Kesehatan Tubuh
Apa itu Alopecia? Penyebab, Gejala, & Cara Mengatasinya

Table of Contents
Alopesia atau alopecia adalah kerontokan rambut yang dipicu oleh penyakit autoimun. Kondisi ini sering kali ditandai dengan kebotakan pada rambut kepala atau biasa disebut dengan pitak. Namun tidak hanya menyebabkan pitak, alopecia juga dapat menyebabkan kebotakan pada satu area tubuh secara keseluruhan.
Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita. Mari simak penjelasan tentang alopesia selengkapnya melalui artikel di bawah ini.
Apa itu Alopecia?
Pada dasarnya, kerontokan rambut adalah hal yang normal terjadi. Namun, jika terjadi secara berlebihan hingga menyebabkan kebotakan, kondisi ini biasanya mengacu pada alopecia. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, alopecia adalah kerontokan rambut yang dapat menyebabkan kebotakan.
Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, namun sering kali dialami oleh anak-anak, penderita gangguan autoimun, dan orang yang memiliki keluarga dengan riwayat alopecia. Meski lebih sering terjadi pada rambut di kulit kepala, perlu diketahui juga bahwa alopecia tidak hanya bisa memengaruhi rambut kepala tetapi juga rambut-rambut yang ada di seluruh bagian tubuh.
Penyebab Alopecia
Normalnya, setiap orang dapat mengalami kerontokan sebanyak 50–100 helai rambut per hari. Namun, hal ini umumnya tidak menimbulkan masalah karena rambut akan tumbuh lagi setelahnya. Sementara itu, alopecia terjadi ketika tidak ada rambut yang tumbuh setelah terjadi kerontokan sehingga menimbulkan kebotakan.
Adapun beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya alopecia adalah:
-
Perubahan atau gangguan hormonal, seperti kehamilan, melahirkan, atau menopause.
-
Keadaan stres pada seseorang.
-
Defisiensi nutrisi, terutama kekurangan asupan zat besi atau protein.
-
Infeksi jamur pada kulit kepala.
-
Sedang menjalani pengobatan tertentu, seperti kemoterapi.
-
Penggunaan ikat rambut yang terlalu ketat atau kencang.
-
Penggunaan produk perawatan rambut yang dapat berisiko merusak rambut.
-
Genetik (diturunkan dari orang tua).
Di samping itu, alopecia dapat dibagi menjadi beberapa tipe berdasarkan penyebabnya. Berikut masing-masing penjelasannya.
-
Alopesia androgenik: Kebotakan yang disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan.
-
Alopesia areata: Kebotakan yang disebabkan oleh penyakit autoimun yang menyerang folikel rambut, sehingga mengakibatkan kerontokan dan pertumbuhan rambut terhambat.
-
Telogen effluvium: Kebotakan rambut yang terjadi dalam waktu singkat. Kondisi ini biasanya dipicu oleh gangguan emosional, seperti stres, kecemasan, depresi, dan trauma psikis.
-
Anagen effluvium: Kerontokan rambut dalam jumlah banyak yang terjadi dengan cepat akibat pengaruh pengobatan medis, seperti kemoterapi.
Gejala Alopecia
Gejala yang ditimbulkan dari alopecia dapat berbeda-beda, tergantung dari jenis dan penyebab kerontokan itu sendiri. Namun umumnya, gejala utama alopecia adalah kerontokan atau kebotakan rambut, termasuk kulit kepala, rambut wajah, bulu mata, dan rambut di area tubuh lain. Adapun jenis kerontokan yang biasa terjadi yaitu:
-
Kerontokan secara bertahap (gradual) pada area atas kepala, biasanya kondisi ini dialami oleh pria akibat penuaan.
-
Kebotakan melingkar (circular) atau di beberapa area kepala. Kondisi ini biasanya diawali dengan rasa gatal atau perih di kulit kepala yang terdampak.
-
Rambut menjadi lebih mudah rontok secara tiba-tiba. Jenis kerontokan ini biasanya dialami oleh orang yang sedang mengalami stres atau depresi.
-
Kerontokan rambut yang terjadi di seluruh tubuh, biasanya akibat pengobatan medis.
-
Kerontokan di beberapa area tubuh disertai dengan kerak pada permukaan kulit. Jenis kerontokan ini adalah tanda dari infeksi jamur.
Diagnosis Alopecia
Dalam proses penegakan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tahu dan memastikan tanda serta gejala yang dialami pasien saat ini.
Guna membantu mengonfirmasi diagnosis alopecia, biasanya dokter juga melakukan pemeriksaan penunjang pada pasien. Beberapa pilihan pemeriksaan penunjang untuk alopecia adalah sebagai berikut:
-
Pemeriksaan laboratorium darah, terutama pemeriksaan hormon Follicle stimulating hormone (FSH), Luteinizing hormone (LH), testosterone, dan tiroid (T3, T4, Thyroid stimulating hormone/TSH).
-
Biopsi kulit kepala, untuk mendeteksi kemungkinan infeksi pada kulit kepala.
-
Pemeriksaan pengambilan sampel pangkal rambut untuk diperiksa di bawah mikroskop.
Pengobatan Alopecia
Hingga saat ini, belum ada pengobatan khusus yang digunakan untuk mengobati kondisi alopecia. Namun, beberapa jenis obat yang biasanya dapat dipertimbangkan dan direkomendasikan oleh dokter sebagai langkah pengobatan alopecia adalah:
-
Obat salep kortikosteroid: Obat ini diberikan bila alopecia disebabkan oleh penyakit autoimun. Kortikosteroid berfungsi untuk menekan sistem kekebalan tubuh sehingga rambut bisa kembali tumbuh.
-
Obat oral finasteride: Obat ini dapat meningkatkan jumlah pertumbuhan rambut kepala.
-
Obat oles minoxidil dan anthralin: Obat yang digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut.
Selain memberikan resep obat-obatan, beberapa pilihan pengobatan lain yang dapat digunakan untuk menangani alopecia adalah:
-
Transplantasi rambut.
-
PRP (platelet-rich plasma), yaitu prosedur pengambilan darah kemudian memisahkan plasma di dalam darah. Plasma tersebut nantinya disuntikkan ke kulit kepala pasien untuk mencegah kerontokan rambut serta merangsang pertumbuhan rambut baru.
-
Terapi laser, prosedur ini menggunakan terapi laser kadar rendah untuk mengatasi kebotakan akibat faktor genetik dengan cara meningkatkan kepadatan rambut.
Selain menjalani pengobatan medis, penderita alopecia juga disarankan untuk melakukan perawatan rambut secara mandiri di rumah. Adapun beberapa perawatan yang bisa dilakukan secara mandiri oleh penderita alopecia adalah:
-
Menggunakan sampo dengan kandungan yang berbahan lembut, misalnya sampo bayi.
-
Menghindari paparan sinar matahari secara langsung ke kulit kepala.
-
Menghindari stres berlebih.
-
Istirahat yang cukup.
-
Mengonsumsi makanan yang mengandung zink, selenium, serta vitamin A, C, D, dan E.
-
Mencukupi asupan protein.
Pencegahan Alopecia
Pada dasarnya, kebotakan atau kerontokan yang terjadi tanpa disertai penyakit maupun kondisi tertentu tidak dapat dicegah. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu meminimalkan kerontokan rambut, di antaranya adalah:
-
Menggunakan produk perawatan rambut yang aman dan sesuai dengan kondisi kulit kepala.
-
Mengelola stres dengan baik.
-
Menjaga kebersihan kulit kepala dengan cara keramas secara rutin.
-
Mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang.
-
Hindari gaya penataan rambut yang melibatkan tarikan kencang pada rambut.
Apabila Anda mengalami kerontokan atau kebotakan rambut yang tidak normal, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Siloam Hospitals secara virtual melalui layanan Telekonsultasi. Layanan ini dapat Anda akses secara mudah dari mana dan kapan saja lewat aplikasi MySiloam.
Jika dokter menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan penanganan atau pengobatan yang tepat dari dokter sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Mari percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Armina Haramaini, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







