Kultur Urine: Peringatan, Persiapan, Prosedur, dan Hasilnya
Kesehatan Tubuh

Kultur Urine: Peringatan, Persiapan, Prosedur, dan Hasilnya

07 November 2025 5 menit waktu baca
kultur urine adalah

Kultur urine adalah pemeriksaan untuk mengidentifikasi bakteri yang ada dalam sampel urine seseorang. Tes ini sering dilakukan untuk mendiagnosis infeksi saluran kemih (ISK) atau masalah kesehatan lain yang terkait dengan sistem kemih.

 

Hasil tes ini dapat membantu dokter dalam menentukan pengobatan yang tepat untuk infeksi atau masalah kesehatan yang terkait dengan sistem kemih. Mari pahami lebih lanjut mengenai prosedur kultur urine dan risiko efek samping yang bisa dialami penderita dalam ulasan berikut ini.

 

Apa itu Kultur Urine?

 

Kultur urine adalah prosedur pemeriksaan untuk mendeteksi adanya kuman dalam urine, seperti bakteri atau zat asing lainnya yang berpotensi menyebabkan infeksi, salah satunya infeksi saluran kemih (ISK).

 

Kultur urine juga dapat membantu dokter menentukan jenis pengobatan yang sesuai untuk pasien. Melalui hasil tes kultur urine ini, dokter dapat mengevaluasi keberhasilan pengobatan yang sudah dijalankan.

 

Indikasi Pemeriksaan Kultur Urine

 

Biasanya, dokter akan menyarankan pasien menjalani pemeriksaan kultur urine ketika mengalami sejumlah gejala infeksi saluran kemih, seperti:

 

  • Nyeri pada punggung bagian bawah.
  • Muncul sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil.
  • Perubahan pada warna urine atau urine menjadi keruh.
  • Nyeri pada perut bagian bawah.
  • Sering merasakan dorongan buang air kecil meski urine yang keluar hanya sedikit.

 

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menjalani Kultur Urine

 

Kultur urine adalah pemeriksaan yang aman dilakukan dan tidak memiliki kontraindikasi khusus ataupun efek samping seperti rasa nyeri. Namun, pasien wanita perlu memberitahu dokter jika sedang dalam masa menstruasi. Pasalnya, darah yang tercampur dalam urine dapat memengaruhi hasil pemeriksaan.

 

Selain itu, pasien juga perlu memberitahu dokter secara rinci mengenai obat-obatan dan suplemen yang sedang dikonsumsi. Sama halnya dengan darah, obat-obatan dalam urine juga bisa membuat hasil kultur urine menjadi tidak akurat.

 

Pengambilan Sampel Kultur Urine

 

Selama 15–20 menit sebelum menjalani tes kultur urine, pasien dianjurkan untuk minum air yang cukup. Kemudian, dokter juga akan menyarankan pasien menahan buang air kecil hingga pengambilan sampel urine dilakukan. Hal ini bertujuan meningkatkan akurasi hasil kultur urine.

 

Sampel urine yang digunakan dalam metode kultur urine tidak boleh terkontaminasi oleh kuman lain dari luar tubuh. Sehingga, sampel urine tersebut hanya akan menunjukkan kandungan bakteri yang berasal dari dalam tubuh yang menjadi penyebab infeksi saluran kemih atau keluhan saluran kemih lainnya.

 

Beberapa langkah yang perlu diperhatikan oleh pasien selama proses pengambilan sampel kultur urine adalah sebagai berikut:

 

  • Mencuci tangan dengan bersih menggunakan air mengalir dan sabun.
  • Bagi wanita, pastikan membersihkan alat kelamin dari arah vagina ke anus.
  • Buang air kecil terlebih dahulu, namun tidak sampai tuntas. Lalu dilanjutkan buang air kecil di wadah yang sudah disiapkan untuk menampung urine.
  • Isi wadah penampung urine sesuai jumlah yang disarankan. Jika sudah sesuai, segera tutup wadah tersebut.
  • Bersihkan alat kelamin kembali, lalu cuci tangan sampai bersih sebelum menyerahkan urine ke tim medis.

 

Prosedur Kultur Urine

 

Langkah pertama dalam prosedur kultur urine adalah mengambil sampel urine dari pasien untuk diinkubasi dalam medium khusus dan disimpan dalam ruangan bersuhu hangat. Jika terdapat infeksi, maka bakteri tersebut akan berkembang biak dalam 1–2 hari ke depan.

 

Setelahnya, tim medis akan mengamati seberapa banyak jenis bakteri yang tumbuh serta ukuran, bentuk, dan warna koloni bakteri. Jumlah bakteri dalam urine menjadi salah satu indikasi apakah pertumbuhan bakteri tergolong normal atau sudah termasuk infeksi.

 

Namun, di dalam sampel urine bisa saja terdapat mikroorganisme yang berasal dari organ intim. Apabila mikroorganisme tersebut tidak membahayakan, maka hasil pemeriksaan kultur urine adalah negatif. Sebaliknya, jika ditemukan bakteri penyebab infeksi dalam sampel, maka dokter akan menyarankan pasien melakukan pemeriksaan penunjang untuk mengidentifikasi jenis bakteri.

 

Setelah mengetahui jenis bakteri yang ada dalam tubuh pasien, dokter akan melakukan tes resistensi antibiotik untuk memastikan apakah bakteri tersebut kebal atau tidak terhadap antibiotik tertentu. Dengan begitu, dokter dapat memberikan obat antibiotik yang sesuai untuk mengatasi infeksi.

 

Setelah Pemeriksaan Kultur Urine

 

Umumnya, waktu yang dibutuhkan untuk melihat hasil tes kultur urine adalah 2–3 hari. Namun, ada beberapa bakteri yang terkadang membutuhkan waktu tumbuh lebih lama, sehingga memerlukan lebih dari tiga hari.

 

Apabila pasien dinyatakan positif mengidap infeksi saluran kemih, biasanya dokter akan meresepkan obat antibiotik. Jenis antibiotik akan disesuaikan dengan jenis bakteri penyebab infeksi, kondisi kesehatan pasien, serta riwayat kesehatan pasien.

 

Selain mengonsumsi obat dari dokter, pasien infeksi saluran kemih juga disarankan untuk memperbanyak asupan air mineral dan tidak menahan buang air kecil. Cara ini dapat membantu mengeluarkan bakteri secara alami dari dalam tubuh dan mempercepat penyembuhan.

 

Risiko Efek Samping Kultur Urine

 

Kultur urine adalah prosedur pemeriksaan yang telah dipastikan keamananya, bahkan tidak menimbulkan sensasi nyeri ataupun tidak nyaman pada pasien. Apabila pasien mengalami nyeri setelah tes, hal tersebut bisa menandakan adanya infeksi atau iritasi.

 

Akan tetapi, terdapat beberapa kondisi di mana dokter perlu mengambil sampel urine menggunakan kateter. Saat proses ini berlangsung, pasien dapat merasakan nyeri ketika selang kateter dimasukkan melalui lubang kencing. Pasien juga berisiko mengalami perdarahan setelah pemasangan kateter.

 

Meski kultur urine adalah metode yang aman, namun pasien disarankan segera menghubungi dokter jika mengalami gejala yang tidak biasa setelah menjalani prosedur ini.

 

Apabila Anda mengalami sejumlah keluhan yang berhubungan dengan saluran kemih atau gangguan urologi lainnya, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter kami.

 

Untuk penanganan lebih lanjut terhadap gangguan urologi, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals Asri yang telah dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih untuk memberikan layanan bedah terkait gangguan prostat, tumor urothelium, batu ginjal, ataupun keluhan urologi lainnya.


Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, serta buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 1

Dokter Kami
dr-susianah-sarbana

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Susianah Sarbana

Kedokteran Umum

Dokter Umum


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-i-wayan-murtana-putra

Kunjungi Rumah Sakit

dr. I Wayan Murtana Putra

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-inanto-widjaja

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Inanto Widjaja

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail