Kesehatan Tubuh
Langkah Pencegahan Penyakit Parkinson yang Penting Diketahui

Table of Contents
Penyakit Parkinson adalah gangguan pada sel saraf otak yang memproduksi dopamin dan memengaruhi kontrol pergerakan tubuh. Meskipun penyebab penyakit parkinson belum diketahui secara pasti, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini. Sehingga, langkah pencegahan penyakit Parkinson masih mungkin untuk dilakukan.
Dengan mengetahui pencegahan penyakit Parkinson sejak dini, seseorang pun dapat mengurangi risiko parkinson di masa mendatang. Untuk mengetahui cara mencegah penyakit Parkinson yang dapat dilakukan, simak artikel ini hingga akhir.
Pencegahan Penyakit Parkinson
Sebelum mengetahui pencegahan penyakit Parkinson, penting untuk dipahami bahwa pada dasarnya penyakit ini tidak mungkin untuk dicegah. Namun, mengurangi risiko Parkinson masih dapat dilakukan.
Penyakit Parkinson adalah suatu kondisi yang menyebabkan penderitanya kesulitan untuk mengendalikan gerakan tubuh seperti gemetar, tubuh kaku, lambat bergerak, kesulitan dalam menjaga keseimbangan dan koordinasi tubuh, hingga kesulitan dalam berbicara dan berjalan.
Penyakit ini tentunya dapat mengurangi kualitas hidup penderitanya. Maka dari itu, pencegahan penyakit Parkinson perlu dilakukan sedari dini. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan sebagai pencegahan penyakit Parkinson dan mengurangi risikonya:
1. Olahraga Teratur
Olahraga bermanfaat dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk dalam cara mencegah penyakit Parkinson. Penelitian yang dipublikasikan melalui jurnal Neurology menunjukkan bahwa orang yang rajin berolahraga memiliki risiko Parkinson yang lebih rendah. Berikut adalah jenis olahraga yang direkomendasikan:
-
Bersepeda.
-
Senam otak.
-
Latihan peregangan tubuh.
-
Yoga, tai chi, dan pilates.
Olahraga aerobik seperti yang disebutkan di atas dan juga senam otak dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan membantu melindungi sel saraf. Rutin berolahraga juga dapat mencegah degenerasi otak dan motorik. Terus bergerak aktif merupakan kunci pencegahan Parkinson sejak dini.
2. Penuhi Kebutuhan Nutrisi
Menerapkan pola makan yang sehat dengan gizi seimbang juga dapat membantu pencegahan penyakit Parkinson. Pastikan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan, seperti buah-buahan segar, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Berikut adalah daftar bahan makanan yang direkomendasikan:
a. Kunyit
Kandungan antioksidan dalam kunyit dapat membantu melawan peradangan dan mengurangi kerusakan sel saraf, sehingga dapat berperan dalam menurunkan risiko Parkinson.
b. Buah Beri
Buah beri, seperti blueberry, raspberry, dan strawberry, kaya akan senyawa antioksidan seperti flavonoid dan vitamin C. Antioksidan ini dapat membantu melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak.
Selain itu, buah beri juga mengandung senyawa antiinflamasi yang dapat mengurangi peradangan pada sistem saraf. Kombinasi antioksidan dan sifat antiinflamasi dalam buah beri dapat memberikan perlindungan terhadap risiko Parkinson.
c. Anggur Merah
Anggur merah mengandung senyawa yang disebut resveratrol sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang kuat. Senyawa ini dipercaya dapat memberikan perlindungan terhadap kerusakan sel saraf dan menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif, termasuk penyakit Parkinson.
d. Teh Hijau
Polifenol dalam teh adalah senyawa antioksidan yang kuat dan memiliki sifat antiinflamasi. Senyawa ini dapat membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan oksidatif dan peradangan yang berhubungan dengan penyakit Parkinson.
e. Asam Lemak Omega-3
Sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Clinical Neurology and Neurosurgery menunjukkan bahwa mengonsumsi asam lemak omega-3 dapat menurunkan risiko Parkinson. Omega-3 dipercaya dapat mencegah degenerasi sel saraf yang berkaitan dengan penyakit Parkinson.
Asam lemak omega-3 dapat ditemukan dalam ikan salmon, ikan makarel, telur, hingga kacang kenari. Konsumsi rutin bahan-bahan dengan kandungan omega-3 tak hanya baik untuk pencegahan penyakit Parkinson, namun juga untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.
3. Kurangi Paparan Bahan Kimia Berbahaya
Beberapa peneliti dari Hopkins Medicine menunjukkan hubungan antara paparan bahan kimia berbahaya dengan peningkatan risiko Parkinson. Bahan-bahan kimia seperti pestisida, herbisida, dan logam berat dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf.
Untuk mencegahnya, usahakan untuk mengurangi paparan terhadap bahan-bahan kimia tersebut. Sebagai alternatif, gunakanlah bahan-bahan alami untuk membersihkan rumah dan taman, serta konsumsi makanan organik jika memungkinkan.
4. Istirahat yang Cukup
Cara mencegah penyakit Parkinson selanjutnya adalah dengan beristirahat yang cukup. Tidur yang cukup dan berkualitas penting untuk menjaga kesehatan otak dan sistem saraf. Sebaliknya, kurang tidur dapat meningkatkan risiko Parkinson.
Maka dari itu, pastikan untuk beristirahat yang cukup setiap malam sekitar 7–9 jam. Jika mengalami masalah tidur di malam hari, coba hindari beberapa aktivitas yang dapat membuat tubuh terjaga, seperti menghindari konsumsi kafein atau bermain gadget di tempat tidur.
5. Stimulasi Otak
Melakukan aktivitas yang merangsang otak dapat membantu menjaga kesehatan otak. Berbagai aktivitas seperti membaca, menulis, memecahkan teka-teki, dan bermain instrumen musik dapat membantu melatih otak. Selain itu, berinteraksi sosial secara aktif dengan teman, keluarga, dan komunitas juga dapat memberikan stimulasi positif untuk otak.
6. Kelola Stres
Stres kronis dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan otak. Penelitian dari Jurnal NPJ Parkinson’s Disease telah menunjukkan bahwa tingkat stres yang tinggi dapat meningkatkan risiko Parkinson.
Maka dari itu, penting untuk menemukan cara-cara untuk mengelola stres, seperti melakukan meditasi, yoga, berjalan-jalan di alam terbuka, atau melakukan hobi yang menyenangkan. Dengan begitu, kesehatan otak pun akan lebih terjaga yang sekaligus dapat menurunkan risiko Parkinson.
7. Pastikan Cukup Mengonsumsi Vitamin D
Penderita Parkinson tahap awal banyak yang mengalami kekurangan vitamin D. Oleh karenanya, mengonsumsi vitamin D yang cukup dapat dianggap sebagai upaya menurunkan risiko Parkinson yang tak boleh dilewatkan.
Meskipun mengonsumsi vitamin D belum terbukti secara pasti sebagai cara mencegah Parkinson, mengonsumsi vitamin D tetaplah memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh, salah satunya yaitu untuk meningkatkan imunitas tubuh.
Demikianlah pembahasan seputar cara mencegah penyakit Parkinson. Dengan pencegahan penyakit Parkinson yang tepat, risiko pun dapat ditekan agar tidak terjadi di masa tua. Jika Anda memiliki keluhan kesehatan, jangan ragu untuk datang ke Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan secara mudah dan cepat. Segera miliki aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Frandy Susatia, Sp.N, RVT, RPNI, FNIS, FMD, CIPS, COMSK, DABRM
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Full Blood Count (CBC + DIFF + LED) / Hematologi Lengkap
Darah, Imunologi, Infeksi
1 Service/Item
Rp113.400
TERPOPULER
Complete Blood Count (HB, HT, E, LEUKOCYTE, PLATELET, MCV, MCH, MCHC) / Hematologi Rutin
Darah
1 Service/Item
Rp90.900
TERPOPULER
CT Head Non-CNTRS / CT Scan Kepala
CT Scan
Rp1.664.000
TERPOPULER
MRI Head Non-CNTRS / MRI Kepala
MRI / MRA
Rp2.870.000
TERPOPULER
MRI 3T Head Non Contrast / MRI 3T Kepala
MRI / MRA
Rp5.282.000






