Kesehatan Tubuh
Kanker Penis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Penile cancer atau kanker penis adalah jenis kanker yang terjadi pada organ reproduksi pria, yaitu penis. Kanker ini biasanya mulai muncul pada sel kulit penis (skuamosa), terutama di sekitar area kulup atau kepala penis.
Penyakit serius ini bisa dialami oleh pria segala usia, namun lebih sering terjadi pada pria yang belum disunat dan berusia di atas 55 tahun.
Mari pahami penyebab, gejala, serta perawatan kanker penis selengkapnya melalui artikel berikut ini.
Apa itu Kanker Penis?
Kanker penis adalah kondisi medis berupa tumbuhnya sel secara abnormal pada organ reproduksi penis. Sel kanker tersebut bisa tumbuh pada jaringan kulit maupun struktur di dalam penis.
Berdasarkan tempat pertumbuhannya, kanker penis dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:
- Karsinoma sel skuamosa (kista epidermoid): sebanyak 95% kasus kanker penis berawal dari sel kanker yang tumbuh pada jaringan skuamosa pada penis, terutama di area kulup atau kepala penis. Karsinoma sel skuamosa terbagi menjadi 2 jenis, yaitu karsinoma verukosa (menyerupai kutil kelamin) dan karsinoma in situ (tumbuhnya sel kanker pada lapisan atas kulit penis namun belum menyebar ke jaringan lainnya).
- Melanoma: sel kanker tumbuh pada jaringan melanosit pada penis yang berfungsi menghasilkan pigmen kulit.
- Karsinoma sel basal: jenis kanker yang muncul pada sel basal, yaitu sel yang terletak pada bagian paling bawah dari lapisan epidermis. Karsinoma sel basal umumnya akan tumbuh secara perlahan dan tidak menyebar ke area lainnya.
- Sarkoma: sel kanker berkembang di jaringan ikat, pembuluh darah, serta otot polos pada penis. Jenis kanker ini merupakan yang paling jarang terjadi, namun dapat berkembang lebih cepat dibandingkan dengan jenis kanker lainnya.
Kanker ini tergolong sebagai jenis kanker yang langka. Menurut data dari Globocan tahun 2021, total kasus kanker penis di Indonesia sejak tahun 2015 hingga 2020 adalah sebanyak 2.954 kasus. Angka tersebut tergolong rendah apabila dibandingkan dengan kanker paru-paru yang mencapai 37.663 kasus. Meskipun begitu, penyakit serius ini tetap perlu diwaspadai.
Penyebab Kanker Penis
Penyebab kanker penis hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit ini, yaitu:
- Mengidap HIV/AIDS. Pengidap HIV/AIDS berisiko terserang kanker penis karena memiliki daya tahan tubuh yang lemah.
- Terinfeksi virus HPV (human papillomavirus).
- Berusia di atas 55 tahun lebih berisiko terserang kanker ini.
- Kebiasaan merokok. Kebiasaan merokok dapat menghambat sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi serta merusak sel-sel di dalam tubuh yang meningkatkan risiko terserang kanker.
- Tidak disunat. Penis yang tidak disunat memicu terjadinya penumpukan smegma atau zat kental pada kulup penis. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penis mengalami iritasi hingga infeksi yang menjadi salah satu faktor risiko kanker.
- Perawatan fototerapi. Perawatan fototerapi yang dilakukan di sekitar penis bisa memicu terjadinya pertumbuhan sel abnormal pada area tersebut.
Gejala Kanker Penis
Kanker penis umumnya menimbulkan gejala berupa perubahan kondisi penis, seperti:
- Penebalan kulit penis.
- Perubahan warna kulit penis.
- Perubahan struktur kulit penis.
- Munculnya benjolan pada penis.
- Perdarahan pada kepala penis.
- Mengeluarkan cairan yang berbau tidak sedap.
- Penis membengkak.
Apabila sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain, pengidap juga akan mengeluhkan pembengkakan pada kelenjar getah bening, terutama di area selangkangan.
Diagnosis Kanker Penis
Diagnosis diawali dengan melakukan wawancara medis serta pemeriksaan fisik untuk memastikan gejala kanker yang dialami oleh pasien. Kemudian, dokter akan melanjutkan diagnosis dengan melakukan pemeriksaan penunjang melalui sejumlah tindakan medis berikut:
1. Biopsi
Biopsi merupakan tindakan medis dengan mengambil sampel jaringan penis pasien untuk diperiksa di laboratorium.
2. Tes Pencitraan
Prosedur pemeriksaan ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran struktur serta persebarannya pada jaringan seluruh tubuh. Beberapa prosedur medis yang termasuk ke dalam tes pencitraan adalah pemeriksaan MRI, rontgen, CT scan, dan USG.
Pengobatan Kanker Penis
Terdapat sejumlah tindakan medis yang dilakukan dokter untuk mengobati penyakit serius ini, di antaranya:
- Perawatan kemoterapi, yaitu pengobatan kanker yang dilakukan dengan memasukkan obat-obatan melalui intravena atau oral untuk menghambat pertumbuhan serta membunuh sel kanker.
- Perawatan radioterapi, yaitu terapi menggunakan radiasi untuk menghambat pertumbuhan serta membunuh sel kanker.
- Perawatan laser, khusus untuk menangani kanker karsinoma in situ.
- Operasi, dilakukan dengan membedah penis untuk mengangkat sel kanker.
Cara Mencegah Kanker Penis
Walaupun belum diketahui penyebabnya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari tumbuhnya sel kanker pada penis. Berikut di antaranya:
- Berhenti merokok.
- Melakukan sunat.
- Selalu membersihkan penis dengan air setelah berkemih serta berhubungan seksual.
- Menggunakan kondom saat berhubungan seksual untuk mencegah terjadinya infeksi HIV/AIDS atau HPV.
Bila mengeluhkan gejala-gejala di atas, segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter MRCCC Siloam Hospitals Semanggi untuk mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat. MRCCC Siloam Hospitals Semanggi menjadi pusat unggulan yang menyediakan layanan kesehatan khusus penyakit kanker.
Anda dapat membuat janji temu dengan dokter melalui call center kami di 1-500-181 atau menggunakan fitur yang tersedia pada aplikasi MySiloam di ponsel Anda. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini








