Kanker Usus Halus - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Kanker Usus Halus - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

26 Mei 2025 4 menit waktu baca
kanker usus halus

Table of Contents

Kanker usus halus adalah jenis kanker yang terjadi pada organ usus halus. Organ usus halus memiliki peran penting dalam sistem pencernaan tubuh, sehingga penyakit ini dapat berakibat fatal bila tidak segera ditangani.

 

Jenis kanker ini tergolong langka, namun tetap perlu diwaspadai. Untuk mewaspadainya, Anda dapat menyimak penjelasan mengenai kanker pada usus halus melalui ulasan berikut.

 

Apa itu Kanker Usus Halus?

 

Kanker usus halus adalah kondisi medis yang cukup langka berupa pertumbuhan sel secara abnormal dan ganas pada organ usus halus. Sel kanker tersebut bisa tumbuh pada seluruh bagian usus halus, mulai dari duodenum, jejunum, dan ileum.

 

Berdasarkan lokasi pertumbuhannya, kanker usus halus terbagi menjadi beberapa jenis yaitu:

 

  • Adenokarsinoma, yaitu jenis kanker pada usus halus yang paling sering ditemukan kasusnya. Kanker adenokarsinoma awalnya tumbuh dari sel-sel yang terdapat di lapisan mukosa.
  • Sarkoma, jenis kanker ini akan muncul pada jaringan-jaringan pendukung. Contoh kanker sarkoma yang cukup sering terjadi adalah gastrointestinal stromal tumor (GIST). GIST kerap ditemukan pada dinding otot usus halus.
  • Limfoma, merupakan jenis kanker yang muncul pertama kali pada jaringan limfa dalam usus halus. Di mana jaringan limfa tersebut memiliki peranan penting dalam sistem imun tubuh.
  • Neuroendocrine tumor (carcinoid tumor dan paraganglioma), yaitu jenis kanker yang tumbuh pada sel-sel neuroendokrin yang berfungsi sebagai pembentuk hormon pada usus halus. Neuroendocrine tumor biasanya terjadi pada usus buntu.

 

Penyebab Kanker Usus Halus

 

Penyebab tumbuhnya sel kanker pada usus halus hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti. Namun, mutasi sel diduga menjadi pemicunya. Di samping itu, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker usus halus pada seseorang, yaitu:

 

  • Memiliki keluarga kandung dengan riwayat penyakit kanker usus halus.
  • Menderita inflammatory bowel disease atau celiac disease.
  • Sistem imunitas tubuh lemah.
  • Berusia di atas 60 tahun.
  • Gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol berlebih.

 

Gejala Kanker Usus Halus

 

Gejala kanker usus halus yang timbul cenderung sangat bervariasi. Namun, penderita kanker ini biasanya akan merasakan nyeri atau kram pada perut. Selain itu, beberapa gejala umumnya yaitu:

 

  • Berat badan turun drastis tanpa penyebab yang jelas.
  • Mual dan muntah.
  • BAB berdarah.
  • Diare kronis.
  • Penyakit kuning atau warna kulit dan sklera mata menjadi menguning.
  • Perut membengkak.
  • Mudah lelah.

 

Pengobatan Kanker Usus Halus

 

Pasien yang telah didiagnosis menderita kanker usus halus akan melalui serangkaian tindakan medis untuk mengobati penyakit serius tersebut, di antaranya:

 

  • Perawatan kemoterapi, yaitu tindakan medis dengan memasukkan obat-obatan pembunuh sel kanker tertentu melalui intravena atau oral.
  • Imunoterapi, yaitu terapi yang dilakukan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar mampu melawan sel-sel kanker.
  • Operasi, tindakan ini dilakukan dengan membedah tubuh pasien dan mengangkat sel kanker yang ada pada usus halus.
  • Targeted drug therapy, merupakan pemberian obat yang berfokus pada kelemahan tertentu dari sel kanker terkait. Targeted drug therapy biasanya dilakukan untuk mengobati kanker limfoma dan GIST.

 

Cara Mencegah Kanker Usus Halus

 

Mencegah penyakit pada dasarnya dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat. Adapun pola hidup sehat yang dapat membantu untuk menghindari terjadinya kanker usus halus adalah sebagai berikut:

 

1. Mengonsumsi Makanan Sehat

 

Mengonsumsi makanan sehat terutama yang mengandung serat tinggi diketahui dapat menyehatkan saluran pencernaan, termasuk usus halus. Anda juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan untuk membantu mengurangi risiko kanker.

 

2. Rutin Berolahraga

 

Berolahraga secara rutin mampu membantu melancarkan aliran darah ke saluran pencernaan. Rutin berolahraga juga diketahui turut mengoptimalkan kontraksi saluran pencernaan dalam mengolah makanan. Dengan begitu, usus halus dapat terjaga kesehatannya dan terhindar dari risiko kanker.

 

3. Menghindari Konsumsi Alkohol Berlebih dan Berhenti Merokok

 

Konsumsi alkohol berlebih serta kebiasaan merokok menjadi dua faktor pemicu pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Oleh karenanya, Anda perlu membatasi konsumsi alkohol berlebih serta berhenti merokok untuk menghindari risiko kanker usus halus dan jenis kanker lainnya.

 

4. Menjaga Berat Badan

 

Langkah berikutnya yang dapat Anda lakukan untuk menghindari penyakit kanker pada usus halus adalah menjaga berat badan ideal. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Cancer National Institute (CNI) dari Amerika Serikat bahwa kanker usus akan meningkat risikonya sebesar 30% pada seseorang yang menderita obesitas.

 

Anda dapat menjaga berat badan dengan melakukan diet sehat, seperti membatasi asupan kalori secukupnya, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi serta berolahraga secara rutin.

 

Bila Anda maupun kerabat dekat mengeluhkan gejala seperti yang telah dijelaskan di atas, segera kunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi untuk mendapatkan penanganan kanker yang tepat. MRCCC Siloam Hospitals Semanggi merupakan rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang menjadi pusat unggulan dalam menangani kanker.


Untuk mendapatkan penanganan yang lebih cepat, Anda bisa membuat janji temu dengan menghubungi call center kami di 1-500-181 ataupun melalui aplikasi MySiloam yang dapat diunduh secara gratis pada ponsel Anda. Mari percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 1

message

ArticleDetail