Kesehatan Tubuh
Karsinoma Sel Skuamosa, Ini Penyebab hingga Gejalanya

Table of Contents
Karsinoma sel skuamosa adalah salah satu jenis kanker yang berkembang dari sel skuamosa, yaitu sel pipih yang membentuk lapisan terluar permukaan kulit (epidermis), saluran pernapasan, serta beberapa organ lain. Karsinoma sel skuamosa berpotensi menyebar ke jaringan atau organ lain bila tidak ditangani secara tepat. Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai karsinoma sel skuamosa di bawah ini.
Apa Itu Karsinoma Sel Skuamosa?
Karsinoma sel skuamosa adalah jenis kanker yang berawal dari sel skuamosa yang terdapat di lapisan terluar kulit, yaitu epidermis. Kanker ini biasanya muncul di bagian kulit yang paling sering terkena paparan sinar matahari, seperti lengan, kepala, dan kaki.
Pada beberapa kasus, karsinoma sel skuamosa juga bisa terbentuk di bagian tubuh yang memiliki membran mukosa (lapisan dalam organ dan rongga tubuh), misalnya di mulut, paru-paru, dan anus. Sebagai informasi, karsinoma sel skuamosa merupakan jenis kanker kulit paling umum kedua setelah karsinoma sel basal.
Berdasarkan lokasi dan sejauh mana kanker menyebar ke dalam tubuh, karsinoma sel skuamosa dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
-
In situ: Kanker hanya terjadi pada lapisan teratas kulit.
-
Cutaneous: Kanker yang hanya mengenai lapisan atas kulit (in situ) atau yang sudah menyebar lebih dalam melewati lapisan atas kulit. Jenis kanker ini bisa berkembang di permukaan kulit mana pun dan lebih sering terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita. Risikonya juga bisa meningkat tajam seiring bertambahnya usia. Secara khusus, angka kejadiannya 5–10 kali lebih tinggi pada orang berusia di atas 75 tahun dibandingkan pada mereka yang berusia di bawah 55 tahun.
-
Metastatic: Kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lain selain kulit.
Stadium Karsinoma Sel Skuamosa
Penentuan stadium karsinoma sel skuamosa membantu dokter memilih pengobatan yang tepat. Karsinoma sel skuamosa memiliki lima tingkat stadium, berikut masing-masing penjelasannya:
-
Stadium 0: Kanker hanya berada di lapisan terluar kulit (epidermis), disebut juga sebagai squamous cell carcinoma in situ.
-
Stadium I: Kanker berada di lapisan atas dan tengah kulit (epidermis dan dermis).
-
Stadium II: Kanker berada di lapisan atas dan tengah kulit, serta menyebar ke saraf atau lapisan kulit yang lebih dalam (epidermis, dermis, dan subkutis).
-
Stadium III: Kanker telah menyebar melampaui kulit hingga ke kelenjar getah bening.
-
Stadium IV: Kanker telah menyebar ke bagian tubuh dan organ lain, seperti hati, paru-paru, dan otak.
Penyebab Karsinoma Sel Skuamosa
Karsinoma sel skuamosa dapat terjadi akibat adanya mutasi (perubahan) pada gen p53. Mutasi ini umumnya disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari atau penggunaan tempat berjemur buatan (tanning bed). Adapun fungsi dari gen p53 adalah memberikan instruksi kepada sel untuk membelah dan bereplikasi untuk menghentikan sel yang masa hidupnya telah habis.
Gen ini merupakan gen penekan tumor, artinya mengontrol jumlah dan frekuensi sel baru yang harus dibuat. Apabila gen p53 mengalami mutasi, sel tidak lagi memiliki instruksi yang benar dalam menjalankan fungsinya. Hal ini mengakibatkan sel skuamosa membelah dan bereplikasi terlalu sering. Jika sel yang terbentuk terlalu banyak, bisa timbul tumor yang bersifat ganas.
Faktor Risiko Karsinoma Sel Skuamosa
Adapun beberapa faktor yang diketahui bisa meningkatkan risiko terbentuknya karsinoma sel skuamosa adalah sebagai berikut:
-
Berjenis kelamin laki-laki.
-
Berusia di atas 60 tahun.
-
Sering terpapar sinar matahari secara langsung, misalnya bekerja di luar ruangan.
-
Memiliki bintik akibat matahari (solar keratoses), yaitu kerusakan kulit yang menyebabkan kulit menjadi kasar dan bersisik akibat sinar matahari.
-
Terinfeksi HPV (human papillomavirus).
-
Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Gejala Karsinoma Sel Skuamosa
Karsinoma sel skuamosa paling sering terbentuk di area kulit yang terkena sinar matahari, seperti kulit kepala, punggung tangan, telinga, atau bibir. Meski begitu, kanker ini bisa muncul di bagian tubuh mana pun, termasuk dalam mulut, telapak kaki atau area genital.
Secara umum, beberapa gejala sel skuamosa pada kulit adalah sebagai berikut:
-
Benjolan keras di kulit (nodule) yang bisa berwarna sama dengan kulit atau berbeda, misalnya merah muda, merah, hitam, atau cokelat, tergantung warna kulit.
-
Luka datar dengan kerak bersisik.
-
Luka baru atau area menonjol pada bekas luka atau luka lama.
-
Bercak kasar dan bersisik di bibir yang rentan menjadi luka terbuka.
-
Luka atau bercak kasar di dalam mulut.
-
Bercak menonjol atau luka menyerupai kutil di atau sekitar anus maupun area genital.
Bagi seseorang yang memiliki risiko tinggi terkena kanker kulit, penting untuk melakukan pemeriksaan secara rutin. Selain itu, perhatikan perubahan bentuk, warna, dan ukuran bintik atau tahi lalat di kulit. Memeriksa bintik yang mencurigakan bisa dilakukan menggunakan panduan ABCDE, yaitu:
-
A (asymmetry): Bintik tidak simetris dan bentuknya tidak bulat atau oval.
-
B (border): Tepi bintik tidak rata.
-
C (colour): Warna bintik tidak biasa atau tidak merata (lebih dari dua warna dalam satu tahi lalat).
-
D (diameter): Ukuran bintik lebih besar dari 6 mm.
-
E (evolving): Bintik mengalami perubahan warna, ukuran, atau bentuk.
Diagnosis Karsinoma Sel Skuamosa
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dengan memperhatikan ukuran, bentuk, serta lokasi benjolan atau lesi. Guna mengonfirmasi diagnosis, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan penunjang, seperti:
-
Biopsi kulit: Mengambil sampel kecil jaringan yang terkena untuk diperiksa secara lebih lanjut di bawah mikroskop.
-
Tes pencitraan (dengan CT scan atau MRI): Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat ukuran kanker di bawah kulit serta memeriksa penyebaran kanker ke bagian tubuh lain, terutama kelenjar getah bening.
Pengobatan Karsinoma Sel Skuamosa
Pengobatan karsinoma sel skuamosa akan disesuaikan dengan ukuran atau tingkat keparahan kanker. Sebagian besar karsinoma sel skuamosa pada kulit dapat diangkat dengan operasi kecil. Ada juga yang dapat diobati dengan obat yang dioleskan pada kulit. Berikut adalah pilihan pengobatan untuk masing-masing tingkat keparahan kanker:
Pengobatan untuk kanker kulit berukuran kecil:
-
Kuretase atau elektrodesikasi (prosedur ini dilakukan dengan mengikis bagian atas kanker dengan alat khusus, kemudian dasar kanker dibakar dengan jarum listrik).
-
Terapi laser (prosedur ini menggunakan sinar cahaya intens untuk menghancurkan pertumbuhan kanker dengan kerusakan
-
Cryosurgery (pembekuan sel kanker menggunakan nitrogen cair).
-
Terapi fotodinamik (mengoleskan cairan obat yang membuat sel kanker sensitif terhadap cahaya, lalu disinari cahaya khusus untuk menghancurkan sel kanker).
Pengobatan untuk kanker kulit berukuran besar:
-
Eksisi sederhana (pada prosedur ini, kanker dipotong bersama sedikit jaringan kulit sehat di sekitarnya).
-
Operasi Mohs (kanker diangkat lapis demi lapis, lalu setiap lapisan diperiksa di bawah mikroskop sampai tidak ada sel kanker yang tersisa).
-
Terapi radiasi (radioterapi).
Pengobatan untuk kanker kulit yang menyebar:
-
Terapi bertarget.
Sebagai informasi, penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi karsinoma sel skuamosa. Dengan kata lain, gejala seperti benjolan keras di kulit disertai luka, bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika Subspesialis Onkologi dan Bedah Kulit di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin
berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Apabila ingin mendapatkan perawatan komprehensif untuk kanker, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. MRCCC Siloam Hospitals menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk penanganan kanker, mulai dari deteksi dini, onkologi, kemoterapi, radioterapi, dan berbagai prosedur lain beserta tim dokter yang berpengalaman.
Sumber
Healthdirect. Squamous cell carcinoma (SCC). Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Squamous cell carcinoma of the skin. Diakses pada 2025 | WebMD. Squamous Cell Carcinoma: Symptoms, Causes, and Treatment. Diakses pada 2025 | The New England Journal of Medicine. Squamous-Cell Carcinoma of the Skin. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Squamous Cell Carcinoma. Diakses pada 2025 |
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Armina Haramaini, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini



