Kista Ovarium - Penyebab, Gejala dan Pengobatannya
Ibu dan Anak

Kista Ovarium - Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

02 Oktober 2025 5 menit waktu baca
kista ovarium adalah

Table of Contents

Kista ovarium adalah kondisi ketika terdapat kantung berisi cairan yang tumbuh di dalam ovarium (indung telur). Kista ovarium umumnya terjadi pada wanita di usia produktif. Adapun beberapa faktor yang dapat memicu tumbuhnya kista pada ovarium adalah masalah hormon, kehamilan, endometriosis, dan infeksi. Lalu, apakah kista ovarium berbahaya? Simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

 

Apa Itu Kista Ovarium?

 

Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang diselimuti oleh membran dan tumbuh di dalam ovarium atau indung telur. Pada beberapa kasus, kista bisa saja padat atau berisi udara. Sebagian besar kista yang muncul di dalam ovarium dapat menghilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. Namun, diperlukan operasi pengangkatan kista jika ukuran diameter kista mencapai atau lebih dari 5 cm.

 

Apakah Kista Ovarium Berbahaya?

 

Kista ovarium adalah kondisi yang cukup umum terjadi pada wanita yang masih mengalami siklus menstruasi hingga hampir memasuki masa menopause. Meski banyak dialami oleh wanita berusia 30–54 tahun, kista juga dapat ditemukan pada perempuan remaja dan pasien usia lanjut. Normalnya, kista ovarium bukanlah kondisi yang berbahaya. Akan tetapi, ada pula beberapa jenis kista yang dapat berkembang menjadi tumor atau kanker.

 

Penyebab Kista Ovarium

 

Kista ovarium adalah kondisi yang dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti siklus menstruasi hingga pertumbuhan sel abnormal. Meski umumnya bersifat jinak, kista juga berpotensi menjadi sel ganas pada beberapa kasus. Beberapa penyebab kista ovarium adalah sebagai berikut:

 

  • Masalah hormonal.

  • Kehamilan.

  • Infeksi panggul yang menyebar ke ovarium dan tuba falopi sehingga membentuk kista.

  • Endometriosis.

 

Ada pula beberapa faktor yang dapat meningkatkan pembentukan kista ovarium, di antaranya:

 

  • Berusia 30–54 tahun.

  • Sedang menjalani pengobatan kesuburan.

  • Mengidap hipotiroidisme.

  • Merokok.

  • Menjalani pengobatan kanker payudara.

  • Siklus menstruasi tidak teratur.

  • Memiliki riwayat kista ovarium sebelumnya.

 

Jenis-Jenis Kista Ovarium

 

Berdasarkan penyebabnya, kista ovarium terbagi menjadi dua jenis, yaitu kista fungsional dan patologis. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

A. Kista Fungsional

 

Kista fungsional adalah jenis kista yang paling banyak ditemukan. Kista ini terbentuk akibat hormon yang tidak stabil selama siklus menstruasi. Kista fungsional bukan kondisi yang serius dan dapat hilang dalam waktu singkat. Kista fungsional terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

 

  • Kista folikel:

Selama siklus menstruasi, sel telur akan tumbuh di dalam kantung folikel yang terdapat pada ovarium. Kista ini terbentuk akibat folikel yang tidak terbuka sehingga menyebabkan tumpukan cairan di dalam folikel dan membentuk kista.

 

  • Kista corpus luteum:

Normalnya, kantung folikel akan menghilang setelah terbuka dan mengeluarkan sel telur. Tetapi, ketika kantung tersebut tidak menghilang dan masih dalam keadaan terbuka, maka akan membuat cairan menumpuk di dalam kantung dan membentuk kista corpus luteum.

 

B. Kista Patologis

 

Kista patologis disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang dapat membentuk kista jinak (benign) atau justru tumor ganas (malignant). Kista patologis terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

 

  • Kistadenoma:

Kistadenoma adalah jaringan yang terbentuk dari sel-sel di luar ovarium. Jenis ini umumnya memiliki bentuk tebal dan berisi cairan lendir. Kistadenoma berbeda dengan jenis kista lainnya karena letaknya berada di luar ovarium dan dapat tumbuh lebih besar.

 

  • Endometriosis:

Endometriosis adalah jaringan yang tumbuh dari sel-sel di luar rahim, yang mana sebagian jaringan tersebut dapat menempel pada ovarium dan membentuk kista.

 

  • Kista dermoid:

Kista dermoid atau teratoma adalah jenis kista yang berasal dari sel-sel yang membentuk sel telur dan mengandung berbagai jaringan, seperti kulit, rambut, hingga lemak. Kista dermoid lebih banyak dialami oleh wanita dengan rentang usia di bawah 30 tahun. Umumnya, teratoma termasuk kategori tumor jinak dan tidak menimbulkan gejala serius. Prosedur operasi pengangkatan untuk mengatasi kista dermoid sangat disarankan untuk mencegah risiko teratoma memburuk menjadi kanker.

 

Gejala Kista Ovarium

 

Kista ovarium yang berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun. Gejala akan terasa ketika kista mulai tumbuh membesar dan menghambat pasokan darah ke ovarium. Adapun beberapa gejala umum dari kista ovarium adalah sebagai berikut:

 

  • Perubahan siklus menstruasi. Kista ovarium dapat menyebabkan perubahan pada siklus menstruasi sehingga menjadi tidak teratur. Kondisi ini juga dapat mempengaruhi volume perdarahan saat menstruasi, baik itu lebih banyak atau sedikit.

  • Masalah pencernaan. Kista ovarium dapat memengaruhi kondisi pencernaan. Umumnya, pengidap kista ovarium akan merasa lebih mudah kenyang meski makan dengan porsi kecil yang disertai perut kembung. Selain itu, masalah pencernaan yang mungkin dapat terjadi adalah meningkatnya frekuensi buang air kecil hingga sembelit.

  • Rasa nyeri di perut bagian bawah. Gejala paling umum yang dirasakan pengidap kista ovarium adalah nyeri di perut bagian bawah. Rasa nyeri ini dapat muncul dan hilang dengan sendirinya, bahkan muncul ketika melakukan hubungan intim.

 

Pengobatan Kista Ovarium

 

Kista ovarium pada umumnya tidak bersifat ganas dan dapat ditangani dengan pengobatan sederhana. Bahkan, beberapa jenis kista ovarium dapat menghilang dengan sendirinya dalam waktu 8–12 minggu. Jika kista muncul kembali, biasanya dokter akan meresepkan obat kontrasepsi oral untuk menurunkan risiko kambuhnya kista ovarium. Apabila kista tak kunjung hilang dan ukurannya membesar hingga 5–10 cm, dokter dapat menyarankan laparotomi.

 

Pencegahan Kista Ovarium

 

Kista ovarium adalah kondisi yang tidak dapat dicegah. Meski begitu, dapat dilakukan pemeriksaan panggul secara rutin untuk mendeteksi adanya perubahan, kelainan, atau masalah pada ovarium. Dengan begitu, kista ovarium dapat diketahui lebih awal.

 

Selain itu, perhatikan pula siklus menstruasi di setiap bulan. Apabila mengalami perubahan pada siklus menstruasi dan merasakan gejala yang tidak biasa, segera kunjungi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat dan cepat. Pasalnya, sejumlah gejala yang dialami mungkin saja merujuk pada kondisi medis lainnya, tidak terbatas pada kista ovarium.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang akan dijalani terkait kista ovarium akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia sehingga mungkin berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis pasien.

 

Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

 

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail