Mengenal Fungsi Kelenjar Adrenal untuk Sistem Metabolisme
Kesehatan Tubuh

Mengenal Fungsi Kelenjar Adrenal untuk Sistem Metabolisme

07 November 2025 5 menit waktu baca
Kelenjar adrenal adalah

Kelenjar adrenal adalah kelenjar kecil yang berada di atas ginjal atau perut bagian atas. Kelenjar ini berperan dalam memproduksi dan melepaskan berbagai hormon penting dalam tubuh yang mendukung sistem metabolisme, imun, emosi, dan sebagainya.

 

Karena ukurannya yang kecil dan letaknya di atas ginjal, kelenjar ini juga terkenal dengan sebutan anak ginjal. Apabila fungsi kelenjar adrenal terganggu, maka dampaknya akan cukup besar bagi tubuh. Itulah mengapa kesehatan jaringan ini penting untuk dijaga.

 

Mari simak lebih jauh penjelasan tentang kelenjar adrenal dalam ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Kelenjar Adrenal?

 

Kelenjar adrenal adalah dua kelenjar kecil yang termasuk dalam sistem endokrin, yaitu kelenjar yang berperan sebagai penghasil hormon. Kelenjar ini memiliki bentuk segitiga dan berada di atas masing-masing sisi ginjal.

 

Kelenjar adrenal atau suprarenalis dikendalikan oleh kelenjar pituitari (hipofisis) yang berada di sisi bawah otak. Dalam kondisi tertentu, kelenjar pituitari akan memerintahkan kepada adrenal terkait banyaknya hormon yang akan dilepaskan.

 

Jika penyampaian pesan atau perintah tersebut terganggu, maka akan muncul ketidakseimbangan hormonal. Akibatnya, akan muncul berbagai gangguan medis seperti sindrom cushing, PCOS, dan lain-lain.

 

Fungsi Kelenjar Adrenal

 

Kelenjar adrenal berfungsi memproduksi hormon yang mengendalikan sistem metabolisme, kekebalan tubuh, respon terhadap stres dan tekanan darah. Beberapa hal tersebut cukup berpengaruh pada kesehatan tubuh dan kualitas hidup.

 

Bagian-Bagian Kelenjar Adrenal

 

Terdapat dua bagian utama dalam kelenjar adrenal, yaitu bagian luar (korteks adrenal) dan bagian dalam (medula adrenal). Masing-masing bagian tersebut memiliki fungsi berbeda, berikut penjelasannya.

 

1. Korteks Adrenal

 

Korteks adrenal adalah bagian terluar dari kelenjar adrenal yang bertanggung jawab memproduksi tiga jenis hormon, di antaranya aldosteron, kortisol, dan gonadocorticoid. Bagian ini juga terbagi menjadi tiga zona, yaitu zona glomerulosa, fasciculata, dan reticularis.

 

Apabila korteks adrenal berhenti berfungsi, maka proses metabolisme tubuh juga akan ikut terhenti dan dapat menyebabkan kematian.

 

2. Medula Adrenal

 

Sementara itu, medula adrenal adalah bagian yang berperan dalam fight or flight response (respon manusia untuk bertahan menghadapi ancaman). Medula adrenal bertanggung jawab untuk menghasilkan hormon adrenalin dan noradrenalin ketika seseorang sedang stres.

 

Perlu diketahui bahwa kedua bagian tersebut (korteks adrenal dan medula adrenal) dibungkus oleh kapsul adiposa yang membentuk lapisan untuk melindungi area kelenjar.

 

Hormon yang Dihasilkan Kelenjar Adrenal

 

Kelenjar adrenal menghasilkan hormon-hormon penting bagi tubuh yang nantinya langsung dilepaskan ke aliran pembuluh darah. Beberapa jenis hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal adalah sebagai berikut:

 

1. Hormon Kortisol

 

Fungsi hormon kortisol yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal adalah mengatur metabolisme, lemak, protein, dan karbohidrat. Selain itu, kortisol juga membantu menekan respon peradangan, kadar gula darah, tekanan darah, dan siklus tidur.

 

Kelenjar adrenal akan melepaskan hormon kortisol ketika seseorang dalam keadaan stres. Tujuannya adalah untuk membantu tubuh mengumpulkan energi agar mampu mengendalikan reaksi tubuh terhadap stres.

 

2. Hormon Gonadocorticoid

 

Gonadocorticoid adalah hormon seksual yang terdiri atas androgen, estrogen, dan progesteron. Hormon androgen berfungsi untuk mengatur organ reproduksi pria, sehingga jumlahnya lebih banyak ditemukan pada pria dan hanya sedikit pada wanita.

 

Sebaliknya, hormon estrogen adalah hormon yang berperan besar dalam sistem reproduksi serta pertumbuhan dan perkembangan karakteristik seksual wanita. Meski begitu, pria tetap memiliki hormon estrogen, hanya saja jumlahnya tidak sebanyak wanita.

 

Sementara itu, hormon progesteron pada wanita berfungsi untuk membantu melancarkan masa kehamilan. Sedangkan, progesteron pada pria berguna untuk merangsang produksi testosteron yang memengaruhi libido, pembentukan massa otot, ketahanan, dan karakteristik seks.

 

3. Hormon Aldosterone

 

Fungsi hormon aldosterone yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal adalah mengatur tekanan darah dan elektrolit. Hormon ini akan mengirimkan sinyal pada ginjal untuk menyerap lebih banyak natrium ke dalam darah dan melepaskan kalium melalui urine.

 

4. Hormon Adrenalin

 

Hormon adrenalin atau disebut juga dengan epinefrin adalah jenis hormon yang dihasilkan dari bagian medula adrenal. Hormon ini bekerja sama dengan kortisol untuk mengendalikan respon tubuh terhadap stres. Caranya dengan membuat jantung berdetak lebih cepat, meningkatkan aliran darah, dan melepaskan kadar gula untuk dijadikan energi oleh tubuh.

 

5. Hormon Noradrenalin

 

Hormon noradrenalin atau norepinefrin adalah hormon yang juga bekerja sama dengan kortisol dan adrenal untuk mengendalikan reaksi tubuh ketika seseorang dalam keadaan stres. Fungsi lainnya adalah memengaruhi kerja otak dalam memperhatikan dan merespon suatu peristiwa. Misalnya dengan meningkatkan detak jantung, memicu pelepasan gula darah, dan meningkatkan aliran darah ke otot.

 

Gangguan pada Kelenjar Adrenal

 

Sama halnya dengan anatomi tubuh lainnya, kelenjar adrenal juga bisa mengalami gangguan dan memengaruhi kesehatan tubuh. Sejumlah penyakit kelenjar adrenal adalah sebagai berikut:

 

1. Penyakit Addison

 

Penyakit addison adalah kondisi ketika kelenjar adrenal rusak dan menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi cukup hormon kortisol dan aldosterone. Kondisi ini biasanya ditandai dengan gejala berupa sering haus, pusing, bibir dan gusi kehitaman, otot melemah, hingga pingsan.

 

2. Sindrom Cushing

 

Sindrom cushing merupakan kondisi saat tubuh kelebihan hormon kortisol. Kondisi ini sering kali terjadi pada wanita berusia 25–40 tahun. Beberapa gejala sindrom cushing adalah kenaikan berat badan, jerawat, otot melemah, wajah bengkak dan kemerahan, menstruasi tidak teratur pada wanita, libido turun pada pria, serta meningkatnya kadar gula darah dan tekanan darah.

 

3. Hipoplasia Adrenal Kongenital

 

Hipoplasia adrenal kongenital adalah penyakit bawaan yang menyebabkan kelenjar adrenal tidak bisa menghasilkan hormon secara maksimal. Kondisi ini banyak terjadi pada pria dan bisanya dapat terdeteksi sejak bayi atau saat usia anak-anak.

 

Beberapa gejala hipoplasia adrenal kongenital antara lain dehidrasi, gula darah rendah, syok, muntah-muntah, dan kelainan pada organ seksual.

 

4. Pheochromocytoma

 

Pheochromocytoma adalah tumbuhnya tumor jinak pada kelenjar adrenal. Kondisi ini umumnya memengaruhi salah satu atau kedua sisi kelenjar adrenal. Beberapa gejalanya adalah nyeri kepala, detak jantung cepat, tremor, tekanan darah tinggi, dan keringat berlebih.

 

Cara Menjaga Kesehatan Kelenjar Adrenal

 

Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan kelenjar adrenal adalah:

 

  • Memperbanyak konsumsi buah dan sayur.
  • Membatasi konsumsi gula dan kafein.
  • Mengendalikan stres.
  • Berolahraga secara rutin.

 

Selain menerapkan gaya hidup sehat di atas, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan secara rutin di Siloam Hospitals. Kami menyediakan berbagai paket medical check up yang bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda.

 

Apabila Anda memiliki keluhan terkait kelenjar adrenal seperti yang sudah dipaparkan di atas, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter.

 

Gunakan juga fitur Telekonsultasi untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung secara virtual dengan dokter terkait. Anda juga dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk berkonsultasi dengan dokter secara online. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail