens dan pleksus vesikalis yang mengelilinginya. Kemudian, ureter berlanjut ke oblique sepanjang 2 cm di dalam dinding kandung kemih di sudut lateral pada trigonum vesika.
Fungsi Ureter
Fungsi ginjal adalah menyaring darah dan membentuk urine sebagai zat sisa metabolisme tubuh. Dalam proses pembentukan urine, fungsi ureter adalah membawa urine dari ginjal untuk ditampung di kandung kemih.
Selama proses ini, otot-otot polos sirkuler dan longitudinal yang terletak di lapisan dinding ureter melakukan gerakan peristaltik (kontraksi) setiap lima menit sekali untuk mendorong air kemih masuk ke dalam kandung kemih.
Ketika urine memasuki kandung kemih, dinding atas dan bawah ureter akan tertutup. Kemudian, ketika kandung kemih penuh, katup (valvula) akan tertutup untuk mencegah urine dari kandung kemih kembali ke ureter.
Perbedaan Ureter dan Uretra
Karena namanya yang hampir sama, ureter sering kali disalahartikan sebagai uretra. Padahal, kedua organ tersebut memiliki letak dan fungsi yang berbeda.
Seperti yang sudah dipaparkan, fungsi ureter adalah membawa urine dari ginjal ke kandung kemih. Sementara itu, uretra berperan mengeluarkan urine dari tubuh. Saat kandung kemih sudah penuh, otak akan mengirimkan sinyal ke otot sfingter agar rileks, sehingga urine bisa keluarkan melalui uretra.
Macam-Macam Gangguan pada Ureter
Terdapat beberapa masalah kesehatan yang umum terjadi di ureter. Di mana, penyebab tersering gangguan pada ureter adalah masalah pada aliran urine dari ginjal ke kandung kemih yang tidak lancar.
Sejumlah gangguan yang bisa menyerang ureter adalah sebagai berikut:
1. Batu Ureter
Batu ureter adalah kondisi yang dipicu oleh batu ginjal yang terjebak dalam saluran ureter. Batu ginjal sendiri terbentuk dari limbah dan racun di dalam tubuh yang tidak dapat dikeluarkan, akhirnya mengendap dan mengeras di dalam ginjal.
Secara umum, tanda adanya gangguan pada ureter yaitu nyeri saat buang air kecil. Namun, gejala batu ureter biasanya juga disertai dengan kram pada perut bagian bawah atau selangkangan dan terdapat darah dalam urine.
2. Obstruksi Ureter
Obstruksi ureter adalah kondisi ketika saluran ureter tersumbat. Sumbatan tersebut dapat disebabkan oleh batu ginjal, pembesaran prostat, tumor, gangguan darah, jaringan parut, batu ureter, ataupun kelainan bawaan.
Kondisi ini umumnya ditandai dengan gejala nyeri pada perut, pembengkakan kaki, mual, produksi urin menurun, dan terdapat darah dalam urine (hematuria). Pengobatan biasanya dilakukan dengan pemberian antibiotik, drainase, atau pembedahan.
3. Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih dapat terjadi di bagian saluran kemih mana pun, tak terkecuali ureter. Kondisi ini disebabkan oleh masuknya bakteri ke uretra dan menimbulkan infeksi di saluran kemih. Gejala ISK pada ureter adalah rasa nyeri dan terbakar saat buang air kecil dan selalu mendapatkan dorongan untuk buang air kecil.
4. Refluks Vesikoureter
Jika mengalami gejala ISK secara berulang, bisa jadi hal tersebut merupakan tanda refluks vesikoureter, yaitu kondisi ketika urine mengalir kembali dari kandung kemih ke ureter. Selain ISK, kondisi ini biasanya juga disertai diare, sembelit, mual, dan muntah. Jika tidak segera ditangani, refluks vesikoureter dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan hipertensi.
Itulah informasi mengenai fungsi ureter dan beberapa gangguan yang dapat menyerangnya. Apabila Anda memiliki keluhan atau merasakan gejala yang tidak biasa ketika sedang berkemih, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter spesialis kami.
Gunakan pula fitur Telekonsultasi untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung secara virtual dengan dokter terkait. Atau, download aplikasi MySiloam untuk dapat mengakses semua fitur kesehatan yang Anda butuhkan dengan mudah dan cepat. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini







