Gastroskopi: Apa Itu, Tujuan, dan Risikonya
Kesehatan Tubuh

Gastroskopi: Apa Itu, Tujuan, dan Risikonya

09 Juni 2026 4 menit waktu baca
Gastroskopi adalah.

Gastroskopi adalah tindakan medis yang dilakukan  untuk memeriksa kondisi saluran pencernaan bagian atas, yaitu kerongkongan (esofagus), lambung, dan bagian awal usus dua belas jari (duodenum). Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan alat berbentuk selang tipis dan fleksibel yang dilengkapi kamera kecil di ujungnya, yang disebut endoskop.

 

Melalui gastroskopi, dokter akan dapat melihat kondisi saluran pencernaan atas secara langsung untuk membantu menegakkan diagnosis. Bila diperlukan, saat gastroskopi juga bisa dilakukan pengambilan sampel jaringan (biopsi), atau tindakan medis tertentu, seperti penghentian perdarahan lambung. Mari ketahui lebih dalam mengenai gastroskopi dalam artikel berikut ini.

 

Apa Itu Gastroskopi?

 

Gastroskopi adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat bagian dalam esofagus (kerongkongan), lambung, dan bagian awal dari duodenum (usus dua belas jari). Gastroskopi dikenal juga dengan sebutan endoskopi saluran pencernaan bagian atas.

 

Gastroskopi memungkinkan dokter untuk melihat langsung kondisi dalam saluran cerna pasien dengan alat berbentuk seperti tabung tipis, panjang, dan fleksibel dengan kamera kecil dan lampu di ujungnya. Alat ini disebut juga sebagai gastroskop atau endoskop.

 

Keunggulan utama gastroskopi dibandingkan metode lain yaitu dapat memberikan gambaran yang jelas, bersifat minimal invasif sehingga lebih aman bagi pasien. Dengan metode ini, dokter juga dapat segera menentukan langkah medis yang diperlukan, termasuk pemberian terapi atau tindakan lanjut seperti biopsi.

 

Tujuan Gastroskopi

 

Gastroskopi dilakukan untuk membantu mencari penyebab berbagai keluhan pada saluran pencernaan bagian atas, seperti:

 

  • Nyeri ulu hati yang tidak kunjung membaik.

  • Rasa panas di dada yang berlangsung terus-menerus.

  • Nyeri perut bagian atas yang berulang atau berlangsung lama.

  • Kesulitan atau nyeri saat menelan.

  • Mual dan muntah yang terus-menerus.

  • Muntah darah.

  • BAB berwarna hitam atau berdarah.

  • Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.

  • Anemia defisiensi besi yang belum diketahui penyebabnya.

 

Selain membantu menemukan penyebab keluhan, gastroskopi juga dapat digunakan untuk mendeteksi berbagai gangguan pada saluran pencernaan bagian atas, seperti peradangan, tukak (luka) pada lambung atau usus dua belas jari, perdarahan saluran cerna, penyakit refluks gastroesofageal (GERD), hingga kanker lambung dan kanker kerongkongan.

 

Dalam kondisi tertentu, gastroskopi juga dapat digunakan sebagai tindakan terapi, misalnya untuk menghentikan perdarahan, mengambil benda asing yang tertelan, mengangkat polip atau pertumbuhan jaringan pada lambung atau usus serta melebarkan kerongkongan yang menyempit.

 

Bagaimana Prosedur Gastroskopi Dilakukan?

 

Gastroskopi umumnya berlangsung sekitar 15–45 menit. Pasien akan menjalani pembiusan sedasi yang membuat pasien lebih tenang dan tertidur sebelum menjalani tindakan. Saat prosedur dilakukan, pasien akan diminta berbaring miring.

 

Dokter kemudian memasukkan endoskop melalui mulut menuju kerongkongan, lambung, dan duodenum. Kamera pada ujung alat akan menampilkan gambar bagian dalam saluran pencernaan ke monitor sehingga dokter dapat melakukan pemeriksaan secara langsung. Bila diperlukan, dokter dapat mengambil sampel jaringan untuk biopsi atau melakukan tindakan medis tertentu sesuai kebutuhan selama prosedur berlangsung.

 

Apakah Gastroskopi Sakit?

 

Sebagian besar pasien tidak merasakan nyeri selama gastroskopi. Namun, saat alat dimasukkan melalui mulut, pasien mungkin merasakan tidak nyaman pada tenggorokan atau sensasi ingin muntah. Umumnya, pasien akan diberikan obat sedasi supaya lebih rileks dan tidak terlalu mengingat jalannya prosedur. Tingkat kenyamanan selama pemeriksaan dapat berbeda pada setiap orang.

 

Pemulihan Setelah Gastroskopi

 

Setelah gastroskopi selesai, pasien biasanya akan diobservasi selama beberapa waktu sebelum diperbolehkan pulang. Beberapa keluhan ringan yang dapat muncul setelah prosedur antara lain:

 

  • Tenggorokan terasa tidak nyaman atau sedikit nyeri.

  • Perut terasa kembung.

  • Rasa mengantuk akibat obat sedasi.

 

Keluhan tersebut umumnya membaik dalam beberapa jam hingga satu hari. Apabila pasien menerima obat sedasi, hindari mengemudi, mengoperasikan mesin, atau membuat keputusan penting selama 24 jam setelah tindakan. Sebaiknya mintalah anggota keluarga atau teman untuk menemani pulang.

 

Kapan Hasil Gastroskopi Diketahui?

 

Hasil pengamatan langsung dari gastroskopi biasanya dapat dijelaskan oleh dokter setelah prosedur selesai. Namun, apabila dilakukan biopsi, hasil pemeriksaan jaringan memerlukan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pada jenis pemeriksaan yang dilakukan.

 

Risiko dan Komplikasi Gastroskopi

 

Gastroskopi merupakan prosedur yang relatif aman. Meski demikian, seperti prosedur medis lainnya, gastroskopi tetap memiliki risiko komplikasi, meskipun jarang terjadi. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi meliputi:

 

  • Nyeri tenggorokan sementara.

  • Perdarahan, terutama setelah biopsi atau tindakan tertentu.

  • Infeksi.

  • Reaksi terhadap obat sedasi.

  • Robekan pada kerongkongan, lambung, atau usus dua belas jari (perforasi), yang sangat jarang terjadi.

 

Segera hubungi dokter apabila setelah gastroskopi mengalami nyeri dada atau nyeri perut yang berat, muntah darah, BAB berwarna hitam, demam, sesak napas, atau kesulitan menelan yang semakin memburuk.

 

Kapan Harus Menjalani Gastroskopi?

 

Gastroskopi biasanya direkomendasikan oleh dokter apabila terdapat keluhan nyeri perut, rasa panas pada dada, muntah darah, BAB hitam atau kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut pada saluran pencernaan bagian atas. Keputusan untuk menjalani prosedur ini akan mempertimbangkan kondisi kesehatan, gejala yang dialami, serta manfaat dan risiko tindakan bagi pasien.

 

Jika Anda mengalami keluhan pada saluran pencernaan yang tidak kunjung membaik atau mendapatkan rekomendasi dari dokter untuk menjalani gastroskopi, konsultasikan lebih lanjut dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam terdekat untuk menentukan langkah pemeriksaan yang tepat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien. Informasi dalam artikel ini hanya bertujuan sebagai edukasi dan tentunya tidak dapat menggantikan diagnosis atau saran perawatan dari dokter.


Dengan adanya teknologi medis modern dan tim dokter berpengalaman di Siloam International Hospitals, Anda tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk mendapatkan layanan berstandar internasional. Hubungi Siloam Medical Concierge untuk membantu Anda memperoleh informasi jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis dengan standar rumah sakit internasional. Mari, mulai perjalanan kesembuhan Anda bersama kami, di Indonesia.

 

 

second opinion teknologi terkini

Sumber

Health Direct. Gastroscopy. Diakses pada 2024 | Patient Info. Gastroscopy. Diakses pada 2024 | Cancer Research UK. Gastroscopy. Diakses pada 2024 | NHS UK. Gastroscopy. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-ignatius-bima-prasetya-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ignatius Bima Prasetya, SpPD, KGEH, FINASIM

Penyakit Dalam

Subspesialis Gastroenterohepatologi


Siloam Hospitals Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail